Tidak semua benjolan di ketiak atau selangkangan merupakan HS. Namun, beberapa pola berikut menjadi alasan untuk mempertimbangkan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit.
1. Benjolan Terus Berulang di Lokasi yang Sama
Benjolan yang sempat mengecil kemudian muncul kembali patut diperhatikan, terutama jika terjadi pada area yang khas untuk HS seperti ketiak, selangkangan, bokong, paha bagian dalam, atau bawah payudara.
Pada HS, kekambuhan merupakan salah satu karakteristik penting. Karena itu, informasi mengenai seberapa sering benjolan muncul dan di lokasi mana saja akan membantu dokter dalam proses evaluasi.
2. Benjolan Terasa Nyeri dan Mengganggu Aktivitas
Ukuran benjolan bukan satu-satunya pertimbangan. Keluhan yang tidak terlalu besar sekalipun bisa memerlukan pemeriksaan apabila menimbulkan nyeri atau mulai membatasi aktivitas.
Benjolan di selangkangan, misalnya, dapat membuat berjalan terasa tidak nyaman. Sementara itu, lesi di ketiak bisa membuat gerakan lengan terasa nyeri. AAD menyebut nyeri dan dampak HS terhadap aktivitas sehari-hari sebagai faktor yang dipertimbangkan dalam menyusun rencana penanganan.
3. Benjolan Pecah atau Mengeluarkan Cairan Berulang
Lesi HS dapat pecah dan mengeluarkan cairan. Kondisi ini terkadang juga disertai luka yang sulit sembuh atau kembali terbuka.
Namun, benjolan bernanah tidak otomatis berarti seseorang mengalami HS karena infeksi kulit dan beberapa kondisi lain bisa memberikan gambaran serupa. Pada lesi yang mengeluarkan cairan, dokter dalam kondisi tertentu dapat mengambil sampel untuk membantu menilai kemungkinan infeksi.
4. Mulai Muncul Bekas Luka atau Terasa Ada Saluran di Bawah Kulit
HS yang berulang dapat meninggalkan jaringan parut. Pada kondisi yang lebih lanjut, saluran atau tunnel juga bisa terbentuk di bawah permukaan kulit dan menghubungkan beberapa lesi.
Perubahan seperti ini merupakan alasan penting untuk berkonsultasi dengan dokter dibanding terus menangani benjolan sendiri.
5. Sudah Melakukan Perawatan Mandiri tetapi Benjolan Tetap Kambuh
Kompres atau perawatan kulit mungkin membantu memberikan kenyamanan sementara, tetapi tidak menggantikan evaluasi medis apabila benjolan terus berulang.
Dokter perlu memastikan apakah keluhan memang mengarah pada HS atau justru berasal dari kondisi lain. Diagnosis yang tepat menjadi dasar untuk menentukan pilihan penanganan selanjutnya.