Hasil reaktif pada tes skrining bukan diagnosis HIV.
Hasil reaktif pada tes skrining bukan diagnosis HIV. Diagnosis hanya dapat ditegakkan setelah pemeriksaan konfirmasi selesai dilakukan.
Dua kemungkinan tetap terbuka setelah seseorang menerima hasil reaktif.
Kemungkinan pertama, hasil tersebut memang terkonfirmasi sebagai infeksi HIV setelah pemeriksaan lanjutan dilakukan.
Kemungkinan kedua, hasil reaktif tidak terbukti sebagai infeksi HIV pada pemeriksaan konfirmasi.
Hanya pemeriksaan konfirmasi yang dapat menentukan kemungkinan mana yang berlaku. Jenis tes yang digunakan, waktu pemeriksaan, riwayat paparan, dan hasil evaluasi lanjutan semuanya berperan dalam interpretasi akhir.
Itulah mengapa hasil reaktif harus ditindaklanjuti, bukan karena hasilnya pasti buruk, tetapi karena hasilnya belum pasti.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai HIV dan bagaimana infeksi ini memengaruhi tubuh, baca juga artikel kami tentang .
Jika hasil reaktif bukan diagnosis HIV, pertanyaan berikutnya biasanya muncul secara alami: apakah hasil tersebut bisa merupakan false positive?