1. Skin Tag
Skin tag atau acrochordon merupakan pertumbuhan kulit jinak yang biasanya berwarna sama dengan kulit. Bentuknya cenderung lunak, menggantung, dan memiliki tangkai kecil.
Skin tag sering muncul pada area yang mengalami gesekan berulang, termasuk leher, ketiak, serta selangkangan. Berbeda dari kutil kelamin, skin tag bukan infeksi menular seksual dan tidak menular kepada pasangan. Cleveland Clinic menyebut skin tag sebagai pertumbuhan kulit nonkanker yang kerap terbentuk di area tempat kulit saling bergesekan.
2. Molluscum Contagiosum
Molluscum contagiosum merupakan infeksi kulit akibat poxvirus. Kondisi ini menimbulkan benjolan kecil, padat, licin, dan sering memiliki cekungan di bagian tengah.
Pada orang dewasa, molluscum di sekitar genital bisa menular melalui kontak seksual. Namun, virus penyebabnya berbeda dari HPV. Menurut American Academy of Dermatology, benjolan molluscum yang menyebar melalui kontak seksual sering muncul pada atau di sekitar area genital.
3. Folikulitis
Folikulitis terjadi saat folikel rambut mengalami peradangan. Kondisi ini sering muncul setelah mencukur rambut kemaluan, berkeringat, memakai pakaian ketat, atau mengalami gesekan.
Benjolannya biasanya tampak seperti jerawat kecil. Sebagian terasa nyeri, kemerahan, gatal, atau berisi nanah. Folikulitis lebih sering tumbuh tepat di sekitar rambut, berbeda dari kutil kelamin yang tidak selalu berhubungan dengan folikel rambut.
4. Rambut Tumbuh ke Dalam
Rambut tumbuh ke dalam atau ingrown hair juga sering muncul setelah mencukur atau mencabut rambut. Benjolannya bisa kemerahan, terasa nyeri saat disentuh, dan terkadang memperlihatkan rambut yang terperangkap di bawah kulit.
Memencet benjolan berisiko memperparah iritasi atau memicu infeksi bakteri.
5. Kista Kulit
Kista merupakan kantong berisi cairan, keratin, atau material lain di bawah permukaan kulit. Benjolan biasanya terasa lebih bulat dan berada lebih dalam dibandingkan kutil. Beberapa kista tidak menimbulkan keluhan, tetapi kista yang meradang bisa terasa nyeri, hangat, serta membesar.
Baca juga: Benjolan di Penis: Kutil Kelamin atau Bukan? Kenali Perbedaannya