Melakukan tes HIV merupakan langkah penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang terkait infeksi HIV. Tes ini mampu mendeteksi keberadaan antibodi, antigen, atau materi genetik virus dalam tubuh.
Tes HIV merupakan satu-satunya cara yang dapat memastikan apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak. Pemeriksaan ini dapat dilakukan di rumah sakit, klinik kesehatan, atau laboratorium medis.
Beberapa jenis tes HIV yang umum digunakan meliputi:
1. Tes antibodi HIV
Tes ini bertujuan mendeteksi antibodi yang dihasilkan oleh tubuh sebagai reaksi terhadap infeksi HIV. Paling umum dan tersedia luas di fasilitas kesehatan.
2. Tes antigen-antibodi
Tes generasi terbaru yang mampu mendeteksi infeksi lebih awal dibandingkan tes antibodi biasa. Dapat mendeteksi infeksi lebih awal (18-45 hari setelah paparan)
3. Tes RNA HIV atau NAT
Tes ini mendeteksi materi genetik virus secara langsung dan dapat menemukan infeksi pada tahap sangat awal. Paling sensitif dan dapat mendeteksi infeksi pada 10-33 hari setelah paparan.
Banyak orang juga bertanya mengenai tes HIV setelah berhubungan. Secara medis, tes HIV dapat dilakukan setelah masa jendela tertentu, biasanya sekitar 2 hingga 4 minggu tergantung jenis pemeriksaan.
Baca juga:
Pertimbangkan 5 Risiko Ini Sebelum Coba-coba Tes HIV Mandiri!