Gaya Hidup Tidak Sehat
Faktor gaya hidup memiliki pengaruh besar terhadap penyebab andropause. Kurangnya aktivitas fisik dan obesitas merupakan faktor risiko utama. Pria dengan indeks massa tubuh tinggi cenderung memiliki kadar testosteron lebih rendah karena lemak berlebih mengubah hormon testosteron menjadi estrogen.
Pola Makan dan Nutrisi
Penyebab andropause yang sering diabaikan adalah pola makan yang buruk. Konsumsi makanan ultra-proses, lemak trans, dan minuman beralkohol berlebihan dapat mengurangi produksi testosteron. Kekurangan nutrisi penting seperti zinc, vitamin D, dan selenium juga berkontribusi pada penurunan testosteron.
Stres dan Kualitas Tidur
Stres kronis meningkatkan kadar hormon kortisol yang dapat menghambat produksi testosteron. Kurang tidur juga berdampak negatif pada kadar testosteron, karena sebagian besar produksi testosteron terjadi saat tidur. Kondisi seperti sleep apnea memperburuk masalah ini dan menjadi salah satu penyebab andropause yang sering terlewatkan.
Kondisi Medis Tertentu
Diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular dapat mempercepat penurunan testosteron. Sindrom metabolik dan gangguan tiroid juga meningkatkan risiko andropause yang lebih berat.
Baca Juga:
Andropause pada Pria, Gejala Awal dan Cara Mengatasinya agar Tidak Terlambat