Konsultasi ke dokter spesialis dermatologi diperlukan bila gatal berlangsung lebih dari beberapa minggu tanpa perbaikan; ruam muncul kembali setelah hilang; kondisi mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari; atau bila muncul tanda infeksi seperti kemerahan yang meluas, cairan kuning, atau demam. Kulit yang meradang dan sering digaruk lebih rentan mengalami infeksi bakteri maupun virus tertentu. Pada kasus sedang hingga berat yang tidak terkontrol dengan terapi standar, dokter dapat mempertimbangkan pilihan terapi lanjutan termasuk obat biologis seperti dupilumab untuk dermatitis atopik atau terapi lain yang sesuai dengan kondisi pasien.
Baca Juga: Dupilumab untuk Dermatitis Atopik: Bagaimana Cara Kerjanya?
| Artikel ini ditulis dan ditinjau secara medis oleh Dr. Christopher Toshihiro Wirya, Sp.DVE, dokter spesialis dermatologi dan venereologi yang menangani pasien dermatitis atopik pada anak maupun dewasa. |
Pada banyak pasien, yang paling sulit bukan mengenali dermatitis atopik, tetapi memahami mengapa kondisi ini terus kambuh meski sudah diobati.
Dermatitis atopik bukan satu penyakit dengan satu tingkat keparahan. Sebagian pasien cukup dengan pelembap dan terapi topikal yang konsisten. Sebagian lain memerlukan pendekatan yang lebih intensif untuk mengendalikan gatal, gangguan tidur, dan kekambuhan yang terus berulang.