DVX Surabaya

Senin. selasa. jumat 12.00-21.00 | Rabu. kamis. sabtu 11.00-18.00

DVX Jakarta

Senin - jumat 11.00-19.00 | Sabtu 10.00-15.00

DVX Medical, Klinik Infeksi Menular IMS dan Penyakit Kelamin Jakarta dan Surabaya

Hidradenitis Suppurativa (HS)

Share Via

Temukan informasi lengkap mengenai Hidradenitis Suppurativa (HS), mulai dari penyebab, gejala, faktor risiko, lokasi kemunculan benjolan, hingga pilihan perawatan yang tersedia. Kategori ini juga membahas cara mengenali HS sejak dini, faktor yang memicu kekambuhan, serta kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Items Show
Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan: Apakah Termasuk Penyakit Menular Seksual?
Senin, 28 Sep 2026

Munculnya benjolan, bisul, atau luka berulang di area selangkangan sering menimbulkan kekhawatiran mengenai penyakit menular seksual. Padahal, tidak semua kelainan kulit di area genital berkaitan dengan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual. Salah satunya adalah hidradenitis suppurativa di selangkangan. Hidradenitis suppurativa (HS) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang dapat menimbulkan benjolan nyeri, abses, luka yang mengeluarkan cairan, hingga jaringan parut. Yang perlu diketahui, hidradenitis suppurativa bukan infeksi menular seksual (IMS) dan tidak menular dari satu orang ke orang lain, termasuk melalui hubungan seksual. American Academy of Dermatology (AAD) secara khusus menyatakan bahwa HS bukan penyakit menular seksual dan bukan kondisi yang menular. Meski demikian, lokasi dan bentuk lesinya terkadang menyerupai beberapa penyakit lain pada area genital. Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Klinik Hidradenitis Suppurativa Jakarta: Kapan HS Perlu Ditangani Dokter Spesialis Kulit?
Senin, 28 Sep 2026

Benjolan yang mengecil atau menghilang belum tentu berarti masalahnya sudah selesai. Pada hidradenitis suppurativa (HS) , hal yang perlu diperhatikan justru pola keluhannya: apakah benjolan kembali muncul di lokasi yang sama, semakin nyeri, meninggalkan bekas, atau mulai mengganggu aktivitas seperti berjalan maupun mengangkat lengan. Karena keluhannya bisa datang dan mereda, sebagian orang mungkin memilih menunggu atau menganggapnya sebagai bisul biasa. Padahal, HS bisa menyerupai jerawat, bisul, atau gangguan kulit lainnya. Dokter spesialis kulit perlu melihat lokasi, bentuk lesi, serta riwayat kekambuhan untuk membantu menentukan diagnosis yang tepat. Lantas, kapan keluhan sebaiknya diperiksakan ke klinik hidradenitis suppurativa Jakarta? Berikut tanda-tanda yang perlu diperhatikan dan gambaran evaluasi yang biasanya dilakukan dokter.

Apakah Hidradenitis Suppurativa Menular? Ini Fakta yang Perlu Dipahami
Senin, 21 Sep 2026

Benjolan berulang di ketiak, selangkangan, atau area lipatan kulit terkadang membuat seseorang khawatir mengalami penyakit menular. Kekhawatiran ini cukup umum pada penderita Hidradenitis Suppurativa (HS) karena lesinya bisa menyerupai bisul, terasa nyeri, pecah, dan mengeluarkan cairan atau nanah. Lalu, apakah Hidradenitis Suppurativa menular? Jawabannya adalah tidak. Hidradenitis Suppurativa merupakan penyakit kulit inflamasi kronis dan tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan, penggunaan barang bersama, maupun hubungan seksual. American Academy of Dermatology (AAD) juga menegaskan bahwa HS bukan penyakit menular, bukan infeksi menular seksual, dan bukan akibat kulit yang tidak bersih. Meski demikian, memahami karakteristik HS tetap penting agar benjolan berulang tidak dianggap sebagai bisul biasa atau kondisi kulit lain.

Hidradenitis Suppurativa vs Folikulitis: Apa Perbedaan Benjolan di Ketiak dan Selangkangan?
Senin, 21 Sep 2026

Benjolan merah atau bernanah di ketiak dan selangkangan sering dianggap sebagai jerawat, bisul, atau iritasi akibat mencukur. Pada beberapa kasus, keluhan tersebut memang berhubungan dengan peradangan folikel rambut atau folikulitis. Namun, benjolan yang terasa dalam, nyeri, dan terus muncul kembali di lokasi yang sama juga bisa ditemukan pada hidradenitis suppurativa (HS) . Sekilas keduanya memang terlihat mirip. Padahal, perbedaan hidradenitis suppurativa dan folikulitis tidak hanya terlihat dari bentuk benjolannya. Lokasi, kedalaman lesi, pola kekambuhan, hingga munculnya jaringan parut ikut membantu dokter membedakan kedua kondisi tersebut. Karena itu, memahami polanya lebih penting daripada mencoba menentukan penyakit hanya berdasarkan satu benjolan.

Kapan Bisul Kronik Membutuhkan Obat Biologik?
Jumat, 21 Agu 2026

Jika peradangan HS aktif meluas, muncul di lebih dari satu area, atau mulai berdampak besar pada kehidupan sehari-hari, obat biologik menjadi opsi yang layak dipertimbangkan, dan pada kasus tertentu, tidak harus menunggu terapi lain 'gagal' terlebih dahulu. Obat ini bekerja langsung pada jalur peradangan yang mendasari hidradenitis suppurativa, bukan hanya mengatasi infeksi di permukaan.

Bisul Kronik: Kapan Perlu Obat Biologik, Kapan Perlu Operasi?
Jumat, 21 Agu 2026

Biologik dan operasi bukan pilihan yang saling meniadakan. Keduanya menangani aspek berbeda dari hidradenitis suppurativa (HS) &mdash dan pada banyak kasus, pertanyaan yang tepat bukan,mana yang lebih baik tapi apa yang dibutuhkan kondisi saya saat ini.

Pengalaman Menangani Bisul Kronik di DVX: Pola yang Kami Lihat
Jumat, 21 Agu 2026

Dalam praktik kami, ada beberapa pola yang berulang pada pasien dengan keluhan bisul kronik. Berikut beberapa pola tersebut, dibagikan secara anonim untuk membantu pasien lain mengenali situasinya sendiri.

Apakah HS Bisa Sembuh? Memahami Prognosis dan Pengobatannya
Jumat, 21 Agu 2026

Hidradenitis suppurativa (HS) merupakan kondisi kronis yang dapat berulang. Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang menjamin kesembuhan permanen. Namun, dengan penanganan yang tepat, aktivitas penyakit dapat dikendalikan dan risiko kerusakan jaringan dapat dikurangi.

Konsultasi Bisul Kronik di DVX Medical: Proses, Privasi, dan Biaya
Jumat, 21 Agu 2026

Konsultasi bisul kronik di DVX Medical dilakukan oleh tim dokter spesialis dermatologi dan venereologi, dengan dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE sebagai pemimpin klinis dan pengarah standar penanganan DVX Medical. Proses konsultasi dirancang untuk menjaga privasi pasien, dan lokasi layanan tersedia di Jakarta Selatan dan Surabaya.

Takut Operasi Bisul Kronik? Ini yang Sebenarnya Terjadi
Jumat, 21 Agu 2026

Kekhawatiran tentang operasi sering berkaitan dengan rasa sakit, bekas luka, anestesi, dan masa pemulihan. Gambaran prosedur sangat bergantung pada lokasi dan luas area yang ditangani.

Operasi Deroofing vs Eksisi untuk Bisul Kronik: Mana yang Lebih Baik?
Jumat, 21 Agu 2026

Tidak ada satu prosedur yang secara universal 'lebih baik', deroofing dan eksisi luas adalah dua pendekatan bedah dengan tujuan berbeda, dan dokter memilih salah satunya berdasarkan seberapa luas dan dalam jaringan yang terkena peradangan kronis.

Bisul Berulang Tidak Sembuh dengan Antibiotik: Apa yang Salah?
Jumat, 21 Agu 2026

Sudah beberapa kali minum antibiotik dari dokter umum atau apotek, bisul mereda sebentar, lalu muncul lagi di tempat yang sama? Ini bukan berarti antibiotiknya salah atau dosisnya kurang. Jika pola ini terus berulang, penyebabnya mungkin bukan infeksi bakteri semata &mdash salah satu kemungkinan yang perlu dievaluasi adalah hidradenitis suppurativa, kondisi peradangan kronis yang jarang tuntas dengan antibiotik saja.