DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 11.00 - 17.00 | Sabtu: 09.00 - 14.00

Eksim Menular atau Tidak? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

Eksim Menular atau Tidak? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

Selasa, 17 Mar 2026
Pernahkah Anda melihat seseorang dengan kulit kemerahan, bersisik, atau tampak basah bernanah, lalu secara refleks ingin menjaga jarak? Reaksi ini sangat manusiawi, tapi belum tentu tepat secara medis. Salah satu pertanyaan yang paling sering dicari di internet adalah: apakah eksim menular?

Jawaban singkatnya: tidak. Eksim bukan penyakit menular. Namun di balik jawaban sederhana itu, ada banyak fakta penting yang perlu Anda pahami agar tidak salah kaprah, baik sebagai penderita maupun orang-orang di sekitarnya.

Apa Itu Eksim?

Eksim, atau dalam istilah medis disebut dermatitis atopik, adalah kondisi peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit terasa gatal, kering, kemerahan, dan terkadang muncul ruam bersisik. Kondisi ini bisa muncul di bagian tubuh mana saja, mulai dari wajah, leher, lipatan siku, belakang lutut, hingga telapak tangan.

Eksim termasuk kondisi yang sangat umum. Di Indonesia, sebagian anak-anak dan orang dewasa pernah mengalami dermatitis atopik. Penting dipahami sejak awal bahwa eksim bukan penyakit infeksi. Artinya tidak ada kuman, bakteri, atau virus penyebab eksim yang bisa berpindah dari satu orang ke orang lain.

Jadi, Apakah Eksim Menular?

Secara tegas, eksim tidak menular. Anda tidak bisa tertular eksim dari seseorang hanya karena:
  • Menyentuh atau berjabat tangan dengan penderita
  • Menggunakan handuk atau pakaian yang sama
  • Berenang di kolam renang yang sama
  • Berpelukan atau berciuman
  • Menghirup udara di sekitar penderita
Menurut Cleveland Clinic dan National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), eksim adalah kondisi yang berasal dari dalam tubuh penderita itu sendiri, bukan dari paparan kuman dari luar. Karena itu, tidak ada alasan medis untuk menjauhi atau mendiskriminasi seseorang hanya karena ia menderita eksim.

Sayangnya, stigma sosial terhadap penderita eksim masih cukup umum terjadi. Padahal kondisi ini sama sekali tidak membahayakan orang lain di sekitarnya.


Lalu Apa Penyebab Eksim Sebenarnya?

Kalau bukan karena infeksi, apa yang menyebabkan eksim? Ada dua faktor utama yang berperan besar.

Faktor Genetik dan Gangguan Skin Barrier

Penelitian yang dipublikasikan di NCBI (National Center for Biotechnology Information) menunjukkan bahwa salah satu faktor risiko terkuat eksim atopik adalah mutasi pada gen filaggrin (FLG). Gen ini bertugas menghasilkan protein yang menjaga kelembapan dan keutuhan lapisan luar kulit. Ketika gen ini bermutasi, lapisan pelindung kulit menjadi lemah sehingga kulit lebih mudah kering, iritasi, dan bereaksi terhadap pemicu dari lingkungan.

Sekitar 20-30% penderita eksim atopik diketahui memiliki mutasi gen FLG, dibandingkan hanya 8-10% pada populasi umum. Ini juga menjelaskan mengapa eksim cenderung bersifat turun-temurun dalam keluarga.

Gangguan Sistem Imun

Selain genetik, sistem imun yang terlalu reaktif juga berperan penting. Pada penderita eksim, sistem imun cenderung merespons hal-hal yang seharusnya tidak berbahaya (seperti debu atau bahan tertentu) secara berlebihan, sehingga memicu peradangan di kulit.

Kondisi ini sering muncul bersama gangguan atopik lainnya seperti asma dan rinitis alergi, yang dikenal sebagai trias atopik.

Faktor Pemicu dari Lingkungan

Meski bukan penyebab langsung, berbagai faktor berikut bisa memperparah atau memicu kekambuhan eksim:
  • Sabun keras dan detergen
  • Debu, tungau, dan bulu hewan peliharaan
  • Cuaca ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin
  • Stres emosional
  • Keringat berlebih
  • Beberapa jenis makanan tertentu pada kasus yang sensitif

Eksim Bisa Menyebar di Tubuh Sendiri

Salah satu hal yang sering disalahartikan sebagai "penularan" adalah ketika ruam eksim tampak meluas ke area baru di tubuh penderita. Ini bukan proses penularan, melainkan respons peradangan yang meluas akibat garukan atau flare-up yang tidak terkontrol.

Semakin sering area yang gatal digaruk, semakin luas area kulit yang mengalami kerusakan dan peradangan. Lokasi yang paling umum terdampak perluasan ini adalah lipatan siku, belakang lutut, leher, pergelangan tangan, dan wajah.

Jadi ketika seseorang berkata eksim mereka "menyebar", yang dimaksud adalah perluasan kondisi di tubuhnya sendiri, bukan penularan ke orang lain.

Waspada Komplikasi Eksim yang Bisa Menular

Meski eksim itu sendiri tidak menular, ada satu hal penting yang perlu diwaspadai: komplikasi infeksi sekunder pada eksim.
Kulit yang rusak akibat eksim dan sering digaruk menjadi rentan terhadap masuknya kuman dari luar. Komplikasi ini yang berpotensi menular, bukan eksimnya.

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus adalah yang paling umum terjadi. Gejalanya meliputi kulit yang semakin merah, muncul nanah, berkerak berwarna kekuningan, dan terasa panas saat disentuh.

Komplikasi yang lebih serius adalah eczema herpeticum, yaitu kondisi ketika virus herpes simpleks (HSV) masuk melalui lesi kulit eksim yang terbuka. Kondisi ini ditandai dengan lepuhan bergerombol yang menyebar cepat, demam tinggi, dan rasa sakit yang hebat. Menurut DermNet NZ dan penelitian yang dipublikasikan di NCBI, eczema herpeticum tergolong kedaruratan medis yang memerlukan penanganan segera, terutama pada bayi, anak kecil, dan pasien dengan sistem imun lemah.

Kesimpulan: bukan eksimnya yang menular, tetapi infeksi sekunder di atasnya yang berpotensi menular ke orang lain.

Mitos vs Fakta Eksim yang Masih Beredar

MitosFakta
Eksim bisa menular lewat sentuhanEksim tidak menular sama sekali
Eksim disebabkan kurang menjaga kebersihanEksim berkaitan dengan genetik dan sistem imun, bukan kebersihan
Eksim hanya dialami anak-anakEksim bisa muncul pertama kali di usia dewasa
Eksim pasti sembuh totalEksim adalah kondisi kronis yang bisa dikelola dengan baik
Cukup pakai salep warung untuk mengatasi eksimPenanganan yang tidak tepat bisa memperburuk kondisi dan memicu komplikasi

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Kulit?

Eksim ringan memang bisa dibantu dengan penggunaan pelembap secara rutin dan menghindari faktor pemicu. Namun ada kondisi-kondisi tertentu yang sebaiknya tidak ditunda untuk dikonsultasikan ke dokter spesialis kulit:
  • Eksim tidak membaik setelah 1-2 minggu perawatan mandiri
  • Muncul tanda infeksi seperti nanah, demam, atau lepuhan bergerombol
  • Gatal yang sangat hebat hingga mengganggu kualitas tidur
  • Eksim muncul di area sensitif seperti wajah, kelopak mata, atau area genital
  • Kondisi semakin meluas atau sering kambuh
Klinik DVX Medical Jakarta hadir dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK / Sp.DVE) berpengalaman. Kami memberikan penanganan berbasis bukti medis untuk berbagai kondisi kulit termasuk eksim, mulai dari diagnosis yang tepat hingga rencana pengobatan yang personal sesuai kondisi masing-masing pasien. Jangan tunggu hingga parah, segera hubungi kami untuk buat janji temu konsultasi melalui kontak Whatsapp. Anda juga bisa kunjungi langsung klinik DVX Medical Jakarta di alamat Jl. Hang Lekir 2 No.15B, Gunung, Kec. Kby. Baru, Jakarta Selatan.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Waspada Ruam Kulit! Ini Perbedaan Eksim dan Alergi yang Wajib Anda Tahu

Ruam kulit bisa menjadi tanda awal dari berbagai kondisi kes...

Kapan Harus ke Dokter? Ini Tanda-Tanda Keputihan yang Perlu Diwaspadai

Keputihan adalah kondisi yang umum terjadi pada wanita dan b...

Mengatasi HIV dengan Obat Antiretroviral: Informasi yang Perlu Anda Ketahui

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan salah satu peny...

Keputihan sebagai Tanda Infeksi Menular Seksual (IMS), Apa yang Perlu Diketahui Wanita

Keputihan merupakan kondisi yang umum dialami oleh wanita da...

Kenapa Berat Badan Susah Turun? Ini Penyebab yang Harus Anda Ketahui

Memiliki tubuh ideal dan sehat adalah impian banyak orang. N...

Send Message