1. Risiko Infeksi dan Peradangan
Menghilangkan kutil sendiri biasanya dilakukan dengan alat yang tidak steril. Luka terbuka yang dihasilkan dapat menjadi pintu masuk bakteri, sehingga memicu infeksi, kemerahan, nyeri, hingga keluarnya nanah. Pada beberapa kasus, infeksi bisa menyebar ke jaringan sekitar dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
2. Risiko Perdarahan dan Bekas Luka Permanen
Beberapa jenis kutil memiliki pembuluh darah aktif di dalamnya. Jika dipotong atau dibakar sembarangan, kutil dapat menyebabkan perdarahan yang cukup banyak dan sulit dihentikan. Selain itu, tindakan yang tidak tepat berisiko menimbulkan bekas luka permanen, noda gelap, atau bahkan keloid yang mengganggu penampilan.
3. Risiko Salah Diagnosis
Tidak semua benjolan di kulit adalah kutil. Menghilangkan benjolan sendiri tanpa memastikan diagnosis dapat berbahaya, terutama jika ternyata benjolan tersebut merupakan lesi pra-kanker atau kondisi kulit lain yang membutuhkan penanganan khusus. Menghilangkan secara mandiri dapat menutupi gejala penting dan menunda diagnosis yang seharusnya.
4. Risiko Penyebaran Virus
Kutil yang disebabkan oleh HPV dapat menyebar ke area kulit lain jika ditangani secara tidak tepat. Luka terbuka akibat tindakan sendiri justru mempermudah penyebaran virus, sehingga kutil baru bisa muncul di sekitar area tersebut atau bagian tubuh lainnya. Pada area kelamin, risiko penularan ke pasangan juga perlu diwaspadai.