Kamis, 27 Agu 2026
Tidak semua infeksi menular seksual (IMS) menimbulkan keluhan yang jelas. Seseorang bisa merasa sehat, tidak mengalami luka, nyeri saat buang air kecil, keputihan abnormal, atau ruam, tetapi tetap memiliki infeksi tertentu. Inilah alasan cek darah rutin bisa menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kesehatan seksual, terutama bagi orang dengan faktor risiko tertentu.
Namun, istilah cek darah rutin perlu dipahami secara tepat. Dalam konteks kesehatan seksual, pemeriksaan ini bukan sekadar tes darah umum seperti hitung darah lengkap. Dokter akan memilih pemeriksaan darah tertentu sesuai infeksi yang ingin dideteksi. Selain itu, tidak semua penyakit kelamin bisa diketahui melalui darah.
Riwayat seksual, waktu paparan, jenis kontak seksual, gejala, kehamilan, serta faktor risiko lain membantu dokter menentukan pemeriksaan yang sesuai. Karena itu, memilih tes yang tepat lebih penting daripada melakukan banyak pemeriksaan tanpa indikasi yang jelas.