DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 12.00 - 20.00 | Sabtu: 09.00 - 16.00 | Minggu Appointment Only

Blog

Blog

Share Via

v
v
Obat ARV untuk HIV: Apa Fungsinya dan Mengapa Penting?
Rabu, 08 Jul 2026

Setelah diagnosis HIV dikonfirmasi, salah satu pembahasan pertama bersama dokter adalah tentang ARV. Banyak pasien belum mengenal obat ini dan bertanya-tanya mengapa pengobatan perlu dimulai. Artikel ini menjelaskan peran ARV dan alasan mengapa pengobatan menjadi bagian penting dalam penanganan HIV modern.

Baru Didiagnosis HIV? Apa yang Harus Dilakukan Sekarang?
Selasa, 07 Jul 2026

Jika diagnosis HIV Anda sudah dikonfirmasi, fokus Anda hari ini bukan menjawab semua pertanyaan tentang HIV. Fokusnya adalah memulai evaluasi medis dan menyusun rencana pengobatan bersama dokter.

Apa Itu HIV? Memahami HIV, Cara Penularan, Gejala, dan Langkah Selanjutnya
Senin, 06 Jul 2026

HIV adalah infeksi yang dapat dikelola dengan pengobatan modern. Memahami apa itu HIV hanyalah langkah pertama&mdashyang sama pentingnya adalah mengetahui apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

Tes HIV Rahasia: Bisakah Saya Tes HIV Tanpa Orang Lain Mengetahui?
Senin, 06 Jul 2026

Ya. Pemeriksaan HIV dapat dilakukan secara rahasia. Konsultasi berlangsung secara privat dan hasil pemeriksaan tidak diteruskan kepada pihak lain tanpa persetujuan Anda.

Berapa Lama Batas Waktu PEP Setelah Paparan?
Senin, 29 Jun 2026

PEP harus dimulai dalam waktu maksimal 72 jam setelah paparan berisiko HIV. Namun, batas waktu bukan satu-satunya hal yang penting. Semakin cepat PEP dimulai, semakin menguntungkan kondisi untuk memulai pengobatan.

Apa Itu PEP HIV? Pengobatan Darurat yang Harus Dimulai Dalam 72 Jam
Senin, 29 Jun 2026

Jika Anda baru mengalami paparan berisiko HIV, waktu menjadi faktor yang paling penting.

Klinik Dermatologi Surabaya DVX Medical untuk Penanganan Berbagai Penyakit Kulit dan Rambut
Minggu, 28 Jun 2026

Keluhan pada kulit dan rambut sering kali tidak hanya memengaruhi penampilan, tetapi juga kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari. Gatal berkepanjangan, ruam yang tidak kunjung membaik, kulit kepala berminyak berlebihan, hingga rambut rontok yang semakin parah dapat menimbulkan kekhawatiran jika tidak ditangani dengan tepat.

Perbedaan Eksim dan Psoriasis dari Bentuk Ruam hingga Cara Mengatasinya
Minggu, 28 Jun 2026

Kulit yang terasa gatal, kemerahan, dan bersisik sering kali dianggap sebagai satu masalah yang sama. Padahal, kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai penyakit kulit, termasuk eksim dan psoriasis. Karena memiliki gejala yang sekilas mirip, tidak sedikit orang yang kesulitan mengenali perbedaannya.

DVX Medical Surabaya, Solusi Penanganan Penyakit Autoimun yang Aman dan Tepat
Minggu, 28 Jun 2026

Keluhan seperti ruam kulit yang berulang, rambut rontok berlebihan, kelelahan berkepanjangan, hingga gangguan pada kulit kepala sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan biasa. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari gejala penyakit autoimun yang memerlukan evaluasi medis lebih lanjut. Banyak pasien mengalami perjalanan panjang sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat karena gejala autoimun sering menyerupai berbagai penyakit lainnya. Kondisi ini tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Kabar baiknya, perkembangan dunia medis memungkinkan penyakit autoimun dan pengobatannya dilakukan secara lebih terarah melalui diagnosis yang tepat, pemantauan berkala, serta terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien. DVX Medical Surabaya hadir sebagai klinik kesehatan yang memberikan pendekatan komprehensif dalam penanganan kondisi autoimun, termasuk manifestasi yang muncul pada kulit, kulit kepala, dan rambut.

Penyebab Rontok yang Jarang Diketahui, Ternyata Bisa Dipicu Autoimun
Minggu, 28 Jun 2026

Melihat rambut rontok di sisir atau lantai kamar mandi mungkin terasa biasa. Namun, saat jumlah rambut yang rontok semakin banyak, muncul area yang menipis, atau bahkan terbentuk kebotakan berbentuk lingkaran, kondisi ini tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Banyak orang menganggap penyebab rambut rontok hanya berkaitan dengan stres, faktor usia, atau penggunaan produk rambut yang kurang cocok. Faktanya, ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, termasuk penyakit autoimun. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah Alopecia Areata, yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga rambut rontok secara tiba-tiba. Artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami berbagai penyebab rambut rontok secara lebih menyeluruh, termasuk keterkaitannya dengan kondisi autoimun, serta langkah apa yang bisa ditempuh untuk mengatasinya secara tepat dan berbasis bukti medis.

Jangan Abaikan Kuku Cantengan, Ini Risiko Komplikasinya
Minggu, 28 Jun 2026

Nyeri di ujung jari kaki yang terasa saat berjalan sering kali dianggap masalah sepele. Banyak orang mengira kondisi tersebut hanya akibat sepatu yang terlalu sempit atau kuku yang terlalu panjang. Padahal, rasa sakit tersebut bisa menjadi tanda cantengan kuku, kondisi yang dapat berkembang menjadi infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Kuku cantengan memang umum terjadi dan dapat dialami siapa saja. Namun, ketika kuku terus tumbuh ke dalam dan menusuk jaringan kulit di sekitarnya, peradangan hingga infeksi bisa muncul. Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat ditangani dengan baik jika dikenali sejak dini dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu cantengan kuku, apa saja penyebab dan gejalanya, serta risiko komplikasi yang bisa terjadi bila dibiarkan tanpa penanganan.

Alopecia Areata, Penyakit Autoimun yang Sebabkan Kebotakan Mendadak
Minggu, 28 Jun 2026

Rambut yang tiba-tiba rontok hingga membentuk area pitak bisa membuat siapa pun merasa cemas. Banyak orang awalnya mengira kondisi ini hanya rambut rontok biasa, padahal rambut pitak tiba tiba dapat menjadi tanda alopecia areata, yaitu penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut. NIAMS menjelaskan bahwa alopecia areata terjadi ketika sistem imun menyerang folikel rambut sehingga menyebabkan rambut rontok, biasanya dalam bercak kecil berbentuk bulat. Kabar baiknya, penyakit alopecia areata bukan berarti folikel rambut selalu rusak permanen. Pada sebagian kasus, rambut dapat tumbuh kembali, meski perjalanan penyakit ini bisa berbeda pada setiap orang dan dapat kambuh. Dengan pemeriksaan yang tepat, penyebab kebotakan mendadak dapat dievaluasi dan pilihan perawatan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien.