Konsistensi adalah faktor tunggal yang paling menentukan efektivitas ARV. Dosis yang terlewat menyebabkan kadar obat dalam darah turun, memberi kesempatan virus untuk kembali aktif, dan viral load yang sebelumnya tidak terdeteksi dapat naik kembali.
Ini bukan tentang hukuman atas ketidakpatuhan. Ini tentang cara kerja obat: ARV bekerja ketika kadarnya dalam darah konsisten. Ketika tidak konsisten, perlindungannya berkurang.
Jika ada hambatan dalam minum ARV secara teratur -- jadwal yang sulit, efek samping, atau alasan lain -- dokter perlu mengetahuinya. Ada solusi klinis untuk hampir setiap hambatan yang ada. Yang tidak ada solusinya adalah hambatan yang tidak pernah dikomunikasikan.