Secara medis, tinea pedis merupakan infeksi kulit kaki yang umumnya disebabkan oleh kelompok jamur dermatofita. Infeksi paling sering mengenai area di antara jari kaki, meskipun telapak dan bagian lain kaki juga dapat terdampak.
Beberapa kebiasaan penyebab jamur kaki sebenarnya dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.
1. Membiarkan Kaki Lembap atau Basah Terlalu Lama
Apakah kaki lembap menyebabkan jamur? Kelembapan tidak menciptakan jamur dengan sendirinya, tetapi lingkungan yang lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur setelah terjadi paparan.
Kaki yang tidak dikeringkan dengan baik setelah mandi, berenang, atau berolahraga dapat mempertahankan kondisi lembap, terutama di sela jari. CDC menyarankan menjaga kaki serta sela jari tetap bersih dan kering sebagai salah satu langkah penting untuk mencegah dan mengendalikan tinea pedis.
2. Memakai Sepatu Tertutup Terlalu Lama
Memakai sepatu bukan secara langsung menjadi penyebab jamur di kaki. Masalahnya muncul ketika sepatu tertutup menciptakan lingkungan hangat, gelap, dan lembap akibat keringat.
Literatur medis mencatat penggunaan alas kaki yang tertutup atau oklusif dalam waktu lama sebagai salah satu faktor risiko jamur kaki. American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan memberi kesempatan sepatu mengering sebelum kembali digunakan.
Jika pekerjaan mengharuskan Anda menggunakan sepatu tertutup seharian, usahakan menjaga kaki tetap kering dan gunakan alas kaki yang memungkinkan sirkulasi udara jika kondisi memungkinkan.
3. Berjalan Tanpa Alas Kaki di Tempat Umum yang Lembap
Kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di kamar mandi umum, kolam renang, ruang ganti, atau fasilitas olahraga juga dapat meningkatkan risiko paparan.
AAD merekomendasikan penggunaan sandal atau alas kaki tahan air di area seperti shower bersama, ruang ganti, serta sekitar kolam renang. Jamur dapat bertahan pada permukaan yang terkontaminasi dan berpindah ketika kulit melakukan kontak dengannya.
Karena alasan tersebut, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di tempat lembap menjadi salah satu faktor yang sering dibahas ketika mencari penyebab kutu air di kaki.
4. Kurang Menjaga Kebersihan Kaki
Tidak membersihkan kaki secara rutin serta membiarkannya dalam keadaan lembap dapat menciptakan kondisi yang mendukung infeksi.
Sebuah expert panel review tahun 2024 mengenai dermatofitosis juga memasukkan kebersihan yang kurang baik, lingkungan panas dan lembap, serta penggunaan pakaian atau perlengkapan yang oklusif sebagai faktor risiko infeksi dermatofita. Secara keseluruhan, dermatofitosis diperkirakan memengaruhi sekitar 25% populasi global, meskipun angka tersebut mencakup berbagai jenis infeksi dermatofita dan bukan hanya tinea pedis.
Menjaga kebersihan bukan berarti mencuci kaki berulang kali. Hal yang tidak kalah penting adalah mengeringkannya, terutama pada area jamur di sela jari kaki sering berkembang.
5. Jarang Mengganti Kaus Kaki yang Lembap atau Berkeringat
Kaus kaki yang basah karena keringat dapat mempertahankan kelembapan di sekitar kaki selama berjam-jam.
AAD menganjurkan mengganti kaus kaki setiap hari dan lebih sering apabila kaus kaki sudah basah. Memilih bahan yang dapat mengalirkan kelembapan dari kulit juga dapat membantu menjaga kaki tetap kering.
Karena itu, setelah olahraga atau aktivitas yang membuat kaki banyak berkeringat, sebaiknya jangan menunggu hingga malam untuk mengganti kaus kaki.