1. Berapa hari setelah ganti pasangan sebaiknya tes HIV?
Waktunya bergantung pada jenis tes. Tes antigen/antibodi laboratorium dari darah vena umumnya mulai mendeteksi HIV sekitar 18–45 hari setelah paparan, sedangkan tes antibodi memiliki masa jendela yang lebih panjang. Dokter dapat membantu menentukan jadwal tes sesuai pemeriksaan yang tersedia. HIV.gov
2. Apakah tes HIV seminggu setelah berhubungan sudah akurat?
Belum tentu. Seminggu masih terlalu dini bagi banyak jenis tes HIV. Bila ada risiko paparan, konsultasi tetap bisa dilakukan lebih awal untuk menentukan langkah berikutnya, terutama jika kejadian masih dalam rentang waktu PEP.
3. Jika hasil HIV negatif setelah ganti pasangan, apakah perlu tes ulang?
Tes ulang mungkin perlu jika tes pertama berlangsung sebelum masa jendela berakhir. CDC menyarankan pemeriksaan ulang setelah masa jendela jenis tes yang digunakan bila hasil setelah paparan masih negatif. CDC
4. Apakah pasangan terlihat sehat berarti tidak perlu tes HIV?
Tidak. Penampilan maupun ada-tidaknya gejala tidak menunjukkan status HIV secara pasti. Tes adalah cara untuk mengetahui status HIV.
5. Apakah berganti pasangan pasti meningkatkan risiko HIV?
Tidak otomatis. Risiko bergantung pada jenis hubungan seksual, penggunaan kondom, status HIV pasangan, penggunaan metode pencegahan, serta faktor lain. Riwayat pasangan baru tetap relevan saat dokter menilai kebutuhan screening.
6. Apakah tes HIV perlu dilakukan bersama pasangan baru?
Tes bersama bisa menjadi salah satu pilihan agar masing-masing mengetahui status HIV. Namun, hasil tes seseorang hanya menggambarkan status orang tersebut dan tidak otomatis menunjukkan status pasangannya.
7. Apakah tes HIV juga mendeteksi sifilis atau gonore?
Tidak. Tes HIV secara khusus memeriksa penanda infeksi HIV. Sifilis, gonore, klamidia, dan IMS lain memerlukan pemeriksaan tersendiri sesuai indikasi.