DVX Surabaya

Senin. selasa. jumat 12.00-21.00 | Rabu. kamis. sabtu 11.00-18.00

DVX Jakarta

Senin - jumat 11.00-19.00 | Sabtu 10.00-15.00

Gatal di Tangan dan Jari: Apakah Selalu Karena Eksim?

Gatal di Tangan dan Jari: Apakah Selalu Karena Eksim?

16 jam yang lalu

Gatal di tangan dan jari sering dikaitkan dengan eksim. Hal ini wajar karena eksim memang kerap membuat kulit kering, merah, bersisik, dan gatal.

Namun, eksim bukan satu-satunya penyebab. Dermatitis kontak, infeksi jamur, skabies, dan psoriasis juga bisa memberi keluhan serupa.

Karena beberapa penyakit kulit tampak mirip, sebaiknya jangan menebak penyebab hanya dari bentuk ruam. Dokter biasanya melihat lokasi ruam, pola keluhan, riwayat kontak dengan bahan tertentu, alergi, serta gejala lain untuk mencari penyebabnya.

Apakah Gatal di Tangan dan Jari Selalu Menandakan Eksim?

Tidak. Eksim memang sering menjadi penyebab gatal pada tangan, tetapi beberapa penyakit kulit lain juga bisa menimbulkan keluhan yang sama.

Salah satunya ialah eksim tangan atau hand eczema.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), eksim tangan bisa membuat kulit kering, pecah-pecah, bersisik, gatal, terasa terbakar, atau muncul lepuhan kecil.

Namun, gejala tersebut juga bisa muncul pada dermatitis kontak atau infeksi jamur. Karena itu, rasa gatal saja belum cukup untuk memastikan penyebabnya.

1. Eksim Tangan

Eksim tangan bisa muncul di telapak, punggung tangan, ujung jari, atau sela jari.

Kulit bisa terasa kering, kasar, gatal, perih, atau pecah. Pada sebagian orang, kulit juga terasa panas atau terbakar.

Beberapa faktor yang sering memicu eksim tangan antara lain:

  • Terlalu sering mencuci tangan
  • Sering terkena air
  • Sabun atau deterjen
  • Bahan kimia tertentu
  • Udara kering
  • Pekerjaan yang membuat tangan sering basah
  • Riwayat dermatitis atopik

Pemicu tiap orang tidak selalu sama. Karena itu, pola munculnya keluhan perlu dicermati, terutama jika gatal timbul setelah aktivitas atau kontak dengan bahan tertentu.

Eksim Dishidrotik Bisa Muncul di Jari

Eksim dishidrotik sering muncul pada telapak dan sisi jari.

AAD menjelaskan bahwa kondisi ini biasanya berupa lepuhan kecil berisi cairan dan terasa sangat gatal. Sebagian orang juga merasa panas, perih, atau seperti tertusuk sebelum lepuhan muncul.

Meski begitu, lepuhan kecil pada jari tidak selalu berarti eksim dishidrotik. Penyakit kulit lain juga bisa tampak serupa.

2. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak terjadi saat kulit bereaksi terhadap bahan yang menyentuhnya. Ada dua jenis utama, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.

Dermatitis kontak iritan muncul saat bahan tertentu merusak lapisan pelindung kulit. Sabun, deterjen, cairan pembersih, pelarut, dan air yang terlalu sering mengenai kulit termasuk pemicu umum.

Sementara itu, dermatitis kontak alergi muncul saat sistem imun bereaksi terhadap bahan tertentu. Nikel, pewangi, bahan pengawet kosmetik, atau bahan pada sarung tangan bisa menjadi pencetus.

Menurut NHS, dermatitis kontak sering mengenai tangan dan bisa membuat kulit gatal, kering, pecah-pecah, merah, atau melepuh.

Riwayat aktivitas sehari-hari sering memberi petunjuk. Misalnya, ruam muncul setelah memakai produk tertentu atau membaik saat tidak bekerja selama beberapa hari.

3. Infeksi Jamur pada Tangan

Infeksi jamur dermatofita pada tangan disebut tinea manuum.

Kondisi ini kadang mirip dengan eksim karena kulit sama-sama bisa kering, bersisik, dan gatal.

DermNet menyebut tinea manuum sering mengenai satu tangan atau tampak tidak seimbang antara tangan kanan dan kiri. Pada sebagian orang, jamur juga muncul di kaki atau kuku.

Ruam kadang memiliki tepi yang lebih jelas, tetapi ciri ini tidak selalu ada.

Jika dokter curiga ada infeksi jamur, dokter bisa mengambil kerokan kulit untuk diperiksa.

Karena obat jamur berbeda dengan obat eksim, hindari memakai obat hanya berdasarkan bentuk ruam.

4. Skabies

Skabies juga bisa menyebabkan gatal di tangan dan jari, terutama pada sela jari dan pergelangan tangan. Penyebabnya adalah tungau Sarcoptes scabiei var. hominis.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), skabies biasanya menimbulkan gatal hebat yang sering lebih berat pada malam hari. Ruam berupa bintil kecil juga sering muncul. Sela jari termasuk area yang kerap terkena.

Dokter biasanya juga akan menanyakan apakah orang serumah atau orang dengan kontak kulit erat mengalami gatal serupa. Meski ciri tersebut bisa mengarah ke skabies, dermatitis dan penyakit kulit lain tetap bisa tampak mirip.

5. Psoriasis pada Tangan

Psoriasis juga bisa muncul di telapak tangan atau jari. Kulit biasanya tampak tebal, kering, bersisik, dan kadang pecah hingga terasa nyeri. Pada sebagian orang, perubahan juga tampak pada kuku atau bagian tubuh lain.

Psoriasis tangan kadang sulit dibedakan dari eksim hanya dari bentuknya.

Dokter biasanya melihat bentuk ruam, lokasi, kondisi kuku, riwayat penyakit, serta area tubuh lain yang ikut terkena.

Mengapa Penyebab Gatal di Tangan Perlu Diketahui?

Banyak penyakit kulit memiliki gejala yang mirip. Kulit bersisik bisa muncul pada eksim, psoriasis, atau infeksi jamur. Lepuhan kecil pada jari juga tidak selalu berarti eksim dishidrotik. Gatal di sela jari pun bisa muncul pada dermatitis atau skabies.

Karena penyebabnya berbeda, obatnya juga tidak sama. Obat yang cocok untuk satu penyakit belum tentu cocok untuk penyakit lain. Obat yang dipakai sembarangan juga bisa mengubah bentuk ruam sehingga penyebabnya lebih sulit dikenali.

Saat konsultasi, dokter akan melihat kondisi kulit secara langsung. Bila perlu, dokter bisa menyarankan tes alergi tempel atau tes jamur.

Apa yang Bisa Dilakukan Sementara?

Sambil mencari penyebab gatal, Anda bisa menjaga lapisan pelindung kulit dengan beberapa cara berikut:

  • Pilih sabun yang lembut dan minim pewangi
  • Jangan menggaruk kulit
  • Pakai pelembap setelah mencuci tangan
  • Kurangi kontak dengan deterjen dan cairan pembersih
  • Pakai sarung tangan saat mengerjakan pekerjaan rumah
  • Catat produk atau aktivitas yang sering memicu gatal

Hindari mencoba banyak obat oles sekaligus. Kebiasaan ini bisa memicu iritasi tambahan dan membuat ruam lebih sulit dinilai.

Kapan Sebaiknya Periksa ke Dokter Kulit?

Sebaiknya konsultasikan keluhan jika gatal di tangan dan jari:

  • Sering kambuh
  • Tidak kunjung membaik
  • Mengganggu tidur atau aktivitas
  • Membuat kulit pecah dan nyeri
  • Menyebar ke bagian tubuh lain
  • Disertai cairan, nanah, atau luka
  • Jauh lebih berat pada malam hari
  • Muncul bersama keluhan serupa pada anggota keluarga

Konsultasi juga penting jika gatal muncul setelah kontak dengan bahan tertentu di rumah atau tempat kerja.

Periksa Keluhan Kulit Tangan di DVX Medical Jakarta

Gatal di tangan dan jari tidak selalu berarti eksim. Dermatitis kontak, infeksi jamur, skabies, psoriasis, dan penyakit kulit lain juga bisa menimbulkan gejala yang hampir sama.

Karena tiap penyebab perlu terapi yang berbeda, dokter perlu menilai kondisi kulit secara langsung agar penyebab lebih jelas.

Jika gatal menetap, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit di DVX Medical Jakarta.

1. Apakah gatal di sela jari selalu karena skabies?

Tidak. Eksim, dermatitis kontak, infeksi jamur, dan penyakit kulit lain juga bisa menyebabkan gatal di sela jari. Skabies lebih perlu dicurigai jika gatal sangat berat pada malam hari atau orang serumah mengalami keluhan serupa.

2. Apa ciri eksim pada tangan?

Eksim tangan sering membuat kulit kering, gatal, bersisik, merah, pecah-pecah, dan kadang muncul lepuhan kecil. Gejalanya bisa berbeda pada tiap orang.

3. Bagaimana membedakan eksim tangan dengan jamur?

Jamur tangan sering mengenai satu tangan atau tampak tidak seimbang. Sebagian orang juga memiliki jamur di kaki atau kuku. Namun, dokter mungkin tetap perlu melakukan tes jamur untuk memastikan penyebabnya.

4. Apakah sering mencuci tangan bisa memicu gatal?

Ya. Air dan sabun yang terlalu sering mengenai kulit bisa merusak lapisan pelindung kulit dan memicu dermatitis.

5 .Kapan gatal di tangan perlu diperiksa?

Periksa ke dokter jika gatal sering kambuh, tidak membaik, membuat kulit luka atau pecah, mengganggu tidur, menyebar, atau disertai tanda infeksi.

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau saran medis dari dokter. Jika keluhan menetap atau memburuk, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter spesialis profesional.

Referensi

  1. American Academy of Dermatology. Hand Eczema: Signs, Symptoms, and Treatmenthttps
  2. American Academy of Dermatology. Dyshidrotic Eczema: Signs and Symptoms.2020
  3. NHS. Contact Dermatitis.2023
  4. Centers for Disease Control and Prevention. About Scabies.2024
  5. DermNet. Tinea Manuum.2003

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Ejakulasi Dini dan Disfungsi Ereksi, Apa Bedanya?

Banyak pria merasa bingung membedakan antara ejakulasi dini ...

Apakah Kutil di Selangkangan Pria Selalu Disebabkan HPV?

Kemunculan kutil di selangkangan pria sering langsung dikait...

Apakah Mikropenis Bisa Disembuhkan? Pilihan Terapi Medis yang Tersedia

Topik ukuran penis memang sensitif, tapi penting untuk dibah...

Apakah Kutil di Ketiak Bisa Menjadi Berbahaya Jika Dibiarkan?

Kutil di ketiak sering kali dianggap sebagai masalah kulit r...

Luka di Kelamin dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Kesehatan kelamin adalah salah satu aspek penting dalam menj...