Penyebab paronikia dapat berbeda pada setiap orang. Namun, kondisi ini umumnya terjadi ketika lapisan pelindung kulit di sekitar kuku rusak, sehingga bakteri, jamur, atau mikroorganisme lain lebih mudah masuk.
Menurut American Family Physician, paronikia akut terjadi ketika barrier atau pelindung alami antara kuku dan lipatan kuku mengalami kerusakan. Setelah pelindung ini terganggu, mikroorganisme dapat masuk dan memicu infeksi atau peradangan pada jaringan sekitar kuku.
1. Infeksi Bakteri
Paronikia akut paling sering berkaitan dengan infeksi bakteri, terutama setelah kulit di sekitar kuku mengalami luka kecil. Luka ini bisa terjadi akibat menggigit kuku, mencabut kulit kering di sisi kuku, memotong kuku terlalu pendek, atau trauma saat melakukan manicure.
MSD Manual Professional Edition menjelaskan bahwa paronikia akut merupakan infeksi pada jaringan sekitar kuku yang dapat menyebabkan kemerahan, rasa hangat, nyeri, dan pembengkakan pada lipatan kuku. Pada beberapa kasus, infeksi juga dapat disertai penumpukan nanah sehingga jari terasa semakin nyeri.
Bakteri dapat masuk melalui celah kecil pada kulit dan memicu peradangan. Akibatnya, area sekitar kuku menjadi merah, bengkak, nyeri, terasa hangat, dan pada beberapa kasus muncul nanah.
2. Infeksi Jamur
Pada paronikia kronis, infeksi jamur seperti Candida dapat berperan, terutama bila jari sering berada dalam kondisi lembap. Orang yang sering mencuci tangan, bekerja dengan air, menggunakan sarung tangan tertutup terlalu lama, atau terpapar bahan kimia berulang lebih berisiko mengalami paronikia kronis.
Menurut MedlinePlus, paronikia dapat disebabkan oleh bakteri, Candida, atau jenis jamur lainnya. Paronikia akibat jamur lebih mungkin terjadi pada orang dengan infeksi jamur kuku, diabetes, atau orang yang tangannya sering terpapar air.
Namun, paronikia kronis tidak selalu hanya disebabkan oleh jamur. Iritasi berkepanjangan pada lipatan kuku juga dapat merusak kutikula dan membuat area tersebut lebih rentan mengalami peradangan.
3. Kebiasaan Menggigit Kuku atau Mencabut Kutikula
Kebiasaan menggigit kuku tidak hanya merusak bentuk kuku, tetapi juga dapat menyebabkan luka kecil di sekitar kuku. Luka tersebut menjadi pintu masuk bagi kuman. Hal yang sama juga dapat terjadi saat seseorang mencabut kutikula atau kulit kecil di sisi kuku secara paksa.
Menurut MedlinePlus, paronikia dapat berawal dari cedera di area sekitar kuku, misalnya karena menggigit atau mencabut kulit kecil di sekitar kuku, serta akibat memotong atau mendorong kutikula terlalu dalam. Ini menjelaskan mengapa kebiasaan sederhana seperti menggigit kuku dapat meningkatkan risiko infeksi kuku tangan.
Kutikula sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami antara kuku dan kulit. Jika lapisan ini rusak, risiko infeksi kuku tangan dapat meningkat.
4. Manicure atau Perawatan Kuku yang Tidak Tepat
Perawatan kuku yang tidak higienis juga dapat menjadi pemicu paronikia. Alat manicure yang tidak steril, pemotongan kutikula terlalu dalam, atau tekanan berlebihan pada lipatan kuku dapat menyebabkan iritasi dan luka.
Rujukan dari American Family Physician menekankan bahwa kerusakan pada pelindung kuku menjadi faktor penting dalam terjadinya paronikia
akut. Karena itu, tindakan perawatan kuku yang terlalu agresif, termasuk memotong kutikula terlalu dalam, dapat menciptakan celah masuk bagi kuman. Karena itu, penting untuk memastikan kebersihan alat perawatan kuku dan menghindari tindakan yang terlalu agresif pada area kutikula.
5. Paparan Air, Sabun, dan Deterjen Berulang
Orang yang sering mencuci tangan, mencuci piring, bekerja di salon, tenaga kesehatan, pekerja dapur, atau pekerjaan lain yang membuat tangan sering basah lebih berisiko mengalami paronikia kronis. Paparan air dan bahan iritan secara terus-menerus dapat membuat kulit sekitar kuku menjadi rapuh, pecah-pecah, dan mudah meradang.
Menurut MSD Manual Professional Edition, paronikia kronis biasanya merupakan peradangan lipatan kuku yang menetap atau berulang, dan sering dipicu oleh paparan air atau bahan iritan dalam jangka panjang. Sumber ini juga menjelaskan bahwa paronikia kronis umumnya mengenai kuku tangan.