Jamur Selangkangan Sering Kambuh: Apa Penyebabnya?
Rabu, 28 Okt 2026

Ruam dan gatal di selangkangan sempat hilang, tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian muncul lagi di area yang sama. Situasi seperti ini cukup sering membuat orang bertanya mengapa jamur selangkangan sering kambuh, padahal sebelumnya sudah memakai obat antijamur. Kekambuhan bukan hanya soal obat yang &ldquokurang kuat&rdquo. Infeksi bisa muncul kembali karena area selangkangan tetap lembap, jamur berasal dari bagian tubuh lain, ada paparan ulang, atau keluhan sejak awal bukan tinea cruris . Pada kasus tertentu, dokter perlu memastikan penyebabnya sebelum menentukan terapi selanjutnya.

Tinea Cruris vs Kandidiasis: Apa Perbedaan Ruam di Selangkangan?
Rabu, 28 Okt 2026

Ruam merah dan gatal di selangkangan sering dianggap sebagai satu jenis &ldquojamur kulit&rdquo. Padahal, dua infeksi jamur yang bisa muncul di area ini adalah tinea cruris dan kandidiasis. Keduanya menyukai area hangat dan lembap, tetapi berasal dari kelompok jamur yang berbeda dan memiliki pola ruam yang tidak sama. Perbedaan tinea cruris vs kandidiasis penting dikenali karena penyebab serta pilihan terapinya perlu disesuaikan. Bentuk ruam memang memberi petunjuk, tetapi gejala saja belum cukup untuk memastikan diagnosis. Dokter perlu menilai lokasi, pola lesi, faktor risiko, serta riwayat keluhan sebelum menentukan penanganan. Baca juga: 5 Jenis Infeksi Jamur Kulit yang Sering Dialami dan Cara Pencegahannya

Bercak Bulat dan Gatal? Kenali Perbedaan Kurap dan Eksim
Sabtu, 24 Okt 2026

Bercak bulat yang terasa gatal sering langsung dianggap sebagai kurap. Padahal, keluhan seperti ini juga bisa muncul pada jenis eksim tertentu, terutama eksim numular atau nummular eczema. Wajar jika banyak orang sulit menentukan apakah bercak tersebut termasuk kurap atau eksim. Meski terlihat mirip, penyebab dan cara mengobatinya berbeda. Memahami perbedaan kurap dan eksim penting agar tidak salah memilih obat. Jika bercak terus muncul, menyebar, atau semakin gatal, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu memastikan penyebabnya.

Tes Gonore dan Klamidia: Kapan Sebaiknya Dilakukan Setelah Paparan?
Jumat, 23 Okt 2026

Baru mengalami hubungan seksual yang berisiko lalu ingin segera memastikan kondisi? Waktu tes perlu menjadi perhatian. Tes gonore dan klamidia yang terlalu dekat dengan waktu paparan berisiko belum menangkap infeksi yang masih sangat awal. Sejumlah layanan kesehatan seksual NHS menggunakan masa jendela sekitar dua minggu setelah paparan untuk pemeriksaan klamidia dan gonore. Namun, Anda tidak perlu menunggu dua minggu bila muncul gejala. Dokter bisa menilai keluhan lebih awal, memilih tes yang sesuai, lalu menyarankan tes ulang bila diperlukan. Selain waktu, lokasi paparan juga penting. Riwayat seks vaginal, anal, atau oral membantu dokter menentukan jenis sampel dan lokasi tubuh yang perlu diperiksa.

Pasangan Memiliki Herpes Genital: Bagaimana Mengurangi Risiko Penularan?
Jumat, 23 Okt 2026

Mengetahui pasangan terkena herpes genital sering memunculkan pertanyaan tentang keamanan hubungan seksual. Apakah pasangan yang tidak terinfeksi pasti akan tertular? Apakah hubungan intim masih aman? Herpes genital memang bisa menular melalui kontak seksual, termasuk saat tidak ada luka yang terlihat. Namun, pasangan bisa mengambil beberapa langkah untuk mencegah penularan herpes genital atau setidaknya menekan risikonya. Strategi ini mencakup mengenali tanda kekambuhan, menghindari hubungan seksual pada waktu tertentu, memakai kondom secara konsisten, hingga membahas terapi antivirus dengan dokter.

DVX Medical, Dokter Spesialis Kelamin Jakarta untuk Keluhan Setelah Hubungan Berisiko
Jumat, 23 Okt 2026

Keluhan setelah hubungan seksual berisiko bisa muncul dalam bentuk yang sangat beragam. Sebagian orang mengalami nyeri saat buang air kecil, luka, ruam, atau cairan dari kelamin, sementara sebagian lainnya tidak merasakan perubahan apa pun. Perbedaan ini membuat penilaian risiko IMS tidak cukup berdasarkan gejala. Dokter spesialis kelamin Jakarta akan menilai riwayat paparan, waktu kontak seksual, serta faktor risiko lain untuk menentukan apakah pasien perlu menjalani pemeriksaan dan tes tertentu. Artikel ini membahas kapan konsultasi perlu dipertimbangkan, jenis pemeriksaan yang mungkin dibutuhkan, serta waktu tes IMS yang sesuai setelah hubungan berisiko.

Tes IMS Privat di DVX Medical Jakarta: Pemeriksaan Apa Saja yang Bisa Dilakukan?
Jumat, 23 Okt 2026

Tes infeksi menular seksual (IMS) bukan satu jenis pemeriksaan untuk mendeteksi semua infeksi sekaligus. Jenis tes perlu disesuaikan dengan riwayat kontak seksual, bagian tubuh yang terpapar, gejala, waktu sejak paparan, serta faktor risiko lain. Karena itu, tes IMS privat Jakarta idealnya diawali dengan konsultasi medis. Dokter akan menilai risiko lalu menentukan pemeriksaan yang relevan, misalnya tes HIV atau sifilis, serta tes untuk gonore dan klamidia bila ada indikasi. Beberapa keluhan juga memerlukan pemeriksaan fisik atau sampel dari area tertentu, bukan hanya tes darah.

Perbedaan Waktu Penyembuhan Kutil Kelamin Berdasarkan Jenis Treatmentnya
Jumat, 23 Okt 2026

Kutil kelamin yang tidak kunjung hilang atau kembali muncul setelah pengobatan sering menimbulkan kekhawatiran. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah, berapa lama waktu penyembuhan kutil kelamin setelah menjalani treatment? Durasi penyembuhan tidak sama pada setiap orang. Ada kutil yang mulai membaik setelah satu tindakan, tetapi ada juga yang memerlukan beberapa kali treatment. Perbedaan ini dipengaruhi oleh ukuran dan jumlah kutil, lokasinya, kondisi tubuh, serta jenis terapi yang digunakan. Kutil kelamin sendiri bisa ditangani dengan beberapa metode, mulai dari obat oles, krioterapi, elektrokauter, tindakan bedah, hingga laser. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan metode yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Raja Singa, Berawal dari Luka Kecil hingga Infeksi yang Bisa Menyerang Sistem Saraf
Kamis, 22 Okt 2026

Luka kecil di area genital yang tidak terasa sakit sering dianggap sepele. Apalagi jika luka tersebut kemudian menghilang sendiri. Namun, kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu tanda awal raja singa atau sifilis. Tidak semua orang langsung menyadari infeksi ini karena gejala raja singa pada tahap awal bisa sangat ringan. Bahkan, ada yang hampir tidak merasakan keluhan. Meski begitu, sifilis perlu ditangani sejak dini karena infeksinya bisa berkembang dan memengaruhi bagian tubuh lain. Kabar baiknya, sifilis termasuk infeksi yang bisa diobati. Pemeriksaan lebih awal membantu dokter menentukan kondisi dan terapi yang sesuai sebelum muncul komplikasi.

Hasil Tes HIV Sudah Keluar? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan
Kamis, 22 Okt 2026

Menunggu hasil tes HIV bisa membuat cemas. Setelah hasil keluar, istilah seperti reaktif, nonreaktif, positif, atau negatif juga sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi jika ini pertama kalinya melakukan pemeriksaan HIV. Namun, hasil tes tidak sebaiknya langsung disimpulkan sendiri. Arti hasil bisa dipengaruhi oleh jenis pemeriksaan, waktu tes dilakukan, dan jarak antara tes dengan kemungkinan paparan HIV. Memahami arti hasil tes HIV dengan benar membantu menentukan langkah berikutnya. Dalam beberapa kondisi, hasil sudah cukup untuk memberikan gambaran. Pada kondisi lain, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan ulang atau tes lanjutan.

Ciri-Ciri Tahi Lalat Berbahaya yang Perlu Segera Ditangani Dokter
Kamis, 22 Okt 2026

Tahi lalat yang berubah bentuk, membesar, atau tiba-tiba berdarah bisa menimbulkan kekhawatiran. Meski tidak selalu menandakan kanker, perubahan tersebut perlu diperhatikan karena dapat menyerupai gejala melanoma, salah satu jenis kanker kulit. Mengenali ciri-ciri tahi lalat berbahaya sejak dini membantu mengetahui kapan perubahan pada kulit perlu diperiksa oleh dokter agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat. Tahi lalat normal umumnya memiliki warna seragam, bentuk bulat atau oval, dan ukuran yang relatif stabil. Sebaliknya, perubahan pada bentuk, warna, ukuran, atau permukaan, serta munculnya rasa gatal, nyeri, dan perdarahan, perlu diwaspadai. Meski begitu, ciri tahi lalat kanker tidak dapat dipastikan hanya dari tampilannya, sehingga pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Suntik HPV Jadi Birthday Treat yang Viral, Tren Baru di Kalangan Gen Z
Rabu, 21 Okt 2026

Ulang tahun kini tak selalu dirayakan dengan makan besar atau liburan, karena sebagian Gen Z mulai memilih hadiah yang lebih bermakna bagi kesehatan, salah satunya vaksin HPV. Tren birthday treat ini menarik perhatian karena HPV (Human Papillomavirus) merupakan virus yang sangat umum menular melalui kontak seksual. WHO menyebut hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV setidaknya sekali seumur hidup. Meski sebagian besar infeksi dapat hilang dengan sendirinya, beberapa tipe HPV bisa bertahan dan meningkatkan risiko kanker. Pada 2019, HPV diperkirakan menyebabkan sekitar 620.000 kasus kanker pada perempuan dan 70.000 kasus pada laki-laki di seluruh dunia. Karena itu, suntik HPV bukan sekadar tren, melainkan langkah pencegahan untuk membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap tipe HPV tertentu, meski tidak dapat mengobati infeksi yang sudah ada.