Eksim dan Dermatitis, Apakah Sama? Kenali Istilah dan Perbedaannya
13 jam yang lalu

Eksim dan Dermatitis, Apakah Sama? Kenali Istilah dan Perbedaannya

Istilah eksim dan dermatitis sering muncul ketika membahas kulit yang gatal, kering, meradang, atau mengalami ruam. Tidak jarang seseorang membaca informasi mengenai “eksim” di internet, tetapi saat berkonsultasi dengan dokter justru mendengar istilah “dermatitis”. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan: apakah eksim dan dermatitis sebenarnya penyakit yang sama?

Keduanya memang sangat berkaitan dan dalam konteks tertentu sering digunakan secara bergantian. Namun, istilah tersebut tidak selalu memiliki cakupan yang benar-benar identik.

Secara umum, dermatitis merujuk pada kelompok kondisi yang menyebabkan peradangan kulit. Sementara itu, eksim juga digunakan untuk menggambarkan kelompok kondisi inflamasi kulit yang umumnya disertai rasa gatal, iritasi, dan kulit kering. Dermatitis atopik merupakan salah satu jenis eksim yang paling dikenal.

Memahami perbedaan istilah ini membantu Anda tidak langsung menganggap semua ruam atau dermatitis sebagai satu penyakit yang sama.

Apa Itu Dermatitis?

Dermatitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelompok kondisi peradangan pada kulit. DermNet menjelaskan dermatitis sebagai kelompok kondisi inflamasi yang terasa gatal dan ditandai dengan perubahan pada lapisan epidermis kulit.

Dermatitis bukan satu penyakit tunggal. Dokter dapat mengelompokkan dermatitis berdasarkan penyebab maupun bentuk klinisnya.

Keluhan yang muncul juga beragam. Beberapa orang mengalami kulit sangat kering dan bersisik, sementara yang lain memiliki ruam yang meradang atau bahkan mengeluarkan cairan.

Secara umum, gejalanya dapat meliputi:

  • rasa gatal;
  • kulit kering dan bersisik;
  • ruam atau perubahan warna kulit;
  • kulit terasa meradang atau membengkak;
  • kulit pecah-pecah;
  • lepuhan atau cairan pada jenis dan fase tertentu.

Tampilan dermatitis juga tidak selalu sama pada setiap pasien. Lokasi keluhan, usia, penyebab, tingkat peradangan, serta warna kulit dapat memengaruhi gambaran yang terlihat.

Karena dermatitis memiliki banyak jenis, mengetahui bahwa seseorang mengalami “dermatitis” saja belum selalu cukup untuk menjelaskan penyebab maupun pilihan terapinya.

Apa Itu Eksim?

Istilah eksim atau eczema juga tidak hanya merujuk pada satu penyakit kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa eczema merupakan istilah untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan kulit meradang, mengalami iritasi, dan sering terasa gatal. Istilah eksim juga bisa merujuk pada salah satu penyakit yang berada dalam kelompok tersebut.

Jenis eksim antara lain:

  • Dermatitis atopik
  • Dermatitis kontak
  • Eksim dishidrotik
  • Eksim nummular
  • Eksim tangan
  • Neurodermatitis
  • Dermatitis stasis

AAD juga menempatkan berbagai kondisi tersebut dalam kelompok jenis eczema.

Namun, ketika orang menyebut kata “eksim” dalam percakapan sehari-hari, istilah tersebut cukup sering diasosiasikan dengan dermatitis atopik. Inilah salah satu alasan mengapa istilah eksim dan dermatitis terasa membingungkan bagi kebanyakan orang.

Eksim dan Dermatitis, Apakah Sama?

Jawaban sederhananya: eksim dan dermatitis merupakan istilah yang sangat berkaitan dan sering dipakai secara bergantian, tetapi penggunaannya perlu dilihat dalam konteks jenis penyakit kulit yang sedang dibahas.

DermNet bahkan mencantumkan eczema sebagai sinonim dari dermatitis dan mendefinisikan dermatitis sebagai kelompok kondisi inflamasi kulit yang terasa gatal.

Sementara itu, AAD menggunakan istilah eczema sebagai payung untuk berbagai kondisi, termasuk dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan dermatitis stasis.

Agar lebih mudah dipahami:

IstilahPengertian Sederhana
DermatitisIstilah untuk kelompok kondisi peradangan kulit
Eksim / eczemaIstilah untuk kelompok kondisi inflamasi kulit yang sering menyebabkan gatal dan iritasi
Dermatitis atopikSalah satu jenis eksim yang umum
Eksim atopikIstilah yang juga sering digunakan untuk dermatitis atopik

Jadi, perbedaan utamanya bukan berarti eksim dan dermatitis selalu merupakan dua penyakit yang sepenuhnya berbeda. Dalam praktiknya, terminologi tersebut memang memiliki banyak tumpang tindih.

Yang lebih penting bagi pasien adalah mengetahui jenis dermatitis atau eksim apa yang sedang terjadi, karena faktor penyebab dan pendekatan terapinya tidak selalu sama.

Mengapa Dermatitis Atopik Sering Disebut Eksim?

Dermatitis atopik merupakan salah satu jenis eksim yang paling umum. Kondisi ini menyebabkan kulit terasa gatal, kering, dan mengalami peradangan.

AAD menyebut bahwa dermatitis atopik juga dikenal sebagai eczema. Namun, AAD sekaligus menegaskan bahwa eczema sebenarnya merupakan istilah untuk sekelompok kondisi dan dermatitis atopik hanyalah salah satu jenis di dalamnya.

Itulah sebabnya seseorang yang mengalami dermatitis atopik mungkin mendengar beberapa istilah berbeda, seperti:

  • dermatitis atopik
  • atopic dermatitis
  • eksim atopik
  • eczema

Pada dermatitis atopik, rasa gatal merupakan salah satu keluhan penting. Kulit juga dapat terlihat kering, bersisik, meradang, pecah-pecah, atau mengalami perubahan warna. Pada kondisi tertentu dapat muncul lepuhan, cairan, atau kerak. Gejalanya juga dapat kambuh dari waktu ke waktu.

Meski demikian, istilah “eksim” saja tidak otomatis berarti seseorang pasti mengalami dermatitis atopik.

Tidak Semua Dermatitis Memiliki Penyebab yang Sama

Perbedaan penyebab menjadi salah satu alasan mengapa menentukan jenis dermatitis penting sebelum memilih penanganan.

1. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik merupakan kondisi inflamasi kulit kronis yang sering menyebabkan kulit kering dan gatal. Kondisi ini bersifat kompleks dan antara lain berkaitan dengan faktor genetik, sistem imun, serta fungsi sawar kulit.

2. Dermatitis Kontak Iritan

Dermatitis kontak iritan muncul ketika kulit mengalami kerusakan atau iritasi setelah terpapar zat atau kondisi tertentu.

Pemicu dapat berupa paparan berulang terhadap air, deterjen, bahan pelarut, gesekan, ataupun bahan kimia tertentu.

3. Dermatitis Kontak Alergi

Berbeda dengan iritasi biasa, dermatitis kontak alergi melibatkan reaksi terhadap zat tertentu setelah kulit mengalami kontak dengan alergen.

Contohnya dapat berkaitan dengan nikel maupun berbagai bahan lain yang bersentuhan langsung dengan kulit. DermNet memasukkan dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan sebagai dua kelompok utama dermatitis kontak.

Jenis serta penyebab yang berbeda inilah yang membuat terapi satu pasien belum tentu sesuai untuk pasien lainnya.

Gejala Eksim dan Dermatitis Bisa Menyerupai Penyakit Kulit Lain

Kulit gatal dan ruam tidak selalu berarti eksim.

Keluhan serupa juga bisa terjadi pada berbagai masalah kulit lain, seperti infeksi jamur, psoriasis, urtikaria, reaksi terhadap obat atau produk tertentu, hingga penyakit kulit lainnya.

Bahkan pada kelompok dermatitis sendiri, tampilannya dapat berubah sesuai fase penyakit. Dermatitis akut misalnya dapat tampak merah, melepuh, membengkak, atau mengeluarkan cairan, sedangkan dermatitis yang berlangsung lama bisa menyebabkan kulit kering, menebal, atau bersisik.

Karena tampilannya bisa tumpang tindih, sebaiknya hindari menyimpulkan diagnosis hanya dari foto di internet atau berdasarkan satu gejala.

Bagaimana Dokter Menentukan Jenis Dermatitis atau Eksim?

Dokter biasanya tidak hanya melihat apakah kulit tampak merah atau gatal. Pemeriksaan juga mempertimbangkan pola dan perjalanan penyakit.

Pada evaluasi dermatitis atau eksim, beberapa informasi yang mungkin ditanyakan meliputi:

  • Kapan gejala mulai muncul
  • Area tubuh yang terkena
  • Apakah keluhan terus-menerus atau sering kambuh
  • Faktor yang memperburuk atau memperbaiki keluhan
  • Produk kulit yang digunakan
  • Kemungkinan paparan bahan tertentu
  • Riwayat penyakit alergi atau atopik
  • Riwayat keluhan serupa dalam keluarga

Sebagai contoh, AAD menjelaskan bahwa pemeriksaan dermatitis atopik melibatkan pemeriksaan kulit sekaligus pertanyaan mengenai gejala, kapan keluhan dimulai, faktor yang memperburuk atau memperbaiki gejala, serta riwayat atopik dalam keluarga.

Pada kondisi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan pemeriksaan tambahan sesuai dugaan penyebab. Pemeriksaan tersebut tidak berarti harus dilakukan pada setiap pasien.

Kapan Eksim atau Dermatitis Perlu Diperiksa ke Dokter?

Keluhan kulit yang ringan terkadang membaik setelah faktor pemicunya dihindari dan perawatan kulit dilakukan dengan tepat. Namun, konsultasi ke dokter kulit sebaiknya dipertimbangkan apabila penyebab keluhan belum jelas atau masalah terus berulang.

Pemeriksaan medis terutama perlu dipertimbangkan ketika:

  • gatal atau ruam tidak kunjung membaik
  • dermatitis sering kambuh
  • area ruam semakin luas
  • rasa gatal mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari
  • kulit pecah, nyeri, berair, atau berkerak
  • muncul tanda yang mengarah pada infeksi
  • Anda tidak mengetahui pemicu keluhan
  • keluhan tetap muncul meskipun sudah mencoba perawatan kulit sendiri.

Dokter spesialis kulit dapat mengevaluasi karakteristik kelainan kulit serta menentukan apakah keluhan lebih sesuai dengan dermatitis atopik, dermatitis kontak, bentuk eksim lain, atau penyakit kulit yang berbeda.

Eksim dan Dermatitis Sangat Berkaitan, tetapi Jenisnya Perlu Dikenali

Eksim dan dermatitis merupakan istilah yang sangat berkaitan dan dalam banyak konteks medis sering digunakan secara bergantian. Dermatitis menggambarkan kelompok kondisi peradangan kulit, sedangkan eczema atau eksim juga digunakan sebagai istilah untuk sekelompok penyakit kulit inflamasi. Dermatitis atopik merupakan salah satu jenis eksim yang paling umum.

Hal yang lebih penting daripada hanya membedakan istilahnya adalah mengetahui kondisi kulit spesifik yang mendasari keluhan. Sebab, dermatitis atopik, dermatitis kontak, dan berbagai jenis eksim lainnya dapat memiliki pemicu serta kebutuhan penanganan yang berbeda.

Jika ruam, kulit kering, atau rasa gatal terus berulang dan penyebabnya belum jelas, konsultasi dengan dokter spesialis kulit dapat membantu menentukan diagnosis serta pilihan perawatan yang sesuai.

Pasien dengan keluhan penyakit kulit dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di DVX Medical Jakarta untuk mendapatkan pemeriksaan berdasarkan kondisi kulit masing-masing.

Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun konsultasi medis secara langsung dengan dokter.

1. Apakah dermatitis sama dengan eksim?

Istilah dermatitis dan eksim sering digunakan secara bergantian karena sama-sama merujuk pada kondisi inflamasi kulit. Namun, penggunaannya perlu dilihat berdasarkan jenis penyakit yang sedang dibahas.

2. Apakah dermatitis atopik sama dengan eksim?

Dermatitis atopik merupakan salah satu jenis eksim. Karena jenis ini sangat umum, istilah “eksim” sering digunakan untuk menyebut dermatitis atopik, meskipun sebenarnya masih ada beberapa jenis eksim lainnya.

3. Apakah semua kulit gatal berarti eksim?

Tidak. Kulit gatal dapat muncul akibat berbagai kondisi, termasuk dermatitis, infeksi jamur, urtikaria, psoriasis, dan masalah kulit lainnya. Penyebabnya perlu dinilai berdasarkan gejala serta pemeriksaan kulit.

4. Apakah dermatitis atopik menular?

Tidak. Dermatitis atopik bukan penyakit menular sehingga tidak berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung.

5. Apakah semua jenis dermatitis ditangani dengan cara yang sama?

Tidak selalu. Penanganan bergantung pada jenis dermatitis, penyebab, lokasi, luas kelainan kulit, serta tingkat keparahannya. Karena itu, terapi untuk dermatitis atopik belum tentu sama dengan dermatitis kontak.

6. Kapan perlu ke dokter kulit karena eksim atau dermatitis?

Pertimbangkan pemeriksaan apabila ruam atau gatal berlangsung lama, sering kambuh, semakin luas, mengganggu aktivitas atau tidur, menimbulkan luka, maupun ketika penyebabnya tidak diketahui.

Referensi

  1. American Academy of Dermatology (AAD).Eczema types: Atopic dermatitis overview.2026
  2. American Academy of Dermatology (AAD). Eczema Resource Center
  3. American Academy of Dermatology (AAD). Atopic dermatitis: Symptoms.2023
  4. American Academy of Dermatology (AAD). Atopic dermatitis: Diagnosis and treatment.2026
  5. DermNet. Dermatitis: Types and treatments
  6. DermNetContact dermatitis. 2012

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Kenali Perbedaan Eksim pada Dewasa dan Anak untuk Penanganan yang Tepat
Kulit yang terasa sangat gatal, kering, kemerahan, dan sering kambuh bisa menjadi tanda eksim. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa. Sayangnya, banyak orang menganggap semua eksim memiliki gejala dan penanganan yang sama, padahal terdapat perbedaan eksim pada dewasa dan anak yang perlu dipahami agar pengobatan lebih tepat sasaran. Eksim memang dapat mengganggu kualitas hidup, mulai dari gangguan tidur pada anak hingga menurunnya produktivitas pada orang dewasa. Kabar baiknya, dengan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai, gejala eksim dapat dikendalikan sehingga penderitanya dapat beraktivitas lebih nyaman.