Tidak selalu. Dan memahami mengapa tidak adalah bagian paling penting dari artikel ini.
Banyak pasien mengasumsikan bahwa rasa gatal yang lebih kuat berarti peradangan yang lebih aktif. Hubungan tersebut ada, tetapi tidak sesederhana itu.
Bayangkan situasi ini: kulit seseorang dapat terlihat hampir sama pada pukul dua siang dan pukul dua pagi. Kemerahan yang sama, area yang sama, tingkat peradangan yang secara visual tidak berbeda. Namun pengalaman yang dirasakan bisa sangat berbeda. Pada siang hari, perhatian terbagi oleh pekerjaan, percakapan, layar, dan berbagai aktivitas lain. Pada pukul dua pagi, tidak ada yang mengalihkan perhatian dari sensasi yang sama.
Yang sering berubah pada malam hari bukan tingkat peradangannya, melainkan jumlah perhatian yang dapat diberikan otak kepada sensasi gatal.
Ini bukan berarti gejalanya tidak nyata. Gejalanya sangat nyata. Tapi 'terasa lebih parah' tidak selalu sama dengan 'sedang semakin parah'.
Yang perlu dievaluasi bukan satu atau dua malam yang buruk. Yang perlu dievaluasi adalah tren jangka panjang: apakah frekuensi flare meningkat, apakah area yang terlibat semakin luas, apakah kebutuhan terapi meningkat dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Apakah Eksim Disebabkan oleh Stres? Memahami Siklus Stres, Gatal, dan Kurang Tidur