Kalau bukan karena infeksi, apa yang menyebabkan eksim? Ada dua faktor utama yang berperan besar.
Faktor Genetik dan Gangguan Skin Barrier
Penelitian yang dipublikasikan di NCBI (National Center for Biotechnology Information) menunjukkan bahwa salah satu faktor risiko terkuat eksim atopik adalah mutasi pada gen filaggrin (FLG). Gen ini bertugas menghasilkan protein yang menjaga kelembapan dan keutuhan lapisan luar kulit. Ketika gen ini bermutasi, lapisan pelindung kulit menjadi lemah sehingga kulit lebih mudah kering, iritasi, dan bereaksi terhadap pemicu dari lingkungan.
Sekitar 20-30% penderita eksim atopik diketahui memiliki mutasi gen FLG, dibandingkan hanya 8-10% pada populasi umum. Ini juga menjelaskan mengapa eksim cenderung bersifat turun-temurun dalam keluarga.
Gangguan Sistem Imun
Selain genetik, sistem imun yang terlalu reaktif juga berperan penting. Pada penderita eksim, sistem imun cenderung merespons hal-hal yang seharusnya tidak berbahaya (seperti debu atau bahan tertentu) secara berlebihan, sehingga memicu peradangan di kulit.
Kondisi ini sering muncul bersama gangguan atopik lainnya seperti asma dan rinitis alergi, yang dikenal sebagai trias atopik.
Faktor Pemicu dari Lingkungan
Meski bukan penyebab langsung, berbagai faktor berikut bisa memperparah atau memicu kekambuhan eksim:
- Sabun keras dan detergen
- Debu, tungau, dan bulu hewan peliharaan
- Cuaca ekstrem, baik terlalu panas maupun terlalu dingin
- Stres emosional
- Keringat berlebih
- Beberapa jenis makanan tertentu pada kasus yang sensitif