1. Jika pria terkena kutil kelamin, apakah pasangannya pasti tertular?
Tidak selalu. Namun, pasangan mungkin sudah terpapar HPV meski belum muncul kutil atau keluhan. Pemeriksaan membantu menilai kondisi secara langsung.
2. Apakah pasangan tanpa gejala tetap perlu ke dokter?
Ya, terutama bila pasangan masih aktif berhubungan seksual. HPV dan kutil kelamin tidak selalu menimbulkan gejala yang mudah terlihat.
3. Apakah kutil kelamin berarti pasangan tidak setia?
Tidak. Kutil kelamin bisa muncul lama setelah paparan HPV. Dokter tidak bisa menentukan waktu pasti infeksi terjadi hanya dari munculnya kutil.
4. Apakah pasangan perlu menjalani tes HPV?
Tidak selalu. Tes HPV bukan pemeriksaan rutin untuk semua pasangan dari pasien kutil kelamin. Dokter akan menilai kebutuhan skrining berdasarkan jenis kelamin, usia, kondisi, dan riwayat kesehatan.
5. Apakah boleh tetap berhubungan seksual saat ada kutil kelamin?
Sebaiknya tunda hubungan seksual sampai dokter mengevaluasi kondisi dan memberikan arahan. Risiko penularan masih ada selama terdapat kutil atau lesi aktif.
6. Apakah kondom bisa mencegah penularan HPV sepenuhnya?
Tidak sepenuhnya. Kondom membantu menurunkan risiko, tetapi HPV dapat menular melalui kontak pada area kulit yang tidak tertutup kondom.
7. Apakah kutil kelamin bisa hilang sendiri?
Pada sebagian kasus, kutil dapat menetap, bertambah, atau berkurang sendiri. Namun, pemeriksaan dokter tetap penting untuk memastikan diagnosis dan menentukan perlu tidaknya terapi.
8. Kapan pasangan perlu segera memeriksakan diri?
Segera konsultasi bila muncul benjolan, gatal, nyeri, perdarahan, luka pada area genital, atau bila sedang hamil.