Apakah Orang Dewasa Bisa Terkena Eksim Baru?
Rabu, 10 Jun 2026

Apakah Orang Dewasa Bisa Terkena Eksim Baru?

Banyak orang dewasa yang mengalami gejala kulit gatal, kemerahan, dan kering untuk pertama kalinya bereaksi dengan kebingungan atau skeptisisme: eksim itu penyakit anak-anak. Kalau baru muncul sekarang, pasti bukan eksim. Asumsi itu sangat umum dan sangat bisa dimengerti. Tapi asumsi itu juga tidak selalu benar.

Mengapa Banyak Orang Menganggap Eksim Hanya Terjadi pada Anak?

Asosiasi antara eksim dan anak-anak bukan tanpa alasan. Dermatitis atopik memang sering dimulai sejak masa bayi atau anak-anak. Banyak pasien mengingat gejala pertama kali muncul di usia sangat muda, dan banyak materi kesehatan memang menggambarkan eksim dalam konteks perawatan anak.

Akibatnya, terbentuk persepsi yang luas bahwa eksim adalah kondisi masa kecil: sesuatu yang muncul saat bayi, mungkin berlanjut sampai remaja, lalu mereda. Bagi seseorang yang tidak pernah mengalami eksim di usia muda, muncul asumsi bahwa kondisi ini tidak mungkin dialami sekarang.

Karena eksim sering dikaitkan dengan anak-anak, banyak orang dewasa menganggap diagnosis tersebut tidak mungkin berlaku untuk mereka. Asumsi itu adalah salah satu alasan mengapa eksim dewasa sering tidak terdiagnosis atau terlambat dievaluasi.

Apakah Dermatitis Atopik Bisa Muncul Pertama Kali Saat Dewasa?

Ya. Ini adalah jawaban yang paling penting dalam artikel ini.

Tidak semua pasien dermatitis atopik memiliki riwayat gejala sejak bayi atau masa kanak-kanak. Sebagian orang mengalami episode pertama yang cukup jelas untuk dikenali pada usia 20-an, 30-an, 40-an, atau bahkan lebih tua dari itu.

Seseorang dapat hidup selama puluhan tahun tanpa pernah memikirkan eksim, lalu mulai mengalami gejala yang cukup jelas untuk dikenali pada usia 35 atau 45 tahun. Ini bukan kasus yang langka atau mengejutkan secara klinis. Onset dewasa dari dermatitis atopik adalah pola yang sudah diakui. Yang berbeda antara onset anak dan onset dewasa bukan kemungkinannya, melainkan seberapa sering orang mengetahui bahwa itu bisa terjadi.

Pada sebagian pasien dewasa, pola dan lokasi gejala mungkin berbeda dari gambaran klasik eksim pada anak-anak, seperti tidak selalu di lipatan siku atau belakang lutut, dan ini bisa membuat diagnosis terasa kurang jelas bagi pasien maupun dokter yang tidak familiar dengan presentasi dewasa.

Baca Juga: Dermatitis Atopik vs Psoriasis: Apa Bedanya?

Mengapa Eksim Bisa Baru Muncul Saat Dewasa?

Pertanyaan ini sulit dijawab dengan kepastian karena setiap orang berbeda. Tapi ada kerangka yang berguna untuk memahaminya.

Pada banyak kasus, kerentanan terhadap dermatitis atopik sudah ada sejak lama, bawaan dari bagaimana sistem imun dan skin barrier seseorang terbentuk. Yang berubah bukan kerentanannya, melainkan kondisi yang akhirnya membuat kerentanan tersebut menjadi gejala yang terlihat.

Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan munculnya atau memburuknya gejala pada usia dewasa:

  • Perubahan lingkungan: pindah ke kota baru, iklim yang berbeda, atau paparan polutan yang berubah
  • Perubahan pekerjaan: pekerjaan dengan kontak terhadap bahan kimia, deterjen, atau iritan tertentu
  • Perubahan produk perawatan kulit: beralih ke produk baru yang tidak cocok, atau mulai menggunakan produk yang sebelumnya tidak pernah digunakan
  • Stres yang meningkat: stres tidak menyebabkan eksim, tetapi bisa menjadi faktor yang memperburuk atau memicu episode
  • Perubahan kondisi kesehatan secara keseluruhan: kondisi lain yang memengaruhi sistem imun dapat berinteraksi dengan kerentanan atopik

Yang penting dipahami: tidak harus ada satu penyebab tunggal yang bisa ditunjuk. Dermatitis atopik adalah kondisi multifaktorial dan pemicunya berbeda pada setiap orang.

Baca Juga: Dermatitis Atopik vs Dermatitis Kontak: Apa Bedanya?


Jika Baru Muncul Saat Dewasa, Apakah Pasti Eksim?

Tidak selalu. Dan ini adalah alasan utama mengapa evaluasi klinis tetap berguna.

Beberapa kondisi kulit yang berbeda dapat menghasilkan gejala yang tampak mirip dengan dermatitis atopik, terutama pada orang dewasa yang belum pernah mengalaminya sebelumnya dan tidak memiliki gambaran pembanding:

  • Dermatitis kontak: reaksi terhadap bahan atau produk tertentu yang bersentuhan dengan kulit, bisa alergi atau iritasi
  • Psoriasis: kondisi inflamasi kulit yang berbeda mekanismenya dari DA, dengan tampilan yang kadang serupa
  • Infeksi jamur tertentu: beberapa infeksi superfisial bisa menyerupai eksim terutama pada area lipatan
  • Kondisi inflamasi kulit lain yang memerlukan pendekatan berbeda

Membedakan kondisi-kondisi ini tidak selalu bisa dilakukan dari tampilan saja. Riwayat lengkap, pola gejala, dan evaluasi klinis adalah informasi yang paling bermakna.

Tidak semua ruam gatal pada orang dewasa adalah dermatitis atopik. Evaluasi yang tepat bukan untuk mencari sesuatu yang menakutkan, melainkan untuk memastikan diagnosis yang benar sehingga penanganan yang diberikan sesuai.

Baca Juga: Apakah Dermatitis Atopik Bisa Sembuh?

Kapan Kemunculan Eksim pada Usia Dewasa Perlu Dievaluasi?

Evaluasi dokter spesialis memberikan nilai yang jelas dalam beberapa situasi:

  • Diagnosis tidak pasti: gejala ada tapi tidak jelas apakah ini DA, dermatitis kontak, atau kondisi lain
  • Tampilan tidak khas: gejala yang tidak sesuai dengan gambaran eksim yang selama ini diketahui, atau muncul di lokasi yang tidak terduga
  • Kondisi tidak membaik dengan perawatan dasar yang konsisten
  • Gejala berdampak pada aktivitas sehari-hari, tidur, atau pekerjaan
  • Ada kekhawatiran tentang kemungkinan diagnosis lain yang perlu disingkirkan

Yang penting dipahami: evaluasi bukan karena eksim dewasa lebih berbahaya atau lebih mengkhawatirkan dari eksim pada anak. Evaluasi berguna karena kepastian diagnostik memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif dan lebih terarah.

Kondisi yang tidak didiagnosis dengan tepat cenderung dikelola dengan cara yang kurang efektif, bukan karena pasiennya tidak berusaha, tetapi karena pendekatan yang digunakan tidak disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya.

Apa yang Perlu Dipahami Jika Eksim Baru Muncul Saat Dewasa?

Beberapa hal yang perlu menjadi pegangan:

  • Dermatitis atopik yang muncul pertama kali saat dewasa adalah pola yang diakui secara klinis, bukan pengecualian yang aneh
  • Tidak memiliki riwayat eksim di masa kecil tidak menyingkirkan kemungkinan DA pada usia dewasa
  • Kemunculan eksim dewasa tidak otomatis berarti ada sesuatu yang lebih serius atau kondisi yang berbeda
  • Evaluasi tetap bermakna karena beberapa kondisi lain bisa menyerupai eksim dan memerlukan pendekatan yang berbeda
  • Perjalanan penyakit pada orang dewasa bervariasi: sebagian mengalami episode yang relatif singkat, sebagian mengalami kondisi yang lebih persisten

Munculnya eksim pada usia dewasa bukan berarti ada sesuatu yang terlambat atau tidak normal. Yang penting adalah memastikan diagnosisnya tepat dan memahami faktor-faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

FAQ

Tidak. Dermatitis atopik dapat muncul pertama kali pada usia dewasa. Meskipun kondisi ini sering dimulai sejak masa anak, sebagian orang baru mengalami gejala yang dikenali sebagai dermatitis atopik pada usia 20, 30, 40 tahun atau lebih tua. Ini adalah pola yang diakui secara klinis.

Ya. Tidak semua pasien dermatitis atopik memiliki riwayat gejala sejak masa kecil. Seseorang dapat memiliki kerentanan yang sudah ada sejak lama tetapi baru mengalami gejala yang cukup jelas saat ada perubahan pada lingkungan, pekerjaan, produk yang digunakan, atau kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Yang berubah sering bukan kerentanannya, melainkan kondisi yang akhirnya membuat kerentanan tersebut terlihat. Pemicu baru seperti perubahan pekerjaan, lingkungan, stres, atau produk perawatan kulit dapat mengaktifkan gejala pada seseorang yang sebelumnya tidak pernah mengalaminya.

Tidak otomatis. Eksim yang muncul pertama kali saat dewasa tidak dengan sendirinya lebih serius dari eksim yang dimulai sejak kecil. Yang penting adalah evaluasi yang tepat untuk memastikan diagnosis benar dan memahami faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Membedakannya tidak selalu mudah karena tampilan bisa serupa. Petunjuk yang membantu adalah pola munculnya gejala, hubungan dengan paparan produk atau bahan tertentu, dan riwayat atopik. Evaluasi dokter spesialis diperlukan untuk diagnosis yang pasti karena penanganan keduanya berbeda.

Evaluasi berguna jika diagnosis tidak jelas, jika tampilan gejala tidak khas, jika kondisi tidak membaik dengan perawatan dasar, atau jika gejala berdampak pada aktivitas sehari-hari. Evaluasi memberikan kepastian diagnostik yang tidak bisa diperoleh dari informasi online saja.

Perjalanan penyakit berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian pasien dewasa mengalami periode remisi yang panjang dengan pengelolaan yang baik. Yang lebih realistis dari kata sembuh adalah kontrol yang baik: gejala yang terkendali, episode yang lebih jarang, dan dampak pada kualitas hidup yang minimal.

Informasi ini disusun oleh Dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE, untuk tujuan edukasi dan tidak menggantikan konsultasi medis langsung.

Hubungi Klinik DVX Medical Sekarang untuk Dapatkan Pengobatan Eksim untuk Orang Dewasa Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Apakah Eksim Menular ke Orang Lain?
Orang yang pertama kali melihat eksim sering bereaksi dengan kekhawatiran: apakah ini menular? Pertanyaan itu wajar karena eksim secara visual bisa menyerupai kondisi kulit yang memang menular. Tapi eksim dan penyakit kulit menular adalah dua hal yang sangat berbeda.
Apakah Eksim Bisa Menyebar ke Bagian Tubuh Lain?
Banyak pasien awalnya hanya memiliki satu area yang gatal atau meradang. Beberapa bulan kemudian, keluhan muncul di lokasi lain dan timbul kekhawatiran bahwa eksim sedang menyebar.
Apakah Dermatitis Atopik Bisa Sembuh?
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan pasien setelah menerima diagnosis dermatitis atopik adalah apakah kondisi ini bisa sembuh sepenuhnya.