Pemeriksaan sifilis di klinik umumnya dimulai dengan konsultasi. Dokter akan mengajukan pertanyaan terkait keluhan, riwayat hubungan seksual, penggunaan kondom, riwayat IMS, serta waktu kemungkinan paparan.
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik bila diperlukan, terutama bila terdapat luka, ruam, benjolan, atau keluhan pada area genital dan mulut.
Pemeriksaan Darah untuk Sifilis
Tes sifilis umumnya menggunakan sampel darah. Pemeriksaan dapat melibatkan tes non-treponemal seperti VDRL atau RPR, serta tes treponemal sebagai pemeriksaan pendukung atau konfirmasi.
Dokter tidak hanya melihat hasil “reaktif” atau “nonreaktif”. Dokter juga akan menilai jenis tes yang digunakan, nilai titer bila tersedia, riwayat pengobatan sebelumnya, kemungkinan paparan terbaru, dan kondisi klinis pasien.
CDC menjelaskan bahwa pemeriksaan serologis berperan penting dalam mendukung diagnosis sifilis. Dalam praktik klinis, kombinasi jenis pemeriksaan membantu dokter menafsirkan hasil secara lebih tepat.
Bila Ada Luka atau Lesi
Pada pasien yang memiliki luka mencurigakan, dokter akan mempertimbangkan pemeriksaan tambahan dari area luka sesuai indikasi klinis. Pemeriksaan ini membantu membedakan sifilis dari kondisi lain yang juga menyebabkan luka di area genital atau mulut.
Menurut NHS, tes sifilis umumnya membutuhkan sampel darah, dan pada beberapa kondisi dokter juga akan mengambil sampel dari luka atau ulkus yang terlihat.