Sebelum membahas lebih dalam soal autoimun, penting untuk memahami bahwa rambut rontok parah bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut tujuh di antaranya yang paling sering terjadi, namun kerap disalahpahami:
1. Defisiensi Nutrisi
Kekurangan zat besi, zinc, biotin, dan vitamin D merupakan penyebab rambut rontok yang sering diabaikan. Rambut membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menjaga siklus pertumbuhannya tetap optimal.
2. Stres Kronis dan Telogen Effluvium
Stres berat dapat mendorong folikel rambut masuk ke fase istirahat secara serentak, memicu kerontokan masif yang dikenal sebagai telogen effluvium. Kondisi ini biasanya bersifat sementara, namun stres kronis bisa memperburuknya.
3. Ketidakseimbangan Hormon
Hormon tiroid yang tidak seimbang, perubahan hormonal pasca melahirkan, atau kadar androgen yang tinggi dapat secara langsung mempengaruhi pertumbuhan rambut. Hashimoto's thyroiditis, misalnya, adalah penyakit autoimun tiroid yang juga dapat memicu kerontokan.
4. Kerusakan Akibat Perawatan yang Salah
Paparan panas berlebih dari alat styling, penggunaan bahan kimia keras seperti bleaching atau rebonding, serta teknik penataan rambut yang terlalu ketat dapat merusak folikel secara fisik dan memicu kerontokan.
5. Pola Makan Ekstrem
Diet ketat yang membatasi asupan kalori atau protein secara drastis dapat membuat tubuh memprioritaskan fungsi vital lain dan mengorbankan pertumbuhan rambut.
6. Efek Samping Obat-obatan
Beberapa jenis obat, termasuk obat pengencer darah, antidepresan, dan obat kemoterapi, diketahui dapat menyebabkan rambut rontok sebagai efek samping.
7. Faktor Genetik (Androgenetic Alopecia)
Kebotakan yang diturunkan secara genetik, baik pada pria maupun wanita, menyebabkan penipisan rambut secara bertahap dan progresif mengikuti pola tertentu.
8. Penyakit Autoimun
Penyakit autoimun rambut rontok seperti Alopecia Areata dapat menyebabkan kebotakan mendadak bahkan pada orang yang sebelumnya memiliki rambut sehat.