DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 12.00 - 20.00 | Sabtu: 09.00 - 16.00 | Minggu Appointment Only

Kutil di Selangkangan Pria: Penyebab, Ciri, Penularan, dan Cara Menanganinya

Kutil di Selangkangan Pria: Penyebab, Ciri, Penularan, dan Cara Menanganinya

22 jam yang lalu

Kutil di selangkangan pria sering menimbulkan rasa khawatir, terutama ketika benjolan muncul setelah aktivitas seksual. Sebagian kutil pada area tersebut berkaitan dengan infeksi human papillomavirus atau HPV. Namun, tidak semua benjolan di selangkangan merupakan kutil kelamin.

Folikulitis, iritasi akibat mencukur, skin tag, molluscum contagiosum, hingga beberapa penyakit kulit lain juga bisa menimbulkan tampilan yang menyerupai kutil. Oleh sebab itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.

Apa Itu Kutil di Selangkangan Pria?

Istilah kutil di selangkangan pria biasanya merujuk pada benjolan kecil yang tumbuh di lipatan paha, pangkal penis, skrotum, sekitar anus, atau kulit di sekitar organ intim. Bila penyebabnya adalah HPV, kondisi ini disebut kutil kelamin atau kutil anogenital.

Kutil kelamin biasanya muncul sebagai satu atau beberapa benjolan berwarna menyerupai kulit. Permukaannya bisa halus, kasar, datar, menonjol, atau berkumpul hingga tampak seperti bunga kol.

Menurut WHO, beberapa infeksi HPV menimbulkan benjolan kasar kecil pada penis atau anus. Keluhan yang menyertai bisa berupa rasa gatal, nyeri, atau perdarahan, meskipun banyak penderita tidak merasakan gejala lain.

Baca juga: Kutil di Selangkangan, Apakah Berbahaya? Ini Faktanya!

Penyebab Kutil di Selangkangan Pria

Penyebab utama kutil kelamin adalah infeksi HPV. Virus ini memiliki banyak tipe. Tipe HPV yang paling sering berkaitan dengan kutil kelamin umumnya berbeda dari tipe berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker.

CDC menjelaskan bahwa tipe HPV penyebab kutil kelamin tidak sama dengan tipe yang paling sering menyebabkan kanker. Meski demikian, seseorang bisa terinfeksi lebih dari satu tipe HPV sehingga pemeriksaan tetap penting.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko paparan HPV antara lain:

  • Melakukan kontak seksual tanpa perlindungan.
  • Berganti pasangan seksual.
  • Memiliki pasangan dengan riwayat HPV atau kutil kelamin.
  • Memulai aktivitas seksual pada usia muda.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Merokok.

Risiko tertular tidak hanya muncul melalui penetrasi. Kontak langsung antarkulit di sekitar area genital juga bisa menularkan virus.

Ciri-Ciri Kutil di Selangkangan Pria

Ciri kutil di selangkangan pria berbeda pada setiap orang. Beberapa karakteristik yang sering ditemukan meliputi:

  • Benjolan kecil berwarna kulit, merah muda, keabu-abuan, atau kecokelatan.
  • Permukaan halus atau sedikit kasar.
  • Bentuk datar, bertangkai, atau menonjol.
  • Tumbuh sendiri atau berkelompok.
  • Menyerupai bunga kol ketika jumlahnya bertambah.
  • Muncul di pangkal penis, skrotum, lipatan paha, perineum, atau sekitar anus.
  • Kadang terasa gatal, perih, mudah teriritasi, atau berdarah akibat gesekan.

Kutil kelamin sering tidak terasa sakit. Ukurannya juga bisa sangat kecil sehingga penderita tidak langsung menyadarinya.

Kapan benjolan mungkin bukan kutil kelamin?

Benjolan di selangkangan belum tentu berasal dari HPV. Beberapa kondisi yang tampilannya mirip meliputi:

  • Folikulitis, yaitu peradangan folikel rambut yang sering berbentuk benjolan merah atau bernanah.
  • Rambut tumbuh ke dalam, terutama setelah mencukur.
  • Skin tag, berupa pertumbuhan kulit lunak dan biasanya tidak menular.
  • Molluscum contagiosum, yang sering berbentuk benjolan kecil dengan lekukan di bagian tengah.
  • Kelenjar minyak normal, seperti Fordyce spots.
  • Iritasi atau dermatitis kontakakibat produk perawatan, keringat, atau gesekan.

Perbedaan tersebut sulit dinilai hanya melalui foto atau pemeriksaan mandiri. Dokter perlu melihat bentuk, lokasi, permukaan, dan pola pertumbuhannya secara langsung.

Bagaimana Kutil Kelamin Menular?

HPV menyebar melalui kontak erat kulit dengan kulit yang terinfeksi, terutama saat aktivitas seksual vaginal, anal, atau oral. Penularan juga bisa terjadi meski orang yang membawa virus tidak memiliki kutil yang terlihat.

CDC menyebut HPV bisa menyebar melalui hubungan seksual maupun kontak kulit intim. Gejala bahkan baru bisa muncul lama setelah seseorang terpapar sehingga waktu penularannya sering sulit dipastikan.

Kondom membantu menurunkan risiko, tetapi tidak memberi perlindungan penuh. HPV masih bisa berada pada kulit di sekitar pangkal penis, skrotum, selangkangan, atau anus yang tidak tertutup kondom.

Kutil kelamin juga tidak selalu menunjukkan perselingkuhan yang baru terjadi. Virus bisa bertahan tanpa gejala dan baru menimbulkan kutil beberapa minggu, bulan, atau lebih lama setelah paparan.

Apakah Kutil di Selangkangan Pria Berbahaya?

Kutil kelamin umumnya bersifat jinak. Namun, benjolan bisa bertambah besar, menyebar, berdarah karena gesekan, atau menimbulkan ketidaknyamanan dan tekanan psikologis.

Pemeriksaan dokter semakin penting ketika benjolan:

  • Tumbuh cepat atau bertambah banyak.
  • Berwarna sangat gelap atau tidak merata.
  • Terasa keras dan melekat pada jaringan di bawahnya.
  • Membentuk luka atau sering berdarah.
  • Menimbulkan nyeri berat.
  • Muncul pada orang dengan daya tahan tubuh lemah.
  • Tidak membaik atau terus berulang setelah penanganan.

Dokter mungkin mempertimbangkan pemeriksaan tambahan atau biopsi bila bentuk benjolan tidak khas atau diagnosis belum jelas.

Cara Menangani Kutil di Selangkangan Pria

Penanganan bergantung pada ukuran, jumlah, lokasi, kondisi kulit, riwayat kesehatan, dan preferensi pasien. Tujuan terapi ialah menghilangkan kutil yang terlihat serta mengurangi keluhan. Pengobatan tidak langsung menghilangkan seluruh virus HPV dari tubuh.

Menurut pedoman CDC, kutil anogenital yang tidak ditangani bisa mengecil dengan sendirinya, menetap, atau bertambah besar dan banyak. Karena respons tiap pasien berbeda, dokter akan menyesuaikan pilihan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan.

1. Obat oles dengan resep dokter

Dokter bisa meresepkan obat topikal tertentu untuk kutil pada kulit luar. Pemilihan obat bergantung pada lokasi dan kondisi jaringan. Pasien perlu mengikuti petunjuk pemakaian karena penggunaan yang tidak tepat bisa memicu iritasi atau luka.

2. Krioterapi

Krioterapi menggunakan suhu sangat dingin untuk merusak jaringan kutil. Tindakan ini mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali, tergantung respons kulit dan ukuran lesi.

3. Elektrokauter atau tindakan bedah kecil

Dokter bisa memakai energi listrik atau prosedur eksisi untuk mengangkat kutil tertentu. Pilihan ini biasanya dipertimbangkan untuk kutil berukuran besar, bertangkai, berkelompok, atau sulit merespons terapi lain.

4. Laser

Laser bisa menjadi pilihan pada kasus tertentu, terutama untuk kutil yang luas, sulit dijangkau, atau berulang. Dokter akan mempertimbangkan manfaat, risiko, serta kebutuhan pasien sebelum merekomendasikannya.

American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa terapi kutil kelamin dapat menggunakan obat resep di rumah ataupun prosedur di klinik. Sebagian pasien membutuhkan lebih dari satu kunjungan karena kutil bisa sulit hilang atau muncul kembali.

Hindari penggunaan obat penghilang kutil biasa yang dijual bebas untuk tangan atau kaki pada area genital. Bahan tersebut bisa terlalu keras untuk kulit sensitif di selangkangan dan berisiko menyebabkan luka.

Baca juga: Vaksin HPV untuk Pria: Manfaat, Jadwal, dan Fakta Penting

Perlukah Pasangan Ikut Memeriksakan Diri?

Pasangan sebaiknya mengetahui kondisi tersebut agar bisa memperhatikan adanya benjolan, luka, atau keluhan genital. Dokter juga bisa menyarankan pemeriksaan IMS lain berdasarkan riwayat paparan dan faktor risiko masing-masing.

Pasangan yang tidak memiliki benjolan belum tentu memerlukan terapi kutil. Namun, konsultasi membantu menentukan kebutuhan pemeriksaan, vaksinasi HPV, dan langkah pencegahan yang sesuai.

Penanganan Kutil Kelamin Pria di DVX Medical Jakarta

Benjolan di area intim sering membuat pasien merasa malu atau ragu untuk mencari pertolongan. Padahal, pemeriksaan lebih awal membantu dokter membedakan kutil kelamin dari penyakit kulit lain yang tampilannya serupa.

DVX Medical Jakarta menyediakan konsultasi privat bersama dokter spesialis kulit dan kelamin Sp.KK atau Sp.DVE. Dokter akan mengevaluasi bentuk, jumlah, lokasi, dan karakteristik benjolan sebelum membahas pilihan penanganan yang sesuai.

Penanganan disusun berdasarkan kondisi klinis pasien, bukan hanya berdasarkan tampilan foto atau dugaan mandiri. Dokter juga bisa memberi edukasi mengenai risiko penularan, perawatan setelah tindakan, kemungkinan kekambuhan, pemeriksaan IMS, serta vaksinasi HPV.

Bila Anda menemukan kutil di selangkangan pria, hindari memencet, memotong, membakar, atau mengoleskan obat tanpa arahan medis. Jadwalkan konsultasi dengan dokter Sp.KK atau Sp.DVE di DVX Medical Jakarta untuk memperoleh diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.

1. Apakah kutil di selangkangan selalu menandakan penyakit kelamin?

Tidak. Benjolan bisa berasal dari folikulitis, rambut tumbuh ke dalam, skin tag, molluscum contagiosum, atau iritasi. Dokter perlu memeriksanya untuk memastikan penyebab.

2. Apakah kutil kelamin bisa muncul lama setelah berhubungan seksual?

Ya. Kutil bisa muncul beberapa minggu atau bulan setelah paparan. Pada sebagian orang, infeksi tidak langsung menunjukkan gejala sehingga waktu penularan sulit ditentukan.

3. Apakah kutil kelamin pria bisa hilang sendiri?

Sebagian kutil bisa mengecil atau hilang ketika sistem imun mengendalikan infeksi. Namun, kutil juga bisa menetap atau bertambah banyak. Pemeriksaan dokter membantu menentukan apakah observasi atau terapi lebih tepat.

4. Apakah kutil kelamin bisa kambuh setelah diobati?

Bisa. Terapi menghilangkan kutil yang terlihat, tetapi virus mungkin masih berada di jaringan kulit. Kekambuhan bukan selalu tanda bahwa pengobatan sebelumnya gagal atau terjadi paparan baru.

5. Bolehkah kutil kelamin dipotong sendiri?

Tidak dianjurkan. Memotong atau mengikis kutil sendiri berisiko menimbulkan perdarahan, infeksi, jaringan parut, dan penyebaran ke area kulit lain.

6. Apakah kondom mencegah penularan sepenuhnya?

Kondom membantu mengurangi risiko, tetapi tidak melindungi seluruh kulit genital. HPV masih bisa menular dari bagian kulit yang tidak tertutup.

7. Apakah pria yang sudah memiliki kutil masih perlu vaksin HPV?

Dalam kondisi tertentu, vaksinasi masih bisa memberi perlindungan terhadap tipe HPV yang belum pernah menginfeksi seseorang. Vaksin tidak mengobati kutil yang sudah ada. Konsultasikan usia, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan dengan dokter.

8. Perlukah melakukan tes HPV untuk memastikan kutil kelamin pada pria?

Diagnosis kutil kelamin pada pria umumnya berdasarkan pemeriksaan langsung. Tes HPV rutin biasanya tidak digunakan untuk mendiagnosis kutil genital pria. Dokter bisa menyarankan pemeriksaan lain bila bentuk benjolan tidak khas atau terdapat risiko IMS lain.

Kesimpulan

Kutil di selangkangan pria sering berkaitan dengan HPV, tetapi berbagai kondisi kulit lain juga bisa menimbulkan benjolan serupa. Bentuk kutil biasanya berupa tonjolan kecil berwarna kulit yang tumbuh sendiri atau berkelompok di sekitar selangkangan dan genital.

Jangan mengandalkan diagnosis mandiri atau memakai obat kutil umum pada area sensitif. Pemeriksaan dokter Sp.KK atau Sp.DVE membantu memastikan penyebab, menilai risiko penularan, serta memilih terapi berdasarkan lokasi dan karakteristik benjolan. Hubungi DVX Medical Jakarta untuk buat janji temu konsultasi tentang keluhan Anda. Dokter spesialis kami siap membantu.

Referensi

  1. CDC.About Genital HPV Infection.2025
  2. CDC. Anogenital Warts: STI Treatment Guidelines.2021
  3. WHO.Human Papillomavirus and Cancer.2024
  4. American Academy of Dermatology. Genital Warts: Diagnosis and Treatment
  5. NHS. Genital Warts. 2023

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Untuk memastikan penyebab kutil atau benjolan di selangkangan serta memperoleh penanganan yang tepat, konsultasikan keluhan dengan dokter spesialis di DVX Medical Jakarta.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Kondiloma pada Pria: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Kutil Kelamin

Kondiloma pada pria atau yang lebih dikenal sebagai kutil ke...

3 Jenis Kutil di Wajah yang Harus Diwaspadai dan Cara Menghilangkannya

Kutil di wajah bisa menjadi masalah yang mengganggu, baik da...

Kutil di Jari Tangan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kutil di jari tangan sering kali muncul secara tiba-tiba dan...

Kenali Bahaya Kutil di Wajah dan Cara Mencegahnya

Kutil di wajah mungkin tampak seperti masalah kulit sepele, ...

Ejakulasi Dini dan Disfungsi Ereksi, Apa Bedanya?

Banyak pria merasa bingung membedakan antara ejakulasi dini ...