Kemerahan pada kepala penis atau glans sering berkaitan dengan balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis. Balanitis bukan nama satu penyakit tertentu karena pemicunya beragam, mulai dari iritasi hingga infeksi.
Pedoman BASHH (British Association for Sexual Health and HIV) tentang balanopostitis menekankan bahwa kelainan pada kepala penis bisa berasal dari infeksi, penyakit kulit inflamasi, IMS, hingga kondisi prakanker. Karena penyebabnya luas, diagnosis yang tepat penting agar pasien tidak memakai antijamur atau antibiotik yang sebenarnya tidak diperlukan.
Beberapa penyebab yang perlu dipertimbangkan antara lain:
1. Iritasi atau Dermatitis Kontak
Kulit kepala penis cukup sensitif. Sabun berpewangi, shower gel, pelumas, deterjen yang tertinggal pada pakaian, atau bahan tertentu pada kondom bisa memicu iritasi.
Keluhan biasanya berupa kulit kemerahan, terasa perih, gatal, kering, atau sensitif setelah kontak dengan produk tertentu. Gesekan saat berhubungan seksual atau masturbasi juga bisa menyebabkan kemerahan sementara.
NHS mencantumkan sabun, shower gel, dan kondom sebagai beberapa bahan yang bisa mengiritasi kulit penis dan memicu balanitis.
Jika bercak muncul setelah memakai produk baru, hentikan sementara produk yang dicurigai dan hindari penggunaan sabun atau antiseptik keras pada area tersebut.
2. Infeksi Jamur Candida
Infeksi jamur Candida juga bisa menyebabkan kepala penis merah dan meradang. Kondisi ini sering disebut kandidiasis genital atau candidal balanitis.
Pada pria, keluhannya bisa berupa kemerahan, rasa terbakar atau gatal, serta iritasi di sekitar kepala penis dan bawah kulup. Sebagian orang juga mengalami cairan putih atau bau yang tidak biasa.
Candida sebenarnya bisa hidup secara alami pada kulit tanpa menimbulkan masalah. Jamur lebih mudah berkembang pada area yang lembab. Risiko juga bisa meningkat pada orang dengan diabetes yang kurang terkontrol atau daya tahan tubuh yang terganggu.
Infeksi Candida tidak tergolong IMS, meski aktivitas seksual kadang memicu iritasi atau berperan dalam perpindahan jamur. Karena gejalanya menyerupai penyebab lain, sebaiknya hindari langsung memakai obat antijamur hanya berdasarkan tampilan bercak.
3. Balanitis Akibat Infeksi atau Peradangan Lain
Balanitis bisa menimbulkan kemerahan, bengkak, rasa gatal, nyeri, bau tidak sedap, atau cairan di bawah kulup. Pada sebagian pria, menarik kulup ke belakang juga terasa sulit atau tidak nyaman.
Pemicu balanitis tidak selalu jamur. Bakteri, iritasi, kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis, serta beberapa infeksi seksual juga perlu masuk dalam pertimbangan.
Karena itu, istilah balanitis tidak langsung menjelaskan penyebab. Dokter tetap perlu mencari faktor pemicu sebelum menentukan terapi.