Tidak sedikit orang merasa cemas saat menyadari adanya benjo...
Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan: Apakah Termasuk Penyakit Menular Seksual?
Munculnya benjolan, bisul, atau luka berulang di area selangkangan sering menimbulkan kekhawatiran mengenai penyakit menular seksual. Padahal, tidak semua kelainan kulit di area genital berkaitan dengan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Salah satunya adalah hidradenitis suppurativa di selangkangan. Hidradenitis suppurativa (HS) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang dapat menimbulkan benjolan nyeri, abses, luka yang mengeluarkan cairan, hingga jaringan parut.
Yang perlu diketahui, hidradenitis suppurativa bukan infeksi menular seksual (IMS) dan tidak menular dari satu orang ke orang lain, termasuk melalui hubungan seksual. American Academy of Dermatology (AAD) secara khusus menyatakan bahwa HS bukan penyakit menular seksual dan bukan kondisi yang menular.
Meski demikian, lokasi dan bentuk lesinya terkadang menyerupai beberapa penyakit lain pada area genital. Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.
Apakah Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan Termasuk Penyakit Menular Seksual?
Tidak. Hidradenitis suppurativa di selangkangan bukan penyakit menular seksual.
HS tidak disebabkan oleh bakteri atau virus penyebab IMS dan tidak berpindah kepada pasangan melalui aktivitas seksual. Berbagi tempat tidur, bersentuhan dengan kulit, atau berada dekat dengan seseorang yang memiliki HS juga tidak menyebabkan penularan penyakit ini.
Kesalahpahaman sering muncul karena HS bisa berkembang sangat dekat dengan area genital. Lesi HS juga dapat berisi nanah, pecah, atau mengeluarkan cairan. Tampilan tersebut membuat sebagian orang mengira kondisi ini sebagai infeksi.
Padahal, keberadaan nanah pada lesi HS tidak selalu berarti terdapat infeksi bakteri. Infeksi sekunder memang bisa terjadi pada luka terbuka, tetapi proses utama HS merupakan peradangan kronis pada kulit.
Hal lain yang perlu diperhatikan, seseorang dengan HS tetap bisa mengalami IMS secara bersamaan. Oleh sebab itu, memiliki diagnosis HS tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan IMS apabila terdapat faktor risiko atau gejala lain.
HS di Selangkangan Bisa Mirip dengan Penyakit Menular Seksual
Kelainan pada kulit genital memiliki banyak kemungkinan penyebab. Beberapa IMS bahkan dapat menimbulkan lesi yang sekilas menyerupai jerawat, bisul, luka, atau benjolan.
Herpes genital, misalnya, umumnya menimbulkan satu atau beberapa lepuhan di sekitar genital, rektum, atau mulut. Lepuhan tersebut dapat pecah dan meninggalkan luka yang terasa nyeri. Pada gejala yang ringan, herpes bahkan bisa keliru dianggap sebagai jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam.
Sementara itu, sifilis primer biasanya ditandai dengan satu atau beberapa luka pada lokasi masuknya bakteri. Luka tersebut sering berbentuk bulat, relatif keras, dan tidak terasa sakit, walaupun manifestasinya dapat bervariasi.
Kondisi lain adalah kutil kelamin akibat HPV. Kutil genital dapat tampak sebagai satu benjolan atau sekumpulan benjolan yang kecil maupun besar, datar, menonjol, atau menyerupai kembang kol.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa lokasi benjolan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan dokter diperlukan terutama ketika bentuk lesi tidak khas, muncul setelah aktivitas seksual berisiko, atau disertai keluhan genital lainnya.
Apakah HS Bisa Menular ke Pasangan Saat Berhubungan Seksual?
HS tidak menular kepada pasangan melalui hubungan seksual.
Namun, aktivitas yang menimbulkan gesekan pada kulit yang sedang mengalami flare dapat membuat area tersebut terasa lebih nyeri atau teriritasi. Hal ini berbeda dengan penularan IMS. Gesekan tidak membuat pasangan “tertular” HS.
Jika terdapat luka terbuka, rasa nyeri hebat, atau cairan dari lesi, sebaiknya hindari tindakan yang semakin mengiritasi area tersebut dan konsultasikan kondisi kulit dengan dokter.
Di sisi lain, jika seseorang memiliki riwayat kontak seksual berisiko atau mengalami gejala lain seperti luka genital yang tidak biasa, kutil, nyeri saat berkemih, atau cairan dari organ genital, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan IMS.
Kapan Benjolan di Selangkangan Sebaiknya Diperiksakan?
Tidak setiap benjolan di selangkangan memerlukan penanganan yang sama. Namun, pemeriksaan dokter sebaiknya dipertimbangkan apabila benjolan terasa sangat nyeri, tidak membaik dalam beberapa minggu, sering muncul kembali, timbul di beberapa lokasi, mengeluarkan cairan berulang, atau mulai meninggalkan jaringan parut.
Mayo Clinic juga menyarankan evaluasi dermatologis ketika keluhan HS menimbulkan rasa sakit, sering kambuh, menetap, atau mengenai beberapa area tubuh.
Hindari memencet atau mencoba memecahkan benjolan sendiri. Manipulasi pada nodul atau luka dapat menyebabkan iritasi dan trauma tambahan pada kulit, yang berpotensi memperburuk keluhan HS.




