Dalam praktik sehari-hari, hampir semua penularan HIV terjadi melalui empat situasi berikut.
Hubungan seksual tanpa kondom merupakan salah satu cara penularan HIV. Penularan dapat terjadi karena ada kontak dengan cairan seksual yang mengandung HIV. Jika Anda mengalami situasi seperti ini dan tidak mengetahui status HIV pasangan, evaluasi lebih lanjut dapat membantu menentukan langkah berikutnya.
Berbagi jarum suntik dapat menularkan HIV karena darah berpindah langsung dari satu orang ke orang lain. Ini berlaku untuk penggunaan narkoba suntik maupun penggunaan jarum medis yang tidak steril.
Penularan dari ibu ke bayi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui jika tidak ada tindakan pencegahan medis. Dengan pengobatan yang tepat, risiko ini dapat dikurangi secara signifikan.
Transfusi darah yang tidak aman dapat menularkan HIV melalui darah yang terkontaminasi. Di Indonesia, risiko ini telah berkurang seiring perbaikan sistem skrining darah, tetapi tetap relevan dalam konteks fasilitas medis tertentu.