Gejala Fisik
Pria dengan testosteron rendah sering mengalami penurunan massa otot dan kekuatan yang signifikan meskipun tetap aktif berolahraga. Peningkatan lemak tubuh, terutama di area perut, menjadi lebih sulit dikendalikan. Yang lebih serius, penurunan kepadatan tulang (osteoporosis) meningkatkan risiko patah tulang. Kelelahan kronis yang tidak membaik dengan istirahat dan penurunan energi drastis juga merupakan tanda peringatan penting.
Gejala Seksual
Disfungsi ereksi yang persisten dan tidak responsif terhadap pengobatan standar dapat mengindikasikan testosteron rendah. Penurunan libido atau hasrat seksual yang signifikan, berkurangnya ereksi spontan di pagi hari, dan penurunan kualitas sperma yang menyebabkan kesulitan memiliki anak merupakan indikator kuat perlunya evaluasi kadar testosteron.
Gejala Mental dan Emosional
Testosteron rendah dapat mempengaruhi kesehatan mental. Depresi, perubahan mood yang drastis, kesulitan berkonsentrasi (brain fog), mudah tersinggung, dan gangguan tidur sering dialami pria dengan hypogonadism. Gejala-gejala ini sering diabaikan atau disalahartikan sebagai stres biasa, padahal bisa jadi akar masalahnya adalah hormonal.