Tanpa pengobatan, bakteri Treponema pallidum dapat menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh. Berikut komplikasi yang paling sering terjadi berdasarkan pedoman medis internasional.
1. Kerusakan Otak dan Saraf (Neurosifilis)
Neurosifilis dapat terjadi kapan saja selama infeksi berlangsung. Menurut CDC dan Cleveland Clinic, bakteri dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan:
- Sakit kepala berat
- Gangguan penglihatan atau kebutaan
- Gangguan pendengaran
- Kesulitan berjalan atau mengendalikan gerakan
- Kelumpuhan
- Perubahan perilaku, kebingungan, bahkan demensia
Kerusakan yang terjadi pada tahap ini sering kali bersifat permanen.
2. Kerusakan Jantung dan Pembuluh Darah
Sifilis yang tidak diobati bertahun-tahun dapat menyebabkan komplikasi kardiovaskular. Bakteri dapat merusak aorta, pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung. Dampaknya meliputi:
- Aneurisma aorta, yaitu pelebaran berbahaya pada pembuluh darah besar
- Aortitis, peradangan pada dinding aorta
- Kerusakan katup jantung
Komplikasi ini dapat mengancam nyawa dan membutuhkan tindakan medis intensif.
3. Kerusakan Mata dan Telinga
Ocular syphilis dan otosyphilis adalah kondisi ketika bakteri menyerang mata dan telinga. WHO mencatat kondisi ini dapat muncul pada tahap apa pun. Gejala dapat termasuk:
- Penglihatan kabur mendadak
- Nyeri mata
- Sensitif terhadap cahaya
- Telinga berdenging atau Kehilangan pendengaran sebagian atau total
Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan atau ketulian permanen.
4. Kerusakan Kulit, Tulang, dan Organ Dalam (Gummatous Syphilis)
Pada sifilis tahap tersier, dapat muncul gummas, yaitu benjolan atau luka di kulit dan organ tubuh. Gummas bersifat merusak jaringan dan dapat terbentuk di:
- Kulit
- Tulang
- Hidung
- Hati
- Paru-paru
Benjolan ini dapat membesar dan menghancurkan jaringan sehat di sekitarnya.
5. Dampak Berbahaya pada Kehamilan dan Bayi
WHO mencatat bahwa sifilis pada ibu hamil sangat berbahaya karena dapat ditularkan ke janin. Kondisi ini disebut sifilis kongenital dan dapat menyebabkan:
- Keguguran
- Bayi lahir mati
- Kematian bayi setelah lahir
- Kelainan bawaan pada tulang, saraf, atau organ lainnya
Pemeriksaan sifilis pada ibu hamil sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi fatal ini.