Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan pasien — dan jawabannya memerlukan pemahaman tentang dua proses yang berbeda.
Proses pertama: hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH). Ketika kulit mengalami peradangan berulang, sel pigmen kulit (melanosit) merespons dengan menghasilkan lebih banyak melanin. Hasilnya adalah bercak yang lebih gelap dari kulit sekitarnya — yang bisa bertahan jauh setelah peradangan aktif mereda. Pada kulit lebih gelap, seperti yang umum pada pasien Indonesia, PIH cenderung lebih mencolok dan lebih lama hilangnya.
Proses kedua: bekas garukan dan perubahan tekstur. Setiap episode garukan meninggalkan jejak mekanis pada kulit — dari goresan halus yang hampir tidak terlihat, hingga penebalan progresif yang terjadi setelah garukan berulang selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Pada banyak pasien, yang paling mengganggu bukan hanya eksimnya, tetapi bekas yang tertinggal setelah peradangan berlangsung lama.
Apakah bekas ini bisa hilang? Ini adalah pertanyaan yang paling ingin dijawab pasien, dan jawabannya adalah: banyak yang bisa membaik, tetapi tidak semua bisa hilang sepenuhnya.
- PIH dapat memudar secara bertahap setelah peradangan berhasil dikendalikan dengan baik. Prosesnya memerlukan waktu — bulan hingga lebih dari setahun tergantung pada kedalaman perubahan pigmen dan warna kulit dasar
- Penebalan kulit yang belum terlalu lama terbentuk juga bisa membaik setelah garukan berhenti dan peradangan terkontrol
- Perubahan yang sudah sangat lama dan dalam mungkin tidak bisa kembali sepenuhnya — tapi selalu bisa dicegah dari memburuk lebih lanjut
Ada satu keluhan yang sering muncul dan jarang dibahas: kulit yang terasa kasar atau tidak rata meskipun sudah tidak gatal dan tidak meradang aktif. Pasien sering menyebutnya ";;bekasnya sudah tidak gatal tapi teksturnya masih berubah.";; Ini adalah kombinasi dari PIH yang belum sepenuhnya memudar dan perubahan tekstur dari lichenifikasi yang membaik tetapi belum kembali normal. Ini bukan tanda kegagalan terapi — melainkan tanda bahwa penyembuhan masih berlangsung. Yang paling menentukan bukan perawatan bekasnya, melainkan seberapa baik peradangan aktif bisa dikontrol ke depannya. Bekas yang baru tidak akan terbentuk jika peradangan bisa dicegah.
Baca Juga: Mengapa Eksim Terus Kambuh?