1. Apakah klamidia selalu menimbulkan gejala?
Tidak. Banyak penderita klamidia tidak mengalami gejala sehingga infeksi sering baru diketahui setelah melakukan tes.
2. Bagaimana cara penularan klamidia?
Klamidia dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral tanpa perlindungan.
3. Apakah klamidia bisa sembuh?
Ya. Klamidia dapat diobati dengan terapi antibiotik sesuai anjuran dokter.
4. Kapan sebaiknya melakukan tes klamidia?
Tes dianjurkan bila memiliki riwayat hubungan seksual berisiko, mengalami gejala tertentu, atau ingin melakukan skrining IMS rutin.
5. Apa bahaya klamidia jika tidak diobati?
Klamidia dapat menyebabkan gangguan kesuburan, radang panggul, hingga meningkatkan risiko penularan kepada pasangan.
Referensi
World Health Organization. Chlamydia Fact Sheet. 2025,
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chlamydia
Centers for Disease Control and Prevention. About Chlamydia. 2025,
https://www.cdc.gov/chlamydia/about/index.html
Mayo Clinic. Chlamydia Symptoms and Causes. 2024,
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chlamydia/symptoms-causes/syc-20355349
National Institutes of Health. Clinical Updates in Sexually Transmitted Infections. 2024,
https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11270754/
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran medis profesional. Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi DVX Medical Surabaya melalui WhatsApp