DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 11.00 - 17.00 | Sabtu: 09.00 - 14.00

Perbedaan Skrining IMS Pria dan Wanita

Perbedaan Skrining IMS Pria dan Wanita

Jumat, 13 Feb 2026
Infeksi Menular Seksual (IMS) masih sering disalahpahami. Banyak orang mengira pemeriksaan atau skrining IMS bersifat sama untuk semua orang. Padahal, skrining IMS pada pria dan wanita memiliki perbedaan penting, baik dari jenis pemeriksaan, sampel yang digunakan, hingga risiko komplikasi bila tidak terdeteksi sejak dini.

Memahami perbedaan ini membantu Anda memilih pemeriksaan yang tepat, tanpa rasa takut atau stigma. Skrining IMS adalah langkah preventif untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan pasangan.

Apa Itu Skrining IMS?

Skrining IMS adalah pemeriksaan medis yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi menular seksual, baik pada orang yang memiliki gejala maupun yang tidak bergejala sama sekali. Banyak IMS, seperti klamidia atau gonore, dapat berkembang tanpa keluhan awal, terutama pada wanita.

Tujuan utama skrining IMS meliputi:
  • Deteksi dini infeksi
  • Mencegah komplikasi jangka panjang
  • Mengurangi risiko penularan ke pasangan
Menurut World Health Organization (WHO), skrining berperan penting dalam pengendalian IMS secara global, terutama karena tingginya angka kasus tanpa gejala.

Mengapa Skrining IMS Pria dan Wanita Berbeda?

Perbedaan skrining IMS pada pria dan wanita terutama dipengaruhi oleh faktor biologis dan anatomi sistem reproduksi. Lokasi infeksi pada pria umumnya berada di uretra, sedangkan pada wanita dapat melibatkan vagina, serviks, hingga organ reproduksi bagian dalam.

Selain itu, wanita memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi bila IMS tidak terdeteksi, seperti penyakit radang panggul (PID), infertilitas, dan komplikasi kehamilan. Inilah sebabnya skrining IMS pada wanita sering direkomendasikan lebih rutin, bahkan tanpa adanya gejala.

Skrining IMS pada Pria

Skrining IMS pada pria bertujuan mendeteksi infeksi sejak dini, terutama pada pria yang aktif secara seksual atau memiliki faktor risiko tertentu.

1. Jenis Sampel Skrining IMS Pria
Beberapa jenis sampel yang umum digunakan meliputi:
  • Urine, untuk mendeteksi klamidia dan gonore
  • Swab uretra, pada kondisi tertentu
  • Tes darah, untuk sifilis, HIV, dan hepatitis B
2. Jenis IMS yang Umum Disaring pada Pria
Pemeriksaan IMS pria biasanya mencakup:
Kapan Pria Dianjurkan Melakukan Skrining IMS?
Pria dianjurkan melakukan skrining IMS bila:
  • Aktif secara seksual
  • Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seksual tanpa kondom
  • Pasangan terdiagnosis IMS
Skrining IMS pria tanpa gejala tetap penting karena infeksi dapat menular meskipun tidak menimbulkan keluhan.

Skrining IMS pada Wanita

Pada wanita, skrining IMS memiliki peran krusial karena banyak infeksi berkembang tanpa gejala dan baru terdeteksi saat terjadi komplikasi.

1. Jenis Sampel Skrining IMS Wanita
Sampel yang umum digunakan antara lain:
  • Swab vagina atau serviks
  • Urine, pada kondisi tertentu
  • Tes darah, untuk sifilis, HIV, dan hepatitis

2. Jenis IMS yang Umum Disaring pada Wanita
Skrining IMS wanita biasanya mencakup:
  • Klamidia
  • Gonore
  • Sifilis
  • HIV
  • HPV (pada kelompok dan indikasi tertentu)

Risiko Jika Wanita Tidak Melakukan Skrining IMS
Tanpa skrining rutin, IMS pada wanita dapat menyebabkan:
  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Gangguan kesuburan
  • Nyeri panggul kronis
  • Risiko komplikasi pada kehamilan
Inilah alasan skrining IMS wanita sering dianjurkan meskipun tanpa gejala.

Tabel Perbedaan Skrining IMS Pria dan Wanita

Aspek

Pria

Wanita

Lokasi infeksi umum

Uretra

Vagina, serviks

Sampel utama

Urine, swab uretra

Swab vagina/serviks

Risiko tanpa gejala

Sedang

Tinggi

Risiko komplikasi

Relatif lebih rendah

Lebih tinggi

Anjuran skrining

Berdasarkan risiko

Lebih rutin pada kelompok tertentu

 

Apakah Pria dan Wanita Bisa Melakukan Skrining IMS Bersamaan?

Skrining IMS dapat dan dianjurkan dilakukan bersama pasangan. Pemeriksaan bersamaan membantu mencegah reinfeksi dan memastikan kedua pihak mendapatkan penanganan yang tepat bila hasil tes positif.

Pendekatan ini juga lebih efektif dalam menjaga kesehatan seksual jangka panjang dan membangun komunikasi yang sehat antar pasangan.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

Anda disarankan berkonsultasi dengan dokter bila:
  • Tidak yakin jenis skrining IMS yang dibutuhkan
  • Pernah melakukan hubungan seksual berisiko
  • Memiliki pasangan baru
  • Ingin melakukan skrining IMS secara menyeluruh
Dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK / Sp.DVE) dapat membantu menentukan jenis pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Kesimpulan

Perbedaan skrining IMS pria dan wanita terletak pada jenis pemeriksaan, sampel yang digunakan, serta risiko komplikasi. Memilih skrining yang tepat memungkinkan deteksi dini, pengobatan lebih cepat, dan perlindungan kesehatan jangka panjang.

Jika Anda berdomisili di Jakarta dan ingin melakukan skrining IMS dengan aman dan rahasia, konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim medis berpengalaman di DVX Medical. Hubungi kami sekarang untuk buat janji temu konsultasi dengan dokter spesialis profesional berpengalaman!

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, silakan berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis di DVX Medical.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Perbedaan Ciri-Ciri Klamidia pada Pria dan Wanita

Bayangkan Anda menjalani kehidupan seksual yang aktif tanpa ...

Perbedaan Gejala Gonore pada Pria dan Wanita yang Sering Terabaikan

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan ...

Kapan Waktu Ideal Melakukan Skrining IMS?

Banyak orang masih bingung kapan waktu ideal melakukan skrin...

Pentingnya Vaksin HPV untuk Pria & Wanita, Perlindungan dari Kanker dan IMS

Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu virus menula...

Mengenal Disuria, Penyebab Nyeri Berkemih pada Pria dan Wanita

Pernahkah Anda merasa nyeri atau terbakar saat buang air kec...

Send Message