Selain HPV, terdapat beberapa faktor risiko lain yang meningkatkan penyebab kanker serviks dan patut mendapat perhatian khusus dari setiap wanita.
Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Predisposisi genetik memainkan peran penting dalam menentukan kerentanan seseorang terhadap kanker serviks. Wanita dengan riwayat keluarga yang memiliki kanker serviks memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Penelitian menunjukkan bahwa mutasi gen tertentu dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan DNA yang disebabkan oleh HPV.
Faktor Imunitas dan Kondisi Kesehatan
Sistem imun yang lemah adalah penyebab kanker serviks yang sering diabaikan. Kondisi seperti HIV AIDS, penggunaan obat imunosupresif jangka panjang, atau penyakit autoimun dapat mengurangi kemampuan tubuh melawan infeksi HPV. Wanita dengan CD4 count rendah akibat HIV memiliki risiko kanker serviks lima hingga sepuluh kali lebih tinggi dibanding wanita sehat.
Faktor Gaya Hidup
Kebiasaan hidup sehari-hari memberikan dampak signifikan terhadap risiko penyebab kanker serviks. Merokok adalah salah satu faktor gaya hidup utama yang meningkatkan risiko, karena zat kimia berbahaya dalam rokok dapat merusak sistem imun dan DNA sel serviks. Selain itu, nutrisi kurang, terutama kekurangan vitamin A, C, dan E, serta obesitas juga meningkatkan kerentanan terhadap kanker.
Faktor Reproduksi dan Seksual
Usia saat pertama kali berhubungan seksual yang terlalu muda, banyak pasangan seksual, dan riwayat kehamilan dalam usia muda merupakan faktor risiko yang signifikan. Selain itu,
infeksi menular seksual lainnya seperti Chlamydia dapat menjadi kofaktor yang meningkatkan risiko penyebab kanker serviks.