Kapan Usia Ideal untuk Melakukan Vaksin HPV?
12 jam yang lalu

Kapan Usia Ideal untuk Melakukan Vaksin HPV?

Banyak orang baru mencari informasi tentang vaksin HPV saat sudah dewasa atau menikah. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah vaksin masih berguna jika tidak diberikan sejak remaja.

Mengetahui usia ideal vaksin HPV membantu menentukan kapan perlindungan sebaiknya dimulai. Vaksin HPV bekerja paling baik sebelum seseorang terpapar Human Papillomavirus (HPV). Orang dewasa juga masih bisa mempertimbangkan vaksin HPV setelah berkonsultasi dengan dokter.

HPV perlu diwaspadai karena beberapa tipenya dapat menyebabkan kanker serviks dan penyakit lain. WHO memperkirakan terdapat sekitar 604.000 kasus baru kanker serviks dan 280.000 kematian akibat penyakit ini di dunia. Hampir semua kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV yang berlangsung dalam jangka panjang.

Mengapa Usia Pemberian Vaksin HPV Perlu Diperhatikan?

Pertanyaan vaksin HPV usia berapa bukan hanya soal batas umur. Usia berpengaruh karena vaksin dirancang untuk mencegah infeksi baru, bukan mengobati HPV yang sudah ada. Karena itu, vaksin lebih optimal jika diberikan sebelum seseorang berisiko terpapar HPV melalui aktivitas seksual. Menurut berbagai sumber kesehatan, vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit lain.

WHO menempatkan anak perempuan usia 9 sampai 14 tahun sebagai kelompok utama vaksinasi HPV. Pemberian vaksin pada usia tersebut bertujuan membentuk perlindungan sejak dini sebelum kemungkinan paparan virus meningkat.

Usia Ideal Vaksin HPV, Kapan Waktu Terbaik Mendapatkannya?

Secara umum, usia ideal vaksin HPV adalah saat anak memasuki masa remaja awal. WHO memprioritaskan vaksinasi pada usia 9 sampai 14 tahun. Selain itu direkomendasikan juga vaksinasi rutin pada usia 11 sampai 12 tahun dan menyebut vaksin dapat dimulai sejak usia 9 tahun. Bagi yang belum mendapat vaksin saat remaja, catch-up vaccination masih direkomendasikan sampai usia 26 tahun.

Penelitian di Swedia yang melibatkan hampir 1,7 juta perempuan juga menunjukkan manfaat vaksinasi sejak usia muda. Hasil penelitian menunjukkan kejadian kanker serviks turun hampir 90% pada perempuan yang mendapat vaksin sebelum usia 17 tahun dibandingkan mereka yang tidak divaksinasi. Data tersebut menunjukkan bahwa vaksin HPV sebaiknya diberikan sejak usia yang direkomendasikan, tanpa perlu menunggu hingga dewasa.

Apakah Vaksin HPV Masih Berguna bagi Orang Dewasa yang Sudah Menikah?

Sudah menikah bukan berarti vaksin HPV pasti tidak lagi berguna. Orang yang sudah aktif secara seksual mungkin pernah terkena salah satu tipe HPV, tetapi belum tentu terkena semua tipe HPV yang dapat dicegah oleh vaksin. Karena itu, vaksin HPV setelah menikah masih dapat dipertimbangkan pada sebagian orang.

Dokter tetap merekomendasikan vaksinasi sampai usia 26 tahun bagi orang yang belum mendapatkan vaksin secara lengkap. Pada usia 27 sampai 45 tahun, vaksin HPV masih dapat dipertimbangkan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Jadi, pertanyaan mengenai batas usia vaksin HPV atau usia maksimal vaksin HPV tidak selalu memiliki satu jawaban untuk semua orang. Dokter akan melihat usia, riwayat vaksin, kondisi kesehatan, dan risiko terkena HPV sebelum memberikan rekomendasi.

Jadwal dan Jumlah Dosis Vaksin HPV Berdasarkan Kelompok Usia

Jadwal vaksin HPV dapat berbeda pada setiap orang. Penentuannya bergantung pada usia saat mulai vaksin, kondisi kesehatan, dan jenis vaksin yang digunakan. Menurut berbagai penelitian kesehatan, orang yang memulai vaksin sebelum usia 15 tahun umumnya mendapat dua dosis. Dosis kedua diberikan sekitar 6 sampai 12 bulan setelah dosis pertama.

Jika vaksinasi baru dimulai pada usia 15 sampai 26 tahun, umumnya diperlukan tiga dosis dengan jadwal bulan ke-0, 1 sampai 2, dan bulan ke-6. Kondisi tertentu yang memengaruhi sistem imun juga dapat membuat jadwal vaksin berbeda.

Di Indonesia, program vaksinasi HPV juga mengikuti kebijakan Kementerian Kesehatan pada kelompok usia sasaran tertentu. Karena itu, jumlah dosis yang dibutuhkan sebaiknya dikonfirmasi langsung dengan dokter atau fasilitas kesehatan.

Efek Samping dan Keamanan Vaksin HPV Sesuai Kelompok Usia

Vaksin HPV telah digunakan secara luas dan terus dipantau keamanannya. Terdapat 160 penelitian mendukung data keamanan vaksin HPV. Salah satu vaksin HPV, Gardasil 9, telah diuji pada lebih dari 15.000 orang sebelum mendapat izin penggunaan.

Efek samping yang paling sering terjadi biasanya ringan. Keluhan dapat berupa nyeri, kemerahan, atau bengkak pada area suntikan. Beberapa orang juga dapat mengalami sakit kepala, demam ringan, lelah, mual, atau nyeri otot. Vaksin HPV tidak dianjurkan diberikan selama kehamilan. Riwayat alergi berat terhadap vaksin atau komponennya juga perlu disampaikan kepada dokter sebelum vaksinasi.

Vaksin HPV Membantu Mencegah Kanker Serviks dan Penyakit Akibat HPV

Vaksin HPV juga membantu mencegah penyakit lain, bukan hanya kanker serviks. Beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, penis, vulva, vagina, tenggorokan, serta kutil kelamin.

WHO menyebut HPV tipe 16 dan 18 menyebabkan sekitar 76% kasus kanker serviks. Karena itu, vaksinasi menjadi salah satu langkah utama dalam upaya menekan kasus kanker serviks di dunia. WHO menargetkan 90% anak perempuan telah mendapat vaksin HPV secara lengkap sebelum usia 15 tahun.

Meski sudah divaksin, perempuan tetap perlu menjalani skrining kanker serviks sesuai usia dan rekomendasi dokter. Vaksinasi membantu mencegah infeksi, sedangkan skrining membantu menemukan perubahan pada leher rahim sejak dini.

Lindungi Diri Lebih Awal dengan Vaksinasi HPV di DVX Medical

Masih ragu mengenai umur vaksin HPV, jumlah dosis, atau apakah vaksin masih dibutuhkan setelah menikah? Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan pilihan berdasarkan usia, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan.

DVX Medical memiliki layanan kesehatan kulit dan kelamin di Jakarta dan Surabaya, termasuk layanan vaksinasi. Pemeriksaan dan konsultasi didukung dokter spesialis Dermatologi dan Venereologi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Sebelum melakukan vaksinasi, pasien dapat berkonsultasi untuk mengetahui apakah vaksin HPV masih diperlukan, jumlah dosis yang sesuai, serta jadwal pemberiannya. Hubungi DVX Medical lebih dahulu untuk memastikan jadwal dokter dan ketersediaan vaksin.

  • DVX Medical Jakarta

Jl. Hang Lekir 2 No. 15B, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
0822-6161-4215 (WhatsApp)

  • DVX Medical Surabaya

Jl. Dharmahusada Indah Bar. No.181, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur
0812-1647-4538 (WhatsApp)

1. Vaksin HPV usia berapa sebaiknya diberikan?

WHO memprioritaskan vaksin HPV pada usia 9 sampai 14 tahun. CDC merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11 sampai 12 tahun dan vaksin dapat dimulai sejak usia 9 tahun.

2. Apakah usia 25 tahun masih bisa vaksin HPV?

Bisa. CDC merekomendasikan vaksinasi sampai usia 26 tahun bagi orang yang belum mendapatkan vaksin HPV secara lengkap sebelumnya.

3. Apakah usia 30 tahun masih boleh vaksin HPV?

Sebagian orang usia 27 sampai 45 tahun masih dapat mempertimbangkan vaksin HPV. Keputusan biasanya disesuaikan dengan kondisi dan risiko masing-masing setelah konsultasi dengan dokter.

4. Apakah sudah menikah masih perlu vaksin HPV?

Bisa saja. Status menikah bukan satu-satunya penentu. Usia, riwayat vaksinasi, risiko paparan HPV, dan kondisi kesehatan juga perlu dipertimbangkan.

5. Apakah vaksin HPV bisa mengobati infeksi HPV?

Tidak. Vaksin HPV digunakan untuk membantu mencegah infeksi baru dan tidak berfungsi sebagai pengobatan untuk infeksi HPV yang sudah terjadi.

Referensi

  1. World Health Organization. Cervical Cancer. 2026.
  2. World Health Organization. Human Papillomavirus Vaccines: WHO Position Paper. 2022.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Recommendations. 2024.
  4. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus Vaccine Safety. 2025.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apa Itu Vaksin HPV? 2024.
  6. National Cancer Institute. Large Study Confirms that HPV Vaccine Prevents Cervical Cancer. 2020.
  7. DVX Medical. Vaksin HPV, Perlindungan Jangka Panjang dari Penyakit IMS. 2024.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, periksakan keluhan ke dokter spesialis kulit dan kelamin di DVX Medical Surabaya.

Hubungi Klinik DVX Medical Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Pimekrolimus untuk Eksim: Kapan Digunakan?
Pimekrolimus topikal (misalnya ElidelĀ®) adalah obat golongan calcineurin inhibitor yang digunakan untuk dermatitis atopik ringan hingga sedang. Seperti tacrolimus, pimekrolimus bukan steroid dan tidak menimbulkan risiko atrofi kulit. Namun keduanya memiliki perbedaan klinis yang menentukan kapan masing-masing lebih sesuai digunakan. Artikel ini membahas kapan pimekrolimus menjadi pilihan, apa bedanya dengan tacrolimus, efek samping yang perlu diketahui, dan pertanyaan tentang keamanan jangka panjang.
Kapan JAK Inhibitor Dipertimbangkan untuk Dermatitis Atopik?
Sebagian besar pasien dermatitis atopik tidak pernah memerlukan terapi sistemik oral. Tapi ada titik di mana penyakit berkembang melampaui apa yang bisa dikendalikan dengan krim, salep, atau fototerapi. Di sinilah diskusi tentang JAK inhibitor menjadi relevan.
Excimer Laser untuk Eksim yang Membandel: Kapan Dipertimbangkan?
Artikel ini menjelaskan mengapa satu area bisa tetap membandel meski yang lain sudah membaik, kapan excimer relevan, dan bagaimana posisinya dalam alur terapi AD.