Tabel berikut adalah gambaran orientasi umum, bukan algoritma terapi. Tujuannya adalah membantu pasien memahami kategori kondisinya sebelum berkonsultasi dengan dokter spesialis.
| KONDISI UMUM | LUAS PENYAKIT | LANGKAH BERIKUTNYA |
| Ringan, area terbatas | Terlokalisasi | Optimasi terapi topikal, tacrolimus, pimekrolimus |
| Lesi lokal membandel | Terlokalisasi | Pertimbangan terapi bertarget seperti excimer laser |
| Sedang hingga berat | Lebih luas | Evaluasi terapi sistemik atau biologik |
| Eksim Tetap Mengganggu Meski Sudah Berobat | Bervariasi | Evaluasi ulang strategi pengobatan secara menyeluruh |
Tabel ini hanya gambaran umum. Keputusan terapi tetap ditentukan berdasarkan evaluasi individual oleh dokter spesialis, bukan berdasarkan tabel orientasi.
Untuk pasien yang belum pernah mengoptimalkan terapi topikal: sebelum eskalasi ke terapi yang lebih kuat, penting memastikan terapi topikal yang ada sudah digunakan dengan benar, dosis yang tepat, dan konsisten. Banyak kasus yang tampak tidak merespons sebenarnya belum dioptimalkan.
Untuk pasien dengan lesi terlokalisasi yang tidak merespons topikal, calcineurin inhibitor seperti tacrolimus atau pimekrolimus adalah langkah yang sering dipertimbangkan sebelum eskalasi lebih jauh.
Untuk lesi lokal yang persisten meski terapi topikal sudah optimal, terapi bertarget seperti excimer laser dapat dipertimbangkan.
Untuk penyakit sedang hingga berat yang lebih luas, evaluasi untuk terapi sistemik atau biologik adalah langkah berikutnya. Dupilumab adalah terapi biologik yang saat ini paling banyak digunakan untuk dermatitis atopik sedang hingga berat.
Baja Juga: Tacrolimus untuk Eksim (Dermatitis Atopik): Manfaat dan Risiko