Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan: Apakah Termasuk Penyakit Menular Seksual?
10 jam yang lalu

Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan: Apakah Termasuk Penyakit Menular Seksual?

Munculnya benjolan, bisul, atau luka berulang di area selangkangan sering menimbulkan kekhawatiran mengenai penyakit menular seksual. Padahal, tidak semua kelainan kulit di area genital berkaitan dengan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Salah satunya adalah hidradenitis suppurativa di selangkangan. Hidradenitis suppurativa (HS) merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang dapat menimbulkan benjolan nyeri, abses, luka yang mengeluarkan cairan, hingga jaringan parut.

Yang perlu diketahui, hidradenitis suppurativa bukan infeksi menular seksual (IMS) dan tidak menular dari satu orang ke orang lain, termasuk melalui hubungan seksual. American Academy of Dermatology (AAD) secara khusus menyatakan bahwa HS bukan penyakit menular seksual dan bukan kondisi yang menular.

Meski demikian, lokasi dan bentuk lesinya terkadang menyerupai beberapa penyakit lain pada area genital. Karena itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan.

Mengapa Hidradenitis Suppurativa Sering Muncul di Selangkangan?

Hidradenitis suppurativa merupakan penyakit inflamasi kronis yang bermula di sekitar folikel rambut. Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami. Kondisi ini bukan terjadi karena kulit kotor ataupun kurang menjaga kebersihan.

HS paling sering muncul pada area tubuh tempat kulit saling bergesekan. Selangkangan termasuk salah satu lokasi yang umum terkena, selain ketiak, paha bagian dalam, bokong, bawah payudara, dan sekitar anus.

Pada area genital, HS juga dapat mengenai mons pubis, vulva, skrotum, perineum, dan area di sekitar anus.

Benjolan awal mungkin terlihat seperti jerawat atau bisul biasa. Namun, pada HS, keluhan biasanya memiliki pola khas berupa kekambuhan di lokasi yang sama atau berdekatan. Seiring waktu, peradangan yang terus berulang juga bisa menyebabkan jaringan parut dan saluran atau terowongan di bawah kulit.

Apakah Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan Termasuk Penyakit Menular Seksual?

Tidak. Hidradenitis suppurativa di selangkangan bukan penyakit menular seksual.

HS tidak disebabkan oleh bakteri atau virus penyebab IMS dan tidak berpindah kepada pasangan melalui aktivitas seksual. Berbagi tempat tidur, bersentuhan dengan kulit, atau berada dekat dengan seseorang yang memiliki HS juga tidak menyebabkan penularan penyakit ini.

Kesalahpahaman sering muncul karena HS bisa berkembang sangat dekat dengan area genital. Lesi HS juga dapat berisi nanah, pecah, atau mengeluarkan cairan. Tampilan tersebut membuat sebagian orang mengira kondisi ini sebagai infeksi.

Padahal, keberadaan nanah pada lesi HS tidak selalu berarti terdapat infeksi bakteri. Infeksi sekunder memang bisa terjadi pada luka terbuka, tetapi proses utama HS merupakan peradangan kronis pada kulit.

Hal lain yang perlu diperhatikan, seseorang dengan HS tetap bisa mengalami IMS secara bersamaan. Oleh sebab itu, memiliki diagnosis HS tidak otomatis menyingkirkan kemungkinan IMS apabila terdapat faktor risiko atau gejala lain.

Seperti Apa Ciri Hidradenitis Suppurativa di Selangkangan?

HS dapat memiliki tingkat keparahan yang berbeda pada setiap orang. Pada tahap awal, kondisi ini kadang sulit dibedakan dari jerawat, folikulitis, kista, atau bisul biasa.

Beberapa gambaran yang lebih mengarah pada HS meliputi:

  • benjolan keras atau dalam yang terasa nyeri;
  • benjolan atau abses yang berulang pada lokasi yang sama atau berdekatan;
  • lesi yang membesar kemudian pecah dan mengeluarkan cairan atau nanah;
  • luka yang membutuhkan waktu lama untuk sembuh;
  • terbentuknya jaringan parut setelah benjolan mereda; serta
  • terbentuknya saluran atau tunneldi bawah kulit pada kondisi yang lebih lanjut.

DermNet menjelaskan bahwa diagnosis HS terutama mempertimbangkan bentuk lesi yang khas, lokasinya pada area lipatan tubuh, serta pola kekambuhan atau penyakit yang berlangsung kronis.

Karena itu, satu benjolan di selangkangan belum cukup untuk menyimpulkan seseorang mengalami HS.

HS di Selangkangan Bisa Mirip dengan Penyakit Menular Seksual

Kelainan pada kulit genital memiliki banyak kemungkinan penyebab. Beberapa IMS bahkan dapat menimbulkan lesi yang sekilas menyerupai jerawat, bisul, luka, atau benjolan.

Herpes genital, misalnya, umumnya menimbulkan satu atau beberapa lepuhan di sekitar genital, rektum, atau mulut. Lepuhan tersebut dapat pecah dan meninggalkan luka yang terasa nyeri. Pada gejala yang ringan, herpes bahkan bisa keliru dianggap sebagai jerawat atau rambut yang tumbuh ke dalam.

Sementara itu, sifilis primer biasanya ditandai dengan satu atau beberapa luka pada lokasi masuknya bakteri. Luka tersebut sering berbentuk bulat, relatif keras, dan tidak terasa sakit, walaupun manifestasinya dapat bervariasi.

Kondisi lain adalah kutil kelamin akibat HPV. Kutil genital dapat tampak sebagai satu benjolan atau sekumpulan benjolan yang kecil maupun besar, datar, menonjol, atau menyerupai kembang kol.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa lokasi benjolan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan dokter diperlukan terutama ketika bentuk lesi tidak khas, muncul setelah aktivitas seksual berisiko, atau disertai keluhan genital lainnya.

Mengapa HS Berbeda dengan Bisul Biasa?

HS sering kali dianggap sebagai “bisul yang terus muncul”. Padahal, HS merupakan penyakit kulit kronis dan memiliki pola berbeda dibandingkan bisul biasa.

Pada HS, benjolan cenderung berulang di area lipatan seperti ketiak atau selangkangan. Beberapa lesi juga dapat berkembang menjadi abses, meninggalkan jaringan parut, dan membentuk saluran di bawah kulit.

AAD menjelaskan bahwa HS memang dapat terlihat seperti jerawat, kista, atau bisul. Inilah salah satu alasan mengapa sebagian pasien mengalami keterlambatan diagnosis.

Apabila benjolan di selangkangan sering muncul kembali setelah sebelumnya mereda, pemeriksaan oleh dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan HS atau kondisi kulit lainnya.

Apakah HS Bisa Menular ke Pasangan Saat Berhubungan Seksual?

HS tidak menular kepada pasangan melalui hubungan seksual.

Namun, aktivitas yang menimbulkan gesekan pada kulit yang sedang mengalami flare dapat membuat area tersebut terasa lebih nyeri atau teriritasi. Hal ini berbeda dengan penularan IMS. Gesekan tidak membuat pasangan “tertular” HS.

Jika terdapat luka terbuka, rasa nyeri hebat, atau cairan dari lesi, sebaiknya hindari tindakan yang semakin mengiritasi area tersebut dan konsultasikan kondisi kulit dengan dokter.

Di sisi lain, jika seseorang memiliki riwayat kontak seksual berisiko atau mengalami gejala lain seperti luka genital yang tidak biasa, kutil, nyeri saat berkemih, atau cairan dari organ genital, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan IMS.

Kapan Benjolan di Selangkangan Sebaiknya Diperiksakan?

Tidak setiap benjolan di selangkangan memerlukan penanganan yang sama. Namun, pemeriksaan dokter sebaiknya dipertimbangkan apabila benjolan terasa sangat nyeri, tidak membaik dalam beberapa minggu, sering muncul kembali, timbul di beberapa lokasi, mengeluarkan cairan berulang, atau mulai meninggalkan jaringan parut.

Mayo Clinic juga menyarankan evaluasi dermatologis ketika keluhan HS menimbulkan rasa sakit, sering kambuh, menetap, atau mengenai beberapa area tubuh.

Hindari memencet atau mencoba memecahkan benjolan sendiri. Manipulasi pada nodul atau luka dapat menyebabkan iritasi dan trauma tambahan pada kulit, yang berpotensi memperburuk keluhan HS.

Pemeriksaan Hidradenitis Suppurativa di DVX Medical

Diagnosis hidradenitis suppurativa di selangkangan umumnya dilakukan melalui pemeriksaan klinis. Dokter akan mempertimbangkan bentuk lesi, lokasi munculnya keluhan, riwayat kekambuhan, serta gejala lain yang menyertai.

Tidak ada satu pemeriksaan laboratorium khusus yang digunakan untuk memastikan seluruh kasus HS. Pada kondisi tertentu, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan untuk membantu menyingkirkan infeksi atau penyakit lain yang memiliki tampilan serupa. AAD menjelaskan bahwa cairan dari luka terkadang dapat diperiksa bila dokter mencurigai adanya infeksi.

Jika Anda mengalami benjolan atau luka berulang di area selangkangan dan sulit menentukan apakah keluhan berkaitan dengan HS, folikulitis, abses kulit, atau penyakit pada area genital lainnya, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di DVX Medical Jakarta maupun Surabaya.

Pemeriksaan secara langsung membantu dokter menentukan penyebab keluhan dan merencanakan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing pasien.

Kesimpulan

Hidradenitis suppurativa di selangkangan bukan penyakit menular seksual dan tidak menular kepada pasangan. HS merupakan penyakit inflamasi kronis pada kulit yang sering muncul pada area lipatan, termasuk selangkangan dan area sekitar genital.

Meski bukan IMS, benjolan, abses, atau luka akibat HS terkadang menyerupai herpes genital, sifilis, kutil kelamin, maupun kondisi kulit lainnya. Karena itu, hindari menyimpulkan penyebab benjolan hanya berdasarkan bentuk atau lokasinya.

Jika benjolan terus kambuh, terasa nyeri, mengeluarkan cairan, atau meninggalkan jaringan parut, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin dapat membantu mendapatkan diagnosis yang lebih tepat.

Apakah hidradenitis suppurativa menular melalui hubungan seksual?

Tidak. Hidradenitis suppurativa bukan IMS dan tidak menular melalui hubungan seksual maupun kontak kulit biasa.

Apakah benjolan HS di selangkangan berarti terkena penyakit kelamin?

Tidak. Selangkangan memang merupakan salah satu lokasi yang umum terkena HS. Lokasi benjolan di dekat genital saja tidak berarti seseorang mengalami penyakit menular seksual.

Apakah hidradenitis suppurativa disebabkan oleh bakteri?

HS bukan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Namun, infeksi sekunder bisa terjadi pada luka HS yang terbuka. Adanya nanah pada HS juga tidak selalu menandakan infeksi.

Apa perbedaan HS dan herpes genital?

HS lebih khas berupa nodul atau abses dalam yang berulang dan pada kondisi lebih lanjut dapat membentuk jaringan parut serta saluran di bawah kulit. Herpes genital biasanya menimbulkan lepuhan yang kemudian pecah menjadi luka nyeri. Karena gejalanya dapat bervariasi, diagnosis sebaiknya ditentukan melalui pemeriksaan dokter.

Dokter apa yang menangani hidradenitis suppurativa?

Hidradenitis suppurativa umumnya didiagnosis dan ditangani oleh dokter spesialis dermatologi atau spesialis kulit dan kelamin.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak ditujukan untuk menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun konsultasi langsung dengan dokter atau tenaga medis profesional.

Referensi

  1. American Academy of Dermatology (AAD). Hidradenitis Suppurativa: Overview. 2026
  2. DermNet. Hidradenitis Suppurativa. 2025
  3. Mayo Clinic.Hidradenitis Suppurativa: Symptoms and Causes.2025
  4. American Academy of Dermatology (AAD).Hidradenitis Suppurativa: Diagnosis and Treatment.2026
  5. CDC.Sexually Transmitted Infections Treatment Guidelines.2021

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Benjolan di Area Intim, Apakah Selalu Penyakit Menular Seksual?
Tidak sedikit orang merasa cemas saat menyadari adanya benjolan di area intim, terutama karena kekhawatiran akan penyakit menular seksual. Padahal, tidak semua benjolan di sekitar penis, skrotum, selangkangan, vulva, maupun anus berkaitan dengan aktivitas seksual atau infeksi menular. Beberapa kondisi seperti iritasi setelah mencukur, rambut tumbuh ke dalam, peradangan folikel rambut, kista, hingga infeksi kulit dapat menimbulkan keluhan serupa. Meski demikian, penyakit menular seksual atau lebih dikenal dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti kutil kelamin dan herpes genital juga bisa menjadi penyebabnya. Karena tampilan berbagai kelainan kulit bisa mirip, pemeriksaan dokter tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.