Merasa sudah sembuh dari gonore dan kondisi kesehatan baik-baik saja? Hati-hati, infeksi gonore diam-diam meninggalkan efek yang mempengaruhi kesuburan. Sebelum terlambat, yuk kenali beberapa gejala gangguan kesuburan pasca gonore yang sering muncul!
1. Sulit Hamil
Jika Anda sudah mencoba program hamil selama 6–12 bulan tetapi belum juga berhasil, diperkirakan terjadi masalah pada proses ovulasi, kualitas sperma, atau sumbatan di saluran reproduksi akibat riwayat gonore.
Banyak wanita tidak menyadari bahwa kesulitan hamil yang muncul bertahun-tahun kemudian dapat dipengaruhi oleh infeksi gonore yang pernah dialami. Jika Anda memiliki riwayat gonore dan sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesuburan sejak awal agar penyebabnya dapat segera diketahui dan ditangani.
2. Perubahan Kualitas Sperma
Setelah sembuh dari gonore, beberapa pria mengalami penurunan kualitas sperma menjadi lebih sedikit, encer, dan warnanya berubah. Kondisi ini biasanya terjadi akibat peradangan atau penyumbatan di saluran reproduksi pria.
Jika Anda mengalami perubahan kualitas sperma, sebaiknya segera periksa kesehatan kesuburan Anda ke dokter spesialis andrologi terpercaya.
3. Nyeri Panggul atau Nyeri Testis
Rasa nyeri yang terus muncul di area panggul atau kelamin menandakan adanya peradangan yang belum sembuh setelah terinfeksi gonore. Keluhan ini sering terjadi karena organ reproduksi pernah mengalami iritasi atau kerusakan akibat bakteri gonore yang terlambat ditangani.
Walau kelihatannya sepele, nyeri yang terjadi berulang dapat menjadi tanda awal gangguan kesuburan. Jika Anda mengalaminya, segera lakukan pemeriksaan agar keluhan tersebut tidak bertambah parah.
4. Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Infeksi gonore (kencing nanah) yang pernah Anda alami dapat menyebabkan peradangan pada organ reproduksi, sehingga mengganggu ovulasi. Akibatnya, siklus menstruasi Anda menjadi lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teratur.
Jika pola haid berubah setelah sembuh dari gonore, segera lakukan pemeriksaan agar peluang hamil tetap terjaga.
5. Keluar Cairan Tidak Normal dari Organ Intim
Keputihan berlebihan, berbau, atau keluarnya cairan nanah dari penis dapat menjadi tanda infeksi gonore sebelumnya belum tuntas dan kambuh lagi. Infeksi gonore yang kambuh dapat mempengaruhi infertilitas.
6. Disfungsi Ereksi
Masalah infertilitas juga dapat ditandai dengan kesulitan mempertahankan ereksi atau libido. Tingkat ereksi yang menurun dapat menjadi salah satu tanda masalah hormon.
7. Nyeri saat Berhubungan Seksual
Rasa nyeri saat berhubungan dapat menjadi pertanda adanya radang panggul, jaringan parut, atau kerusakan pada tuba falopi akibat infeksi gonore sebelumnya.