Apakah Kutil di Selangkangan Pria Bisa Menular ke Pasangan?
23 jam yang lalu

Apakah Kutil di Selangkangan Pria Bisa Menular ke Pasangan?

Kutil di selangkangan pria menular ke pasangan apabila benjolan tersebut merupakan kutil kelamin akibat infeksi human papillomavirus atau HPV. Penularan terutama terjadi melalui kontak langsung antara kulit di sekitar genital, termasuk saat aktivitas seksual tanpa penetrasi.

Namun, tidak semua benjolan di selangkangan termasuk kutil kelamin. Folikulitis, skin tag, molluscum contagiosum, iritasi setelah mencukur, dan beberapa gangguan kulit lain juga bisa menimbulkan benjolan yang sekilas tampak serupa. Karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya sebelum seseorang menyimpulkan bahwa dirinya mengalami HPV.

Bagaimana Kutil di Selangkangan Pria Menular ke Pasangan?

Kutil kelamin umumnya muncul akibat HPV tipe tertentu yang menginfeksi kulit dan mukosa area genital. Virus bisa berpindah saat kulit pasangan bersentuhan langsung dengan area yang terinfeksi.

Penularan tidak selalu memerlukan penetrasi atau pertukaran cairan tubuh. Aktivitas seperti menggesekkan area genital, seks vaginal, seks anal, seks oral, atau berbagi alat bantu seksual juga berisiko menyebarkan virus.

Menurut CDC, HPV menyebar melalui kontak intim antarkulit. Seseorang juga bisa menularkan virus meskipun tidak memiliki kutil atau gejala yang terlihat.

Area selangkangan yang tidak tertutup kondom tetap bisa bersentuhan dengan kulit pasangan. Kondisi inilah yang membuat penularan HPV masih mungkin terjadi walaupun seseorang sudah menggunakan kondom.

Apakah Semua Kutil di Selangkangan Berarti HPV?

Tidak selalu. Istilah “kutil” sering digunakan oleh pasien untuk menyebut berbagai jenis benjolan pada kulit. Padahal, beberapa kondisi berikut bisa menyerupai kutil kelamin:

  • Folikulitis atau peradangan pada folikel rambut.
  • Skin tag atau daging tumbuh.
  • Molluscum contagiosum.
  • Iritasi akibat bercukur atau gesekan.
  • Kista kulit.
  • Kutil biasa pada kulit.
  • Kondisi anatomi normal tertentu.

Kutil kelamin sering tampak sebagai benjolan kecil berwarna seperti kulit, merah muda, atau keabu-abuan. Permukaannya bisa halus, kasar, datar, menonjol, atau bergerombol menyerupai bunga kol. Kutil dapat muncul pada selangkangan, pangkal penis, batang penis, skrotum, sekitar anus, dan area kemaluan lainnya.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa kutil kelamin bisa tumbuh pada penis, skrotum, anus, area pubis, maupun saluran anus. Meski demikian, bentuk benjolan saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis.

Hindari mengoleskan obat kutil umum, cairan asam, atau bahan rumahan pada area kelamin tanpa arahan dokter. Kulit genital lebih sensitif sehingga tindakan tersebut berisiko menyebabkan iritasi, luka, atau infeksi sekunder.

Apakah Pasangan Pasti Akan Tertular?

Tidak. Paparan HPV tidak berarti pasangan pasti mengalami kutil kelamin. Risiko penularan dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:

1. Lokasi dan luas area yang terinfeksi

Kutil yang berada pada bagian kulit yang sering bersentuhan dengan pasangan meningkatkan kemungkinan paparan.

2. Ada atau tidaknya kutil yang terlihat

Kutil aktif menandakan adanya lesi klinis akibat HPV. Namun, tidak adanya kutil bukan jaminan bahwa virus sudah tidak ada atau tidak bisa menular.

3. Kondisi sistem imun

Respons kekebalan tubuh setiap orang berbeda. Sebagian orang tidak pernah mengalami kutil meskipun telah terpapar HPV, sedangkan orang lain baru melihat gejala beberapa minggu, bulan, atau bahkan lebih lama setelah paparan.

WHO menyebut sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan sistem imun biasanya membersihkan infeksi dalam satu hingga dua tahun. Namun, beberapa infeksi bisa menyebabkan kutil kelamin atau gangguan lain.

4. Jenis aktivitas seksual

Kontak langsung pada area genital yang tidak terlindungi meningkatkan peluang perpindahan virus. Risiko tetap ada pada hubungan seksual nonpenetratif apabila terjadi kontak kulit yang intens.

Apakah Kondom Bisa Mencegah Penularan?

Kondom membantu menurunkan risiko penularan HPV dan berbagai infeksi menular seksual lainnya. Akan tetapi, perlindungannya tidak mencapai 100 persen karena kondom hanya menutup sebagian area genital.

Kondom membantu melindungi seseorang dari HPV, tetapi tidak menutupi seluruh kulit di sekitar kemaluan. Karena itu, penularan masih mungkin terjadi melalui area yang tidak tertutup.

Gunakan kondom dengan benar sejak awal hingga akhir aktivitas seksual. Jangan memakai kondom yang sama untuk aktivitas seksual berbeda, dan bersihkan alat bantu seksual sesuai petunjuk sebelum digunakan kembali.

Jika masih ada kutil yang terlihat, pertimbangkan untuk menunda aktivitas seksual hingga menjalani pemeriksaan dan memperoleh arahan dokter. CDC menyarankan pasangan menghentikan hubungan seksual ketika salah satu pihak memiliki kutil kelamin yang terlihat.

Baca juga: Apakah Kondom Benar-Benar Melindungi dari Semua Penyakit Menular Seksual?

Perlukah Pasangan Ikut Memeriksakan Diri?

Pasangan sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan, terutama apabila:

  • Memiliki benjolan, gatal, luka, atau perubahan kulit di area genital.
  • Pernah melakukan kontak seksual dengan pasangan yang terdiagnosis kutil kelamin.
  • Merasa khawatir terhadap paparan infeksi menular seksual.
  • Memiliki pasangan seksual baru atau lebih dari satu pasangan.
  • Belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan seksual.
  • Memerlukan evaluasi skrining serviks sesuai usia dan rekomendasi dokter.

Pemeriksaan pasangan tidak selalu berarti harus menjalani tes HPV. CDC tidak merekomendasikan tes HPV rutin khusus untuk pasangan seksual seseorang yang memiliki kutil kelamin. Namun, pasangan bisa memperoleh manfaat dari pemeriksaan fisik serta tes IMS lain berdasarkan riwayat dan faktor risikonya.

Dokter akan menentukan pemeriksaan yang relevan setelah melakukan wawancara medis. Jenis pemeriksaan antara pria dan wanita juga bisa berbeda.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Jika Menemukan Kutil?

Jangan memencet, memotong, mengikat, membakar, atau mencukur tepat di atas benjolan. Tindakan tersebut bisa memicu luka dan menyulitkan dokter dalam menilai bentuk lesi.

Sampaikan kondisi tersebut kepada pasangan secara jujur tanpa langsung menuduh atau menyimpulkan kapan penularan terjadi. Kutil kelamin bisa muncul lama setelah seseorang terpapar HPV. Kemunculan kutil saat ini tidak selalu menunjukkan adanya penularan yang baru terjadi atau perselingkuhan.

Selanjutnya, jadwalkan pemeriksaan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Dokter bisa membedakan kutil kelamin dari kondisi kulit lain, menilai lokasi serta jumlah lesi, dan membahas pilihan terapi yang sesuai.

Pemeriksaan dan Penanganan Kutil Selangkangan Pria di DVX Medical Jakarta

Benjolan di area intim sering menimbulkan rasa cemas, malu, atau khawatir menularkannya kepada pasangan. Meski demikian, menunda pemeriksaan justru membuat penyebab keluhan tetap tidak jelas.

DVX Medical Jakarta menyediakan konsultasi privat untuk keluhan kutil, benjolan, luka, gatal, dan perubahan kulit pada area genital. Dokter spesialis kami akan melakukan evaluasi secara profesional dengan memperhatikan kenyamanan serta kerahasiaan pasien.

Penanganan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan, ukuran dan lokasi lesi, jumlah kutil, kondisi kulit, serta riwayat kesehatan pasien. Dokter juga bisa memberikan edukasi mengenai risiko penularan, perawatan setelah tindakan, kebutuhan pemeriksaan IMS lain, dan langkah yang perlu dibicarakan bersama pasangan.

Konsultasikan keluhan sedini mungkin di DVX Medical Jakarta agar Anda memperoleh diagnosis yang tepat dan rencana penanganan yang sesuai, bukan sekadar mengandalkan foto atau informasi dari internet.

1. Apakah kutil kelamin bisa menular hanya dengan menyentuhnya?

Kontak langsung dengan area genital yang terinfeksi berisiko menularkan HPV, terutama bila kontak terjadi secara intim. Sentuhan biasa pada kulit tangan umumnya memiliki konteks risiko yang berbeda dibandingkan kontak seksual antarkulit.

2. Apakah mencukur bulu kemaluan bisa menyebarkan kutil?

Mencukur di sekitar lesi bisa menimbulkan luka kecil dan memindahkan partikel virus ke area kulit sekitar. Hindari mencukur langsung di atas benjolan sebelum dokter memeriksanya.

3. Apakah pasangan yang tidak memiliki benjolan berarti tidak tertular?

Belum tentu. HPV sering tidak menimbulkan gejala. Pasangan mungkin sudah terpapar meskipun tidak melihat kutil atau perubahan kulit.

4. Apakah kutil yang sudah hilang berarti tidak lagi menular?

Risiko penularan bisa menurun setelah kutil menghilang, tetapi tidak ada waktu pasti yang berlaku untuk semua orang. Ikuti arahan dokter mengenai aktivitas seksual setelah terapi.

5. Apakah kutil kelamin selalu berbahaya atau menjadi kanker?

Tipe HPV yang paling sering menyebabkan kutil kelamin umumnya berbeda dari tipe berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker. Namun, pemeriksaan tetap penting untuk memastikan jenis keluhan dan menilai kebutuhan skrining.

6. Apakah vaksin HPV masih berguna jika pernah memiliki kutil kelamin?

Vaksin tidak mengobati kutil yang sudah ada, tetapi bisa memberikan perlindungan terhadap tipe HPV tertentu yang belum pernah menginfeksi seseorang. Konsultasikan usia, riwayat vaksinasi, dan manfaatnya dengan dokter.

7. Apakah pasangan perlu diobati jika tidak memiliki kutil?

Pasangan tanpa lesi tidak otomatis memerlukan terapi kutil. Namun, dokter bisa menyarankan pemeriksaan fisik, skrining serviks, atau tes IMS lain sesuai kondisi masing-masing.

Referensi

  1. CDC. About Genital HPV Infection. 2025
  2. CDC. Anogenital Warts: STI Treatment Guidelines.2021
  3. WHO. Human Papillomavirus and Cancer. 2024
  4. Mayo Clinic – Genital Warts: Symptoms and Causes

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat, periksakan keluhan Anda kepada dokter spesialis kulit dan kelamin Sp.KK atau Sp.DVE di DVX Medical Jakarta.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Apakah Kutil di Selangkangan Pria Selalu Disebabkan HPV?
Kemunculan kutil di selangkangan pria sering langsung dikaitkan dengan infeksi human papillomavirus atau HPV . Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah karena HPV memang menjadi penyebab utama kutil kelamin. Namun, tidak setiap benjolan atau pertumbuhan kulit di selangkangan merupakan kutil kelamin akibat HPV. Beberapa kondisi kulit lain, seperti skin tag, molluscum contagiosum, folikulitis, kista, atau iritasi setelah mencukur, bisa menimbulkan benjolan yang sekilas tampak serupa. Karena bentuknya sulit dibedakan hanya melalui pengamatan sendiri, pemeriksaan dokter diperlukan sebelum menentukan penyebab dan penanganannya.