Beberapa faktor dipertimbangkan bersamaan untuk memahami makna dari satu dosis yang terlewat, bukan hanya fakta bahwa dosis itu terlewat.
Berapa lama keterlambatannya. Keterlambatan singkat memiliki makna yang berbeda dari keterlambatan yang lebih panjang.
Bagaimana kontrol penyakit sebelum jeda terjadi. Kondisi yang sudah stabil dalam waktu lama memberikan gambaran yang berbeda dari kondisi yang baru mulai menunjukkan perbaikan.
Pola keseluruhan menjalani terapi. Satu dosis yang terlewat di tengah riwayat kepatuhan yang konsisten memiliki makna yang berbeda dari pola yang sudah sering terlewat sebelumnya.
Gejala yang muncul setelah jeda. Apakah ada perubahan yang terasa setelah jeda terjadi juga menjadi bagian dari gambaran yang dipertimbangkan.
Kombinasi faktor-faktor ini, bukan fakta tunggal bahwa dosis terlewat, yang menentukan apa langkah yang tepat. Inilah mengapa dua situasi yang tampak serupa di permukaan, satu dosis terlewat, bisa memerlukan respons yang sangat berbeda.