T: Apakah klamidia pada wanita selalu ada gejalanya?
J: Tidak. Hingga 75% wanita yang terinfeksi klamidia tidak merasakan gejala yang jelas. Jika ada gejala, sering sangat ringan dan mudah dikira kondisi lain. Pemeriksaan laboratorium adalah satu-satunya cara memastikan.
T: Apakah klamidia bisa menyebabkan kemandulan?
J: Ya. Klamidia yang tidak diobati menyebabkan PID dan jaringan parut permanen di tuba falopi — salah satu penyebab utama infertilitas pada wanita. Komplikasi ini sepenuhnya bisa dicegah dengan deteksi dan pengobatan dini.
T: Apakah klamidia bisa sembuh sendiri?
J: Tidak. Tanpa antibiotik yang tepat, infeksi terus ada di dalam tubuh dan berkembang menjadi komplikasi serius. Semakin lama dibiarkan, semakin besar risiko kerusakan permanen pada organ reproduksi.
T: Tes apa yang paling akurat untuk mendeteksi klamidia?
J: PCR STI Panel adalah metode paling akurat yang tersedia. Menggunakan sampel urine, tidak invasif, akurat bahkan tanpa gejala, dan sekaligus mendeteksi 8 jenis IMS termasuk gonore yang sering hadir bersamaan dengan klamidia.
T: Apakah klamidia menular meski tidak bergejala?
J: Ya. Seseorang bisa menularkan klamidia ke pasangannya bahkan ketika tidak merasakan gejala apapun. Inilah yang membuat klamidia mudah menyebar dalam suatu pasangan tanpa ada yang menyadarinya.
T: Apakah pasangan harus ikut diobati?
J: Ya, wajib. Pasangan harus diperiksa dan diobati meskipun tidak merasakan gejala apapun. Tanpa ini, penularan ulang hampir pasti terjadi meskipun Anda sudah selesai diobati.
T: Berapa lama pengobatan klamidia?
J: Umumnya 7–14 hari tergantung jenis antibiotik, tingkat keparahan infeksi, dan ada tidaknya komplikasi seperti PID. Dokter akan menentukan durasi yang paling tepat berdasarkan hasil pemeriksaan Anda.
T: Apakah pemeriksaan di DVX Medical benar-benar rahasia?
J: Ya, sepenuhnya. Semua konsultasi, proses pemeriksaan, dan hasil di DVX Medical bersifat rahasia penuh. Tidak ada informasi yang dibagikan kepada pihak ketiga — termasuk keluarga atau pasangan — tanpa persetujuan eksplisit Anda.
T: Apakah klamidia berbahaya saat hamil?
J: Ya. Klamidia pada ibu hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bisa ditularkan ke bayi saat persalinan, menyebabkan infeksi mata serius atau pneumonia pada bayi baru lahir. Pemeriksaan klamidia sangat dianjurkan sebagai bagian dari persiapan kehamilan.
T: Apa bedanya klamidia dan gonore?
J: Keduanya disebabkan bakteri berbeda, tapi gejalanya mirip dan sangat sering hadir bersamaan pada pasien yang sama. PCR STI Panel bisa mendeteksi keduanya sekaligus dalam satu tes — ini yang paling efisien dan akurat.