DVX Surabaya

Senin. selasa. jumat 12.00-21.00 | Rabu. kamis. sabtu 11.00-18.00

DVX Jakarta

Senin - jumat 11.00-19.00 | Sabtu 10.00-15.00

Kenali Perbedaan Gonore dan Keputihan pada Wanita

Kenali Perbedaan Gonore dan Keputihan pada Wanita

Kamis, 20 Agu 2026

Perubahan keputihan, misalnya menjadi lebih banyak, berbau, atau berubah warna, sering membuat wanita khawatir mengalami infeksi menular seksual. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena beberapa gejala gonore pada wanita memang bisa mirip dengan masalah vagina atau saluran kemih, seperti cairan vagina yang berubah dan nyeri saat buang air kecil wanita. Namun, perubahan keputihan tidak selalu berarti gonore.

Memahami perbedaan gonore dan keputihan membantu Anda tidak terburu-buru menilai penyebab hanya dari warna atau bentuk cairan. WHO memperkirakan ada sekitar 82,4 juta kasus baru gonore pada orang dewasa usia 15 sampai 49 tahun di dunia pada 2020. Gonore dapat diobati dengan antibiotik yang tepat, tetapi diagnosis tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis.

Apa Itu Keputihan dan Gonore?

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih, tidak berbau tajam, serta tidak menimbulkan gatal atau nyeri. Jumlah dan teksturnya juga bisa berubah mengikuti siklus menstruasi. Menurut Merck Manual, cairan vagina normal umumnya memiliki tingkat keasaman atau pH sekitar 3,5 sampai 4,5.

Berbeda dengan keputihan, gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Infeksi ini dapat mengenai area kelamin, rektum, maupun tenggorokan dan dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral.

Jadi, keputihan bukanlah nama penyakit. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina dan bisa merupakan kondisi normal maupun tanda adanya gangguan. Sementara itu, gonore adalah infeksi yang salah satu gejalanya dapat berupa perubahan cairan vagina.

Perbedaan Gonore dan Keputihan pada Wanita yang Perlu Diperhatikan

Untuk memahami beda keputihan normal dan tidak normal, jangan hanya melihat warnanya.

Keputihan normal umumnya bening atau putih, tidak berbau tajam, dan tidak disertai rasa gatal, perih, atau nyeri. Keputihan perlu diperiksa jika warnanya berubah, berbau tidak biasa, menggumpal atau berbusa, terutama jika disertai gatal, nyeri, atau rasa perih.

Lalu, bagaimana dengan ciri keputihan gonore? WHO menjelaskan bahwa gonore pada wanita dapat menyebabkan perubahan cairan vagina, rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, serta perdarahan di luar jadwal menstruasi atau saat berhubungan seksual.

Namun, gonore tidak bisa dipastikan hanya dari warna atau bentuk keputihan. Beberapa infeksi lain juga bisa menimbulkan gejala yang mirip.

Gejala Gonore pada Wanita yang Bisa Muncul Bersamaan dengan Keputihan

Menurut CDC, banyak wanita yang terkena gonore tidak merasakan gejala yang jelas. Jika gejala muncul, gejalanya sering ringan sehingga mudah dianggap sebagai keputihan biasa atau infeksi saluran kemih.

Beberapa gejala gonore pada wanita yang perlu diperhatikan antara lain:

  • cairan vagina menjadi lebih banyak atau berbeda dari biasanya,
  • nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil,
  • perdarahan di luar jadwal menstruasi,
  • nyeri pada area panggul atau perut bagian bawah.

Gejala tersebut dapat menjadi salah satu tanda penyakit menular seksual, tetapi tidak selalu berarti gonore. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Keputihan Abnormal Tidak Selalu Disebabkan Gonore

Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa keputihan kuning kehijauan pasti disebabkan gonore. Padahal, penyebabnya bisa bermacam-macam.

Menurut Merck Manual, keputihan kuning kehijauan yang berbusa juga dapat ditemukan pada trikomoniasis. Sementara itu, bacterial vaginosis lebih sering menyebabkan keputihan tipis berwarna keabu-abuan dan berbau amis. Infeksi jamur biasanya menyebabkan keputihan putih kental yang sering disertai rasa gatal.

Artinya, penyebab keputihan berwarna kuning hijau tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan cairan. DVX Medical juga menjelaskan bahwa keputihan kuning kehijauan yang encer dan berbuih dapat berkaitan dengan trikomoniasis, sedangkan cairan kuning atau putih keruh bisa ditemukan pada beberapa infeksi bakteri seperti gonore atau klamidia.

Karena itu, sebaiknya hindari membeli obat sendiri hanya berdasarkan warna keputihan. Pengobatan yang tidak sesuai justru dapat membuat penyebab sebenarnya terlambat diketahui.

Mengapa Gonore pada Wanita Sering Sulit Dikenali?

Gonore pada wanita cukup sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu jelas. WHO menyebut sebagian besar wanita yang mengalami gonore dapat tidak merasakan keluhan atau hanya mengalami gejala ringan. Jika muncul, gejalanya dapat berupa perubahan keputihan, rasa terbakar saat buang air kecil, atau perdarahan yang tidak biasa.

Tidak adanya gejala bukan berarti infeksi boleh dibiarkan. Gonore yang tidak ditangani dapat menyebar ke organ reproduksi dan menyebabkan penyakit radang panggul atau PID. CDC mencatat bahwa sekitar 1 dari 8 wanita yang memiliki riwayat PID mengalami kesulitan untuk hamil.

Karena itu, pemeriksaan menjadi penting terutama jika Anda merasa pernah berisiko terpapar infeksi menular seksual, meskipun gejalanya ringan.

Pengobatan Gonore dan Penanganan Keputihan Tidak Normal

Penanganan keputihan abnormal harus disesuaikan dengan penyebabnya. Keputihan akibat infeksi jamur tentu membutuhkan penanganan yang berbeda dengan bacterial vaginosis, trikomoniasis, klamidia, atau gonore.

Dokter biasanya akan menanyakan keluhan, melakukan pemeriksaan bila diperlukan, serta mengambil sampel cairan atau urine untuk mencari penyebabnya. Pemeriksaan ini membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan gonore atau kondisi lain.

Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotik yang sesuai. Namun, antibiotik tidak boleh digunakan sembarangan karena bakteri gonore dapat menjadi kebal atau lebih sulit diobati dengan beberapa jenis antibiotik. WHO juga menyoroti meningkatnya masalah kekebalan bakteri gonore terhadap antibiotik.

Pasangan seksual juga dapat perlu diperiksa dan mendapatkan pengobatan. CDC menyarankan pasien untuk tidak melakukan hubungan seksual selama 7 hari setelah pengobatan, sampai pasangan juga telah ditangani dan gejala menghilang. Pemeriksaan ulang sekitar tiga bulan setelah terapi juga dianjurkan karena infeksi dapat terjadi kembali.

Keputihan Berubah dan Khawatir Gonore? Lakukan Pemeriksaan di DVX Medical

Jika keputihan berubah disertai rasa sakit saat buang air kecil, perdarahan yang tidak biasa, nyeri panggul, atau Anda merasa pernah berisiko terpapar infeksi menular seksual, sebaiknya jangan hanya menebak penyebabnya dari warna cairan.

DVX Medical menangani berbagai masalah kulit dan kelamin, termasuk keputihan serta infeksi menular seksual seperti gonore, klamidia, sifilis, HIV, herpes, dan kutil kelamin. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis di bidang Dermatologi dan Venereologi untuk membantu menentukan penyebab keluhan sebelum memilih penanganan yang sesuai.

Untuk keluhan keputihan, DVX Medical juga menyediakan pemeriksaan seperti pemeriksaan Gram dan sediaan basah. Pemeriksaan ini membantu dokter melihat kemungkinan penyebab infeksi sehingga terapi tidak hanya diberikan berdasarkan dugaan.

Semakin cepat penyebab diketahui, semakin cepat pula penanganan yang tepat dapat diberikan. Anda juga tidak perlu terus merasa khawatir karena hanya mengandalkan warna atau bentuk keputihan sebagai patokan.

DVX Medical Jakarta
Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (WhatsApp)

DVX Medical Surabaya
Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (WhatsApp)

1. Apakah keputihan kuning kehijauan pasti gonore?

Tidak. Keputihan kuning kehijauan juga dapat muncul pada kondisi lain, salah satunya trikomoniasis. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

2. Seperti apa ciri keputihan gonore?

Tidak ada satu warna atau bentuk keputihan yang bisa memastikan gonore. Pada beberapa wanita, gonore dapat menyebabkan cairan vagina berubah atau menjadi lebih banyak dan disertai nyeri saat buang air kecil atau perdarahan di luar menstruasi.

3. Apakah wanita bisa terkena gonore tanpa gejala?

Ya. Banyak wanita dengan gonore tidak mengalami gejala yang jelas atau hanya memiliki keluhan ringan. Karena itu, seseorang tetap bisa memiliki infeksi meskipun merasa tidak ada masalah.

4. Bagaimana mengetahui keputihan disebabkan gonore?

Dokter perlu melihat gejala, riwayat risiko, dan hasil pemeriksaan laboratorium. Keputihan saja tidak cukup untuk menentukan apakah penyebabnya gonore atau infeksi lain.

5. Apakah gonore bisa sembuh?

Bisa. Gonore dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tepat. Namun, pengobatan perlu mengikuti arahan dokter agar obat sesuai dan risiko resistensi antibiotik dapat ditekan.

Referensi

  1. World Health Organization (WHO).Gonorrhoea (Neisseria gonorrhoeae infection).2025.
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).About Gonorrhea.2025.
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).About Pelvic Inflammatory Disease (PID).2023.
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC).Gonococcal Infections Among Adolescents and Adults, STI Treatment Guidelines.2021.
  5. Merck Manual Professional Edition.Vulvovaginal Pruritus or Vaginal Discharge.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Perbedaan Ciri-Ciri Klamidia pada Pria dan Wanita

Bayangkan Anda menjalani kehidupan seksual yang aktif tanpa ...

Perbedaan Gejala Gonore pada Pria dan Wanita yang Sering Terabaikan

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan ...

Perbedaan Skrining IMS Pria dan Wanita

Infeksi Menular Seksual (IMS) masih sering disalahpahami. Ba...

Gonore Tanpa Gejala pada Wanita, Potensi Penularan yang Perlu Diwaspadai

Gonore sering disebut sebagai ancaman tersembunyi bagi keseh...

Gonore Bisa Sebabkan Infertilitas? Kenali Dampaknya pada Kesuburan

Perubahan pada cairan kelamin sering kali dianggap sepele. B...