Situs resmi DVX Medical mencantumkan layanan terkait HIV, sifilis, gonore, klamidia, herpes genital, serta sejumlah pemeriksaan kelamin seperti Gram dan wet mount. DVX Medical juga memiliki layanan konsultasi IMS di cabang Jakarta.
Namun, pilihan tes pada setiap pasien tetap bergantung pada indikasi medis. Berikut beberapa pemeriksaan yang umum masuk dalam evaluasi IMS.
1. Tes HIV
Tes HIV membantu mengetahui apakah terdapat infeksi HIV. Jenis pemeriksaannya antara lain tes antibodi, kombinasi antigen/antibodi, dan nucleic acid test (NAT).
Waktu tes perlu diperhatikan karena setiap metode memiliki window period atau masa jendela. CDC menyebut tes antigen/antibodi laboratorium dari darah vena biasanya mulai mendeteksi HIV sekitar 18–45 hari setelah paparan, sedangkan NAT memiliki masa deteksi yang lebih awal, sekitar 10–33 hari.
Karena itu, hasil negatif yang diperoleh terlalu dini mungkin perlu dievaluasi kembali sesuai jenis tes dan waktu paparannya.
2. Tes Sifilis
Pemeriksaan sifilis umumnya memakai sampel darah untuk mendeteksi antibodi yang berkaitan dengan infeksi Treponema pallidum. Tes nontreponemal seperti RPR atau VDRL sering digunakan bersama tes treponemal.
CDC menekankan bahwa diagnosis sifilis secara serologis perlu mempertimbangkan kedua jenis tes tersebut. Satu hasil tes saja belum selalu cukup untuk menentukan apakah seseorang mengalami infeksi aktif, infeksi lama yang sudah ditangani, atau hasil reaktif palsu.
3. Pemeriksaan Gonore dan Klamidia
Gonore dan klamidia bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri saat buang air kecil atau keluar cairan dari kelamin. Namun, infeksi juga bisa muncul tanpa keluhan yang jelas.
Dalam praktik klinis, tes molekuler seperti NAAT sering menjadi pilihan untuk mendeteksi klamidia dan gonore. Jenis sampel bergantung pada lokasi paparan. Untuk klamidia urogenital, misalnya, CDC merekomendasikan NAAT dengan sampel seperti urine awal pada pria atau swab vagina pada wanita.
Riwayat seks oral atau anal juga penting disampaikan karena lokasi pengambilan sampel mungkin perlu disesuaikan. Ketersediaan metode dan jenis sampel di klinik perlu dikonfirmasi saat konsultasi.
4. Pemeriksaan Herpes Genital
Herpes berbeda dari beberapa IMS lain karena tes darah bukan pemeriksaan rutin untuk semua orang tanpa gejala.
Jika terdapat lepuh atau luka yang mengarah ke herpes, dokter bisa menilai lesi dan mempertimbangkan pengambilan sampel dari luka. Menurut CDC, tes herpes terutama dianjurkan pada orang yang memiliki gejala genital atau kondisi tertentu yang membuat pemeriksaan relevan. Skrining darah rutin pada orang tanpa gejala umumnya tidak dianjurkan karena keterbatasan akurasi hasil.
5. Pemeriksaan Cairan atau Sekret Genital
Keluhan seperti keputihan, cairan dari uretra, bau tidak biasa, rasa perih, atau gatal mungkin memerlukan evaluasi sampel cairan genital.
DVX Medical melayani pemeriksaan Gram dan wet mount untuk keputihan. Pemeriksaan seperti ini membantu dokter menilai temuan mikroskopis tertentu, tetapi hasilnya tetap perlu dibaca bersama gejala, pemeriksaan fisik, dan tes lain bila diperlukan.