DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 12.00 - 20.00 | Sabtu: 09.00 - 16.00 | Minggu Appointment Only

Eczema Herpeticum, Ketika Eksim Bertemu Virus Herpes

Eczema Herpeticum, Ketika Eksim Bertemu Virus Herpes

Selasa, 17 Mar 2026
Eksim atau dermatitis atopik memang sudah membuat kulit rentan dan sensitif. Tapi tahukah Anda, ada kondisi yang bisa membuat eksim menjadi jauh lebih serius dari biasanya? Kondisi ini disebut eczema herpeticum atau eksim herpetikum, sebuah infeksi kulit yang terjadi saat virus herpes simplex menyerang area kulit yang sedang mengalami eksim.

Kondisi ini bukan sekadar eksim yang makin parah. Eczema herpeticum termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat dari dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK). Yuk, kenali lebih jauh apa itu eczema herpeticum, gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa Itu Eczema Herpeticum?

Eczema herpeticum adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh Herpes Simplex Virus (HSV), biasanya HSV tipe 1 yang menyerang kulit penderita eksim atau kondisi kulit inflamasi lainnya. Istilah lain yang sering digunakan adalah Kaposi varicelliform eruption.

Kulit penderita eksim kehilangan fungsi barier normalnya. Lapisan pelindung yang seharusnya menahan masuknya patogen menjadi rusak, sehingga virus herpes lebih mudah menyusup dan menyebar luas di permukaan kulit. Inilah kenapa seseorang dengan eksim jauh lebih rentan mengalami eczema herpeticum dibandingkan orang dengan kulit sehat.

Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak maupun dewasa, meski kasusnya lebih sering ditemukan pada anak dengan riwayat dermatitis atopik yang cukup parah.

Penyebab Eczema Herpeticum

Penyebab utama eczema herpeticum adalah Herpes Simplex Virus (HSV-1 atau HSV-2). Virus ini bisa menular melalui:
  • Kontak langsung dengan orang yang memiliki luka herpes aktif (cold sore / herpes oral)
  • Menyentuh luka herpes lalu menyentuh area kulit yang sedang eksim
  • Pada bayi, bisa tertular dari pengasuh atau orang tua yang memiliki herpes oral aktif
Perlu dipahami, tidak semua orang yang terpapar HSV akan mengalami eczema herpeticum. Faktor risiko utamanya adalah:
Memiliki dermatitis atopik (eksim) aktif atau riwayat eksim yang berat
  • Eksim yang tidak terkontrol dengan baik
  • Sistem imun yang sedang lemah
  • Pernah menderita eksim herpetikum sebelumnya (risiko kekambuhan tetap ada)

Gejala Eczema Herpeticum

Gejala eczema herpeticum biasanya muncul 5 sampai 12 hari setelah terpapar virus herpes. Bedanya dengan eksim biasa, eczema herpeticum menunjukkan tanda-tanda yang lebih khas dan progresif.

Gejala Awal
  • Muncul lepuhan kecil berisi cairan yang berkelompok di area eksim
  • Lepuhan terasa nyeri, bukan sekadar gatal
  • Kulit tampak kemerahan dengan batas yang tidak beraturan
Gejala Lanjutan
  • Lepuhan pecah dan membentuk luka terbuka (erosi) dengan tepi yang khas, biasanya berbentuk seperti punched-out lesion
  • Luka bisa menyebar luas dalam waktu singkat
  • Muncul demam, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Pada kasus berat, luka bisa menyebar ke seluruh tubuh
Lokasi yang paling sering terkena adalah wajah, leher, dan bagian atas tubuh, menyesuaikan area yang memang sudah terdampak eksim sebelumnya.

Perhatian: Jika anak atau Anda mengalami lepuhan yang menyebar cepat disertai demam tinggi di area kulit eksim, segera periksakan ke dokter spesialis kulit. Ini bukan kondisi yang bisa ditunggu.


Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosa Eczema Herpeticum?

Dokter spesialis kulit umumnya mendiagnosis eczema herpeticum melalui beberapa cara:

Pemeriksaan Klinis. Dokter akan melihat tampilan lesi secara langsung. Pola luka yang khas (punched-out, berkelompok, dan menyebar di atas area eksim) sudah cukup memberikan gambaran klinis yang kuat.

Pemeriksaan Penunjang. Untuk konfirmasi diagnosis, dokter bisa merekomendasikan:
  • Swab PCR dari lesi untuk mendeteksi DNA virus HSV
  • Kultur virus dari cairan lepuhan
  • Tzanck smear, pemeriksaan mikroskopis yang menunjukkan sel multinuklear khas infeksi HSV
Diagnosis yang cepat dan tepat sangat penting karena penanganan eczema herpeticum berbeda dengan eksim biasa.

Pengobatan Eczema Herpeticum

Eczema herpeticum tidak bisa sembuh sendiri dan tidak boleh diobati hanya dengan krim eksim biasa. Penanganan utama melibatkan obat antivirus sistemik.

Antivirus

Obat pilihan utama adalah asiklovir (acyclovir) atau valasiklovir (valacyclovir). Pada kasus ringan hingga sedang, bisa diberikan dalam bentuk tablet oral. Namun pada kasus berat, terutama jika sudah ada tanda penyebaran sistemik atau komplikasi mata, dokter akan merekomendasikan rawat inap dengan antivirus intravena (IV).

Penanganan Infeksi Sekunder

Luka terbuka akibat eczema herpeticum sangat rentan mengalami infeksi bakteri sekunder. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik topikal atau oral sesuai kondisi.

Perawatan Eksim yang Mendasari

Setelah infeksi terkontrol, pengelolaan eksim yang baik tetap diperlukan untuk mencegah kekambuhan di masa depan.

Hal yang Harus Dihindari
  • Kortikosteroid topikal tidak boleh digunakan saat infeksi aktif, karena bisa memperburuk penyebaran virus
  • Jangan memecah lepuhan sendiri
  • Hindari kontak dengan orang lain selama lesi masih aktif untuk mencegah penularan

Komplikasi Eczema Herpeticum

Jika tidak ditangani dengan cepat, eczema herpeticum bisa menimbulkan komplikasi serius, antara lain:
  • Infeksi mata (keratokonjungtivitis herpetik) yang bisa berujung pada kebutaan jika virus menyebar ke kornea
  • Ensefalitis herpetik, infeksi virus herpes pada otak (sangat jarang namun mengancam jiwa)
  • Sepsis akibat infeksi bakteri sekunder yang tidak tertangani
  • Jaringan parut permanen pada kulit
Komplikasi ini terutama berisiko terjadi pada bayi, anak kecil, dan orang dengan kondisi imunosupresi.

Eczema Herpeticum vs Eksim Biasa: Apa Bedanya?

Banyak penderita eksim yang tidak menyadari gejalanya sudah berkembang menjadi eczema herpeticum karena tampilannya sekilas mirip. Berikut perbedaan utamanya:

AspekEksim BiasaEczema Herpeticum
LesiKemerahan, bersisik, gatalLepuhan berkelompok, nyeri
DemamJarangSering muncul
PerkembanganLambatCepat menyebar
NyeriDominan gatalGatal + nyeri signifikan
PenangananKrim/salep kortikosteroidAntivirus sistemik

Siapa yang Paling Berisiko?

Meski siapa saja dengan eksim berpotensi mengalami kondisi ini, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi:
  • Anak-anak dengan dermatitis atopik berat yang belum terkontrol
  • Penderita eksim yang sering kontak dengan orang berpenyakit herpes oral aktif
  • Orang dengan kondisi yang melemahkan sistem imun, seperti HIV, atau yang sedang menjalani terapi imunosupresan
Penderita eksim yang baru pertama kali terinfeksi HSV (primary infection) cenderung mengalami gejala lebih berat

Pencegahan Eczema Herpeticum

Mencegah eczema herpeticum bisa dilakukan dengan beberapa langkah berikut:
  • Kontrol eksim dengan baik bersama dokter spesialis, jangan biarkan eksim tidak terkontrol dalam waktu lama
  • Hindari kontak dengan orang yang memiliki herpes aktif, terutama saat eksim sedang kambuh
  • Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh area kulit yang sedang eksim
  • Jangan berbagi lip balm, alat makan, atau handuk dengan orang lain
  • Jika Anda atau anggota keluarga memiliki riwayat herpes, pastikan tidak mencium atau melakukan kontak wajah dengan anak yang punya eksim aktif

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Tips Efektif Mengatasi Flare Up Eksim

Eksim atau dermatitis atopik, adalah kondisi kulit kronis ya...

Mengenal HPV (Human Papillomavirus) dan Penyebabnya

HPV atau Human Papillomavirus adalah salah satu infeksi viru...

Tips Mencegah Penularan Herpes Genital

Herpes genital adalah salah satu infeksi menular seksual (IM...

Pimekrolimus untuk Eksim: Kapan Digunakan?

Pimekrolimus topikal (misalnya Elidel®) adalah obat golongan...

Mengapa Eksim Terus Kambuh?

Banyak pasien dermatitis atopik mengalami momen ini: kulit s...

Send Message