Beberapa kondisi berikut cukup sering membuat pria khawatir, meski tidak selalu berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual (IMS).
1. Pearly Penile Papules
Pearly penile papules atau PPP merupakan benjolan kecil berwarna kulit yang biasanya tersusun rapi mengelilingi tepi kepala penis. Bentuknya cenderung seragam, kecil, dan tidak terasa sakit.
Menurut DermNet NZ, pearly penile papules umumnya berbentuk kubah kecil atau menyerupai benang pendek yang tersusun dalam satu atau beberapa baris di sekitar corona glans penis. Kondisi ini bukan IMS, tidak menular, dan tidak berkaitan dengan kebersihan yang buruk.
Perbedaan utama PPP dan kutil kelamin terletak pada pola benjolan. PPP biasanya tersusun simetris dan seragam, sedangkan kutil kelamin lebih tidak beraturan serta bisa membesar atau berkelompok.
2. Fordyce Spots
Fordyce spots adalah kelenjar minyak yang tampak lebih jelas pada kulit. Benjolan ini sering muncul sebagai titik kecil putih kekuningan pada batang atau kepala penis.
Menurut DermNet NZ, Fordyce spots dapat muncul sebagai papul kecil berukuran sekitar 1–5 mm pada glans atau batang penis. Kondisi ini bukan infeksi menular seksual dan umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus.
Meski begitu, pemeriksaan tetap penting bila benjolan baru muncul, berubah bentuk, atau Anda tidak yakin dengan penyebabnya.
3. Folikulitis atau Radang Akar Rambut
Folikulitis terjadi ketika folikel rambut mengalami peradangan. Kondisi ini lebih sering muncul di area yang berambut, seperti pangkal penis, lipat paha, atau area kemaluan.
Benjolan folikulitis biasanya tampak kemerahan, terkadang berisi nanah kecil, dan bisa terasa nyeri saat disentuh. Mencukur rambut, gesekan, keringat berlebih, atau infeksi bakteri dapat memicu keluhan ini.
Folikulitis berbeda dari kutil kelamin karena umumnya muncul di sekitar akar rambut dan cenderung meradang. Jangan memencet benjolan karena tindakan tersebut bisa memperparah iritasi atau memicu infeksi.
4. Lesi Kulit Lain di Area Kelamin
Benjolan juga bisa berkaitan dengan iritasi, reaksi alergi, kista kecil, molluscum contagiosum, atau kondisi kulit lainnya. Pada beberapa kasus, luka, benjolan yang mudah berdarah, perubahan warna kulit, atau lesi yang tidak kunjung sembuh memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Karena tampilan setiap kondisi bisa saling menyerupai, pemeriksaan langsung tetap menjadi langkah paling aman.