Sabtu, 26 Sep 2026

Eksim dan Dermatitis, Apakah Sama? Kenali Istilah dan Perbedaannya

Istilah eksim dan dermatitis sering muncul ketika membahas kulit yang gatal, kering, meradang, atau mengalami ruam. Tidak jarang seseorang membaca informasi mengenai “eksim” di internet, tetapi saat berkonsultasi dengan dokter justru mendengar istilah “dermatitis”. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah eksim dan dermatitis sebenarnya penyakit yang sama?

Keduanya memang sangat berkaitan dan dalam konteks tertentu sering digunakan secara bergantian. Namun, istilah tersebut tidak selalu memiliki cakupan yang benar-benar identik.

Secara umum, dermatitis merujuk pada kelompok kondisi yang menyebabkan peradangan kulit. Sementara itu, eksim juga digunakan untuk menggambarkan kelompok kondisi inflamasi kulit yang umumnya disertai rasa gatal, iritasi, dan kulit kering. Dermatitis atopik merupakan salah satu jenis eksim yang paling dikenal.

Memahami perbedaan istilah ini membantu Anda tidak langsung menganggap semua ruam atau dermatitis sebagai satu penyakit yang sama.

Eksim dan Dermatitis, Apakah Sama?

Jawaban sederhananya: eksim dan dermatitis merupakan istilah yang sangat berkaitan dan sering dipakai secara bergantian, tetapi penggunaannya perlu dilihat dalam konteks jenis penyakit kulit yang sedang dibahas.

DermNet bahkan mencantumkan eczema sebagai sinonim dari dermatitis dan mendefinisikan dermatitis sebagai kelompok kondisi inflamasi kulit yang terasa gatal.

Sementara itu, AAD menggunakan istilah eczema sebagai payung untuk berbagai kondisi, termasuk dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan dermatitis stasis.

Agar lebih mudah dipahami:

IstilahPengertian Sederhana
DermatitisIstilah untuk kelompok kondisi peradangan kulit
Eksim / eczemaIstilah untuk kelompok kondisi inflamasi kulit yang sering menyebabkan gatal dan iritasi
Dermatitis atopikSalah satu jenis eksim yang umum
Eksim atopikIstilah yang juga sering digunakan untuk dermatitis atopik

Jadi, perbedaan utamanya bukan berarti eksim dan dermatitis selalu merupakan dua penyakit yang sepenuhnya berbeda. Dalam praktiknya, terminologi tersebut memang memiliki banyak tumpang tindih.

Yang lebih penting bagi pasien adalah mengetahui jenis dermatitis atau eksim apa yang sedang terjadi, karena faktor penyebab dan pendekatan terapinya tidak selalu sama.

Mengapa Dermatitis Atopik Sering Disebut Eksim?

Dermatitis atopik merupakan salah satu jenis eksim yang paling umum. Kondisi ini menyebabkan kulit terasa gatal, kering, dan mengalami peradangan.

AAD menyebut bahwa dermatitis atopik juga dikenal sebagai eczema. Namun, AAD sekaligus menegaskan bahwa eczema sebenarnya merupakan istilah untuk sekelompok kondisi dan dermatitis atopik hanyalah salah satu jenis di dalamnya.

Itulah sebabnya seseorang yang mengalami dermatitis atopik mungkin mendengar beberapa istilah berbeda, seperti:

  • dermatitis atopik
  • atopic dermatitis
  • eksim atopik
  • eczema

Pada dermatitis atopik, rasa gatal merupakan salah satu keluhan penting. Kulit juga dapat terlihat kering, bersisik, meradang, pecah-pecah, atau mengalami perubahan warna. Pada kondisi tertentu dapat muncul lepuhan, cairan, atau kerak. Gejalanya juga dapat kambuh dari waktu ke waktu.

Meski demikian, istilah “eksim” saja tidak otomatis berarti seseorang pasti mengalami dermatitis atopik.

Tidak Semua Dermatitis Memiliki Penyebab yang Sama

Perbedaan penyebab menjadi salah satu alasan mengapa menentukan jenis dermatitis penting sebelum memilih penanganan.

1. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik merupakan kondisi inflamasi kulit kronis yang sering menyebabkan kulit kering dan gatal. Kondisi ini bersifat kompleks dan antara lain berkaitan dengan faktor genetik, sistem imun, serta fungsi sawar kulit.

2. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan muncul ketika kulit mengalami kerusakan atau iritasi setelah terpapar zat atau kondisi tertentu.

Pemicu dapat berupa paparan berulang terhadap air, deterjen, bahan pelarut, gesekan, ataupun bahan kimia tertentu.

3. Dermatitis Kontak Alergi

Berbeda dengan iritasi biasa, dermatitis kontak alergi melibatkan reaksi terhadap zat tertentu setelah kulit mengalami kontak dengan alergen.

Contohnya dapat berkaitan dengan nikel maupun berbagai bahan lain yang bersentuhan langsung dengan kulit. DermNet memasukkan dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan sebagai dua kelompok utama dermatitis kontak.

Jenis serta penyebab yang berbeda inilah yang membuat terapi satu pasien belum tentu sesuai untuk pasien lainnya.

Gejala Eksim dan Dermatitis Bisa Menyerupai Penyakit Kulit Lain

Kulit gatal dan ruam tidak selalu berarti eksim.

Keluhan serupa juga bisa terjadi pada berbagai masalah kulit lain, seperti infeksi jamur, psoriasis, urtikaria, reaksi terhadap obat atau produk tertentu, hingga penyakit kulit lainnya.

Bahkan pada kelompok dermatitis sendiri, tampilannya dapat berubah sesuai fase penyakit. Dermatitis akut misalnya dapat tampak merah, melepuh, membengkak, atau mengeluarkan cairan, sedangkan dermatitis yang berlangsung lama bisa menyebabkan kulit kering, menebal, atau bersisik.

Karena tampilannya bisa tumpang tindih, sebaiknya hindari menyimpulkan diagnosis hanya dari foto di internet atau berdasarkan satu gejala.

Related Article

Apakah Kutil Kelamin Termasuk HIV? Ini Fakta dan Perbedaannya

Kutil kelamin dan HIV sering kali disalahpahami sebagai kond...

Apakah Kutil di Anus Berbahaya? Kenali Risiko dan Komplikasinya

Kutil di anus merupakan salah satu kondisi yang disebabkan o...

Kutil Kelamin vs Luka Sifilis, Kenali Gejala dan Perbedaannya

Menemukan benjolan atau luka di area kelamin bisa menimbulka...

Gatal di Tangan dan Jari: Apakah Selalu Karena Eksim?

Gatal di tangan dan jari sering dikaitkan dengan eksim . Hal...

Bercak Bulat dan Gatal? Kenali Perbedaan Kurap dan Eksim

Bercak bulat yang terasa gatal sering langsung dianggap seba...