Senin, 21 Sep 2026

Apakah Hidradenitis Suppurativa Menular? Ini Fakta yang Perlu Dipahami

Benjolan berulang di ketiak, selangkangan, atau area lipatan kulit terkadang membuat seseorang khawatir mengalami penyakit menular. Kekhawatiran ini cukup umum pada penderita Hidradenitis Suppurativa (HS) karena lesinya bisa menyerupai bisul, terasa nyeri, pecah, dan mengeluarkan cairan atau nanah.

Lalu, apakah Hidradenitis Suppurativa menular?

Jawabannya adalah tidak. Hidradenitis Suppurativa merupakan penyakit kulit inflamasi kronis dan tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan, penggunaan barang bersama, maupun hubungan seksual. American Academy of Dermatology (AAD) juga menegaskan bahwa HS bukan penyakit menular, bukan infeksi menular seksual, dan bukan akibat kulit yang tidak bersih.

Meski demikian, memahami karakteristik HS tetap penting agar benjolan berulang tidak dianggap sebagai bisul biasa atau kondisi kulit lain.

Kalau Tidak Menular, Apa Penyebab Hidradenitis Suppurativa?

Hidradenitis Suppurativa terjadi berkaitan dengan peradangan dan penyumbatan pada folikel rambut. Namun, penyebab pasti mengapa proses tersebut terjadi belum sepenuhnya diketahui.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa beberapa faktor diduga berkaitan dengan perkembangan HS, seperti hormon, predisposisi genetik, kebiasaan merokok, dan berat badan berlebih.

Beberapa faktor yang perlu dipahami antara lain:

1. Faktor genetik

Riwayat keluarga berperan pada sebagian pasien. NHS menyebut sekitar satu dari tiga kasus HS terjadi pada orang yang juga memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa.

Artinya, seseorang mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap HS. Namun, hal ini berbeda dengan penyakit yang menular melalui kontak langsung.

2. Faktor hormonal

HS sering mulai muncul setelah masa pubertas. Hal ini menjadi salah satu alasan faktor hormonal diduga ikut berperan dalam perkembangan penyakit.

3. Merokok dan berat badan

Merokok serta berat badan berlebih memiliki hubungan dengan HS dan dapat berkaitan dengan gejala yang lebih berat pada sebagian pasien. Namun, keduanya bukan satu-satunya penyebab.

Seseorang yang tidak merokok atau memiliki berat badan normal juga tetap bisa mengalami HS.

Mengapa Hidradenitis Suppurativa Sering Disangka Infeksi?

Salah satu penyebab utama HS disalahartikan sebagai penyakit menular adalah bentuk lesinya. Hidradenitis Suppurativa bisa menimbulkan:

  • Benjolan dalam yang terasa nyeri
  • Benjolan menyerupai bisul
  • Abses atau kantong berisi nanah
  • Luka yang mengeluarkan cairan
  • Jaringan parut setelah luka sembuh
  • Benjolan yang berulang di lokasi yang sama;
  • Saluran atau tunnel di bawah kulit pada kondisi yang lebih lanjut

Area yang sering terkena antara lain ketiak, selangkangan, paha bagian dalam, bokong, serta area di bawah payudara.

AAD menjelaskan bahwa HS bisa tampak seperti jerawat, kista jerawat, atau bisul. Pada kondisi yang berkembang lebih lanjut, abses dapat pecah dan mengeluarkan darah maupun nanah serta meninggalkan jaringan parut.

Kemiripan tersebut membuat HS mudah dianggap sebagai infeksi kulit. Padahal, mekanisme penyakit HS berbeda dengan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang menular.

Apakah Hidradenitis Suppurativa Termasuk Penyakit Menular Seksual?

Tidak. Hidradenitis Suppurativa bukan penyakit menular seksual.

Kebingungan ini biasanya muncul karena HS sering menyerang area selangkangan, paha bagian dalam, atau sekitar genital.

AAD secara eksplisit menyatakan bahwa HS bukan penyakit menular seksual. Meski begitu, munculnya benjolan atau luka pada area genital tidak otomatis berarti seseorang mengalami HS. Beberapa kondisi lain, termasuk folikulitis, kista, bisul, hingga infeksi tertentu, juga bisa menimbulkan keluhan yang tampak serupa.

Oleh karena itu, diagnosis sebaiknya tidak hanya berdasarkan tampilan benjolan secara mandiri.

Kapan Benjolan yang Diduga HS Perlu Diperiksa?

Benjolan sesekali tidak selalu berarti Hidradenitis Suppurativa. Namun, pola tertentu perlu mendapat perhatian, terutama jika keluhan terus berulang.

Pertimbangkan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit apabila benjolan:

  • Terasa sangat nyeri
  • Terus muncul kembali di lokasi yang sama
  • Tidak membaik dalam beberapa minggu
  • Muncul di beberapa area tubuh
  • Sering pecah dan mengeluarkan cairan
  • Meninggalkan jaringan parut
  • Mengganggu aktivitas atau pergerakan

Mayo Clinic merekomendasikan evaluasi medis terutama ketika kondisi terasa nyeri, sering kambuh, tidak membaik dalam beberapa minggu, muncul di beberapa lokasi, atau mengganggu pergerakan.

Diagnosis HS umumnya dilakukan melalui evaluasi pola keluhan, lokasi lesi, pemeriksaan kulit, serta riwayat medis. NHS juga menyebut belum terdapat satu pemeriksaan khusus yang secara definitif digunakan untuk memastikan HS.

Related Article

Eksim Menular atau Tidak? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

Pernahkah Anda melihat seseorang dengan kulit kemerahan, ber...

Apakah HIV Bisa Disembuhkan? Ini yang Perlu Diketahui Saat Ini

Saat ini HIV memang belum dapat disembuhkan. Namun, itu buka...

Waspada! Ini Ciri-Ciri Impotensi yang Perlu Penanganan Cepat

Bayangkan situasi di mana momen intim Anda terganggu oleh ra...

Apakah Chlamydia IgG Perlu Diobati? Ini Penjelasan Lengkapnya

Chlamydia merupakan salah satu infeksi menular seksual (IMS)...

Kutil di Selangkangan, Apakah Berbahaya? Ini Faktanya!

Menemukan benjolan kecil di area selangkangan sering membuat...