Dalam dua uji klinis fase 3 yang melibatkan pasien CSU yang masih bergejala meskipun sudah menggunakan antihistamin H1 generasi kedua, remibrutinib memberikan perbaikan aktivitas penyakit yang lebih besar dibandingkan plasebo. Titik penilaian utama adalah perubahan UAS7 (Urticaria Activity Score selama 7 hari) dari awal hingga minggu ke-12 — skor gabungan yang mencerminkan keparahan gatal dan jumlah bentol.
| Hasil minggu ke-12 | Bebas gatal dan bentol (UAS7 = 0) |
| Remibrutinib | sekitar 28 sampai 31% pasien |
| Plasebo | sekitar 7 sampai 11% pasien |
Artinya, hampir sepertiga pasien yang mendapat remibrutinib benar-benar tidak mengalami gatal maupun bentol sama sekali pada minggu ke-12 — proporsi yang jauh lebih tinggi dibanding kelompok plasebo. Bebas total gejala (UAS7=0) adalah target yang paling ketat. Banyak pasien lain mengalami perbaikan bermakna tanpa mencapai target ini — pada minggu ke-12, hampir separuh pasien yang mendapat remibrutinib mencapai UAS7 ≤6 (aktivitas penyakit minimal), dibandingkan sekitar seperlima hingga seperempat pada kelompok plasebo.