Penanganan bergantung pada ukuran, jumlah, lokasi, kondisi kulit, riwayat kesehatan, dan preferensi pasien. Tujuan terapi ialah menghilangkan kutil yang terlihat serta mengurangi keluhan. Pengobatan tidak langsung menghilangkan seluruh virus HPV dari tubuh.
Menurut pedoman CDC, kutil anogenital yang tidak ditangani bisa mengecil dengan sendirinya, menetap, atau bertambah besar dan banyak. Karena respons tiap pasien berbeda, dokter akan menyesuaikan pilihan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan.
1. Obat oles dengan resep dokter
Dokter bisa meresepkan obat topikal tertentu untuk kutil pada kulit luar. Pemilihan obat bergantung pada lokasi dan kondisi jaringan. Pasien perlu mengikuti petunjuk pemakaian karena penggunaan yang tidak tepat bisa memicu iritasi atau luka.
2. Krioterapi
Krioterapi menggunakan suhu sangat dingin untuk merusak jaringan kutil. Tindakan ini mungkin perlu dilakukan lebih dari satu kali, tergantung respons kulit dan ukuran lesi.
3. Elektrokauter atau tindakan bedah kecil
Dokter bisa memakai energi listrik atau prosedur eksisi untuk mengangkat kutil tertentu. Pilihan ini biasanya dipertimbangkan untuk kutil berukuran besar, bertangkai, berkelompok, atau sulit merespons terapi lain.
4. Laser
Laser bisa menjadi pilihan pada kasus tertentu, terutama untuk kutil yang luas, sulit dijangkau, atau berulang. Dokter akan mempertimbangkan manfaat, risiko, serta kebutuhan pasien sebelum merekomendasikannya.
American Academy of Dermatology menjelaskan bahwa terapi kutil kelamin dapat menggunakan obat resep di rumah ataupun prosedur di klinik. Sebagian pasien membutuhkan lebih dari satu kunjungan karena kutil bisa sulit hilang atau muncul kembali.
Hindari penggunaan obat penghilang kutil biasa yang dijual bebas untuk tangan atau kaki pada area genital. Bahan tersebut bisa terlalu keras untuk kulit sensitif di selangkangan dan berisiko menyebabkan luka.
Baca juga: Vaksin HPV untuk Pria: Manfaat, Jadwal, dan Fakta Penting