Pada dermatitis atopik, sistem imun memang terlibat, tetapi perannya berbeda dari penyakit autoimun.
Bayangkan sistem imun seperti sistem keamanan sebuah gedung. Dalam keadaan normal, sistem ini aktif saat ada ancaman nyata dan diam saat tidak ada ancaman. Pada penyakit autoimun, sistem keamanan mulai menyerang bagian-bagian gedung itu sendiri, merusak tembok, pintu, dan fondasi.
Pada dermatitis atopik, sistem keamanan tidak menyerang gedungnya. Ia menjadi terlalu sensitif dan membunyikan alarm untuk hal-hal yang sebenarnya bukan ancaman nyata — debu, bahan kimia ringan, perubahan cuaca. Gedung tidak diserang, tapi alarm berbunyi terus.
Lebih spesifiknya: pada dermatitis atopik, lapisan pelindung kulit yang tidak bekerja optimal membuat lebih banyak rangsangan dari lingkungan masuk ke dalam lapisan kulit. Sistem imun yang sudah lebih sensitif dari normal kemudian merespons rangsangan itu secara berlebihan, menciptakan peradangan, gatal, dan kemerahan.
Yang penting: sistem imun tidak sedang menyerang kulit itu sendiri. Ia bereaksi berlebihan terhadap sesuatu yang datang dari luar.
Baca Juga: Dermatitis Atopik vs Psoriasis: Apa Bedanya?