1. Apakah jerawat di area intim merupakan hal yang normal?
Benjolan mirip jerawat cukup sering muncul akibat gesekan, folikulitis, rambut tumbuh ke dalam, atau pori-pori tersumbat. Namun, pemeriksaan diperlukan jika bentuknya tidak biasa atau keluhan terus berulang.
2. Apakah bisul di area intim bisa sembuh sendiri?
Bisul kecil terkadang membaik dengan perawatan kulit dan kompres hangat. Segera periksa jika benjolan membesar, sangat nyeri, disertai demam, atau tidak membaik.
3. Bolehkah jerawat di kemaluan dipencet?
Tidak dianjurkan. Memencet benjolan bisa melukai kulit, menyebarkan bakteri, memperparah peradangan, dan meninggalkan bekas luka.
4. Mengapa benjolan muncul setelah mencukur rambut kemaluan?
Mencukur bisa mengiritasi folikel atau menyebabkan rambut tumbuh ke dalam. Kondisi tersebut sering membentuk benjolan kecil yang menyerupai jerawat.
5. Apakah bisul di kemaluan menular melalui hubungan seksual?
Bisul biasa bukan termasuk IMS. Meski demikian, bakteri pada cairan dari bisul bisa berpindah melalui kontak kulit atau barang pribadi. Hindari kontak langsung dengan benjolan yang pecah dan jangan berbagi handuk.
6. Bagaimana membedakan jerawat dengan herpes genital?
Jerawat biasanya berupa benjolan padat atau pustula di sekitar rambut. Herpes lebih sering membentuk lenting berkelompok yang terasa perih, lalu pecah menjadi luka. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan karena tampilannya tidak selalu khas.
7. Mengapa bisul di selangkangan terus berulang?
Kekambuhan bisa berkaitan dengan gesekan, kelembapan, kolonisasi bakteri, atau kondisi seperti hidradenitis suppurativa. Dokter perlu mengevaluasi pola dan lokasi kemunculannya.
8. Dokter apa yang menangani benjolan di area intim?
Dokter spesialis kulit dan kelamin Sp.KK atau Sp.DVE menangani kelainan kulit pada area genital sekaligus mengevaluasi kemungkinan infeksi menular seksual.