Air sendiri bukan penyebab eksim, tetapi paparan berulang dapat memperburuk barrier kulit yang sudah terganggu. Surfaktan dalam sabun menghilangkan lipid pelindung kulit, dan semakin sering ini terjadi, semakin lambat proses pemulihan barrier.
Deterjen dan sabun cuci piring mengandung surfaktan dengan konsentrasi lebih tinggi dari sabun tangan biasa. Paparan tanpa pelindung, bahkan dalam durasi singkat, cukup untuk memperburuk kondisi kulit yang sudah sensitif.
Hand sanitizer berbasis alkohol adalah iritan langsung pada kulit tangan yang sudah terganggu barriernya. Dalam konteks pasca-pandemi di Indonesia, frekuensi penggunaan hand sanitizer meningkat secara signifikan di banyak lingkungan kerja. Untuk pasien dengan eksim tangan, ini adalah faktor paparan yang perlu diperhitungkan secara eksplisit.
Dalam pengalaman kami, pasien sering mengaitkan flare dengan deterjen baru, padahal frekuensi cuci tangan yang meningkat beberapa minggu sebelumnya sering sama pentingnya.
Dalam pengalaman kami, pasien yang bekerja di lingkungan yang mengharuskan cuci tangan sangat sering, seperti tenaga kesehatan atau pekerja dapur, hampir selalu memerlukan pendekatan yang berbeda dari pasien dengan paparan lebih terbatas. Mengurangi frekuensi paparan saja sering tidak realistis. Yang perlu dioptimalkan adalah perlindungan dan pemulihan barrier setelah setiap paparan.
Baca Juga : Eksim Tidak Membaik? Kapan Terapi Perlu Ditingkatkan?