DVX Jakarta dan Surabaya

Senin - Jumat: 12.00 - 20.00 | Sabtu: 09.00 - 16.00 | Minggu Appointment Only

Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa: Gejala dan Faktor Pemicunya

Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa: Gejala dan Faktor Pemicunya

15 jam yang lalu

Kulit terasa sangat gatal, kering, atau mengalami ruam yang berulang meski sudah menggunakan produk perawatan kulit? Keluhan tersebut bisa berkaitan dengan berbagai kondisi kulit, salah satunya dermatitis atopik pada orang dewasa.

Dermatitis atopik memang sering diasosiasikan dengan bayi dan anak-anak. Namun, kondisi ini juga bisa dialami orang dewasa. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa dermatitis atopik umumnya dimulai pada masa kanak-kanak, tetapi kondisi ini juga bisa mulai muncul pada usia berapa pun.

Gejalanya bisa membaik pada periode tertentu, kemudian kembali memburuk atau mengalami flare. Karena itu, mengenali gejala dan faktor yang memicu kekambuhan penting untuk membantu mengelola kondisi kulit dengan lebih tepat.

Apa Itu Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa?

Dermatitis atopik adalah penyakit kulit inflamasi kronis yang termasuk dalam kelompok eksim. Kondisi ini berkaitan dengan peradangan dan gangguan fungsi pelindung kulit atau skin barrier. Akibatnya, kulit cenderung lebih kering, sensitif, dan mudah mengalami iritasi.

Ciri khas dermatitis atopik adalah rasa gatal yang bisa cukup intens serta munculnya periode ketika gejala memburuk dan kemudian mereda. Kondisi ini juga tidak menular, sehingga tidak berpindah dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan atau kontak sehari-hari.

Pada sebagian orang dewasa, dermatitis atopik merupakan kelanjutan kondisi yang sudah muncul sejak masa kanak-kanak. Namun, pada sebagian lainnya, keluhan baru terlihat ketika sudah dewasa.

Gejala Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa yang Perlu Dikenali

Gejala dermatitis atopik bisa berbeda antara satu orang dengan lainnya. Tampilan ruam juga dapat berbeda sesuai warna kulit serta tingkat keparahan penyakit.

Beberapa gejala yang umum meliputi:

1. Kulit kering dan bersisik

Kulit yang mengalami dermatitis atopik sering terasa sangat kering, kasar, atau bersisik. Gangguan skin barrier membuat kulit lebih sulit mempertahankan kelembapan.

2. Gatal yang terasa intens

Gatal merupakan salah satu keluhan utama dermatitis atopik. Pada sebagian pasien, rasa gatal terasa cukup berat hingga mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.

Menggaruk mungkin memberikan rasa lega sesaat, tetapi kebiasaan tersebut justru bisa membuat iritasi dan peradangan semakin berat.

3. Ruam dan peradangan kulit

Kulit bisa tampak meradang, mengalami perubahan warna, atau muncul benjolan kecil. Pada warna kulit yang lebih terang, peradangan sering terlihat kemerahan, sedangkan pada warna kulit yang lebih gelap tampilannya bisa berbeda.

4. Kulit menebal dan terasa kasar

Rasa gatal yang berlangsung lama sering memicu kebiasaan menggaruk atau menggosok kulit. Jika terjadi berulang, kulit bisa menjadi lebih tebal dan kasar.

5. Luka akibat garukan

Garukan yang kuat atau terus-menerus bisa merusak permukaan kulit. Pada kondisi tertentu, area yang terluka juga lebih rentan mengalami infeksi sekunder.

Mayo Clinic mencantumkan kulit kering dan pecah-pecah, gatal, kulit mentah akibat garukan, penebalan kulit, serta area yang mengeluarkan cairan atau berkerak sebagai beberapa gambaran yang bisa ditemukan pada dermatitis atopik.

Bagian Tubuh Mana yang Sering Mengalami Dermatitis Atopik pada Dewasa?

Dermatitis atopik sebenarnya bisa muncul pada berbagai bagian tubuh. Pada orang dewasa, keluhan dapat ditemukan pada tangan, wajah, leher, lipatan siku, belakang lutut, atau area tubuh lainnya.

Lokasinya tidak selalu sama pada setiap orang. Karena itu, adanya kulit gatal atau ruam pada bagian tubuh tertentu tidak otomatis berarti seseorang mengalami dermatitis atopik.

Beberapa kondisi lain, seperti dermatitis kontak, dermatitis seboroik, psoriasis, atau infeksi kulit tertentu, juga bisa menimbulkan keluhan yang menyerupai eksim. Pemeriksaan dokter membantu membedakan penyebab berdasarkan karakteristik ruam serta riwayat keluhan pasien.

Apa yang Memicu Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa Kambuh?

Dermatitis atopik biasanya bukan disebabkan oleh satu pemicu tunggal. Faktor yang memperburuk kondisi juga bisa berbeda pada setiap orang.

AAD menyebut beberapa pemicu yang sering dijumpai, antara lain produk perawatan kulit tertentu, cuaca panas atau dingin, pakaian berbahan wol, stres, pewangi, dan deterjen keras.

Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.

Sabun, deterjen, dan produk perawatan kulit

Sabun yang keras, deterjen, parfum, atau produk perawatan tubuh dengan bahan yang mengiritasi kulit bisa memperberat keluhan pada sebagian penderita.

Karena kulit dengan dermatitis atopik cenderung sensitif, pemilihan produk perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

Cuaca dan perubahan suhu

Udara terlalu panas, dingin, atau kering bisa memengaruhi kondisi kulit. NHS juga mencantumkan panas dan perubahan temperatur sebagai faktor yang dapat memperburuk eksim atopik pada sebagian orang.

Keringat

Keringat akibat cuaca panas atau aktivitas fisik dapat memicu rasa perih, gatal, atau iritasi pada sebagian orang dengan dermatitis atopik.

Ini bukan berarti penderita harus menghindari olahraga. Namun, mengenali hubungan antara aktivitas, keringat, dan kondisi kulit membantu pasien menentukan langkah perawatan yang lebih sesuai.

Bahan pakaian tertentu

Bahan yang kasar atau menimbulkan gesekan, seperti wol pada sebagian orang, bisa memicu iritasi dan memperburuk rasa gatal.

Stres

Stres bukan penyebab tunggal dermatitis atopik. Namun, stres bisa berkaitan dengan memburuknya gejala pada sebagian pasien. Kondisi kulit yang terus gatal juga bisa menambah stres sehingga terbentuk siklus gatal, garukan, dan peradangan.

Alergen dan iritan tertentu

Debu, tungau, serbuk sari, hewan peliharaan, atau zat tertentu bisa berperan sebagai pemicu pada sebagian orang. Meski demikian, dermatitis atopik tidak selalu disebabkan oleh alergi tertentu. AAD menegaskan bahwa pada sebagian besar kasus, kondisi ini bukan sekadar akibat satu alergi spesifik.

Karena itu, sebaiknya jangan langsung melakukan pantangan makanan atau diet eliminasi tanpa evaluasi medis yang jelas.

Mengapa Dermatitis Atopik Bisa Terus Kambuh?

Dermatitis atopik merupakan kondisi kronis yang memiliki pola kambuh. Ada periode ketika kulit terasa lebih baik, kemudian gejalanya kembali memburuk.

Kekambuhan berkaitan dengan kombinasi berbagai faktor, termasuk fungsi skin barrier, inflamasi pada kulit, kondisi lingkungan, dan pemicu individual. StatPearls menggambarkan dermatitis atopik sebagai penyakit inflamasi kronis dengan rasa gatal, lesi eksim yang berulang, dan gangguan pada lapisan pelindung kulit.

Karena itu, menemukan satu pemicu belum tentu sepenuhnya menghentikan kekambuhan. Penanganan biasanya perlu disesuaikan dengan tingkat keparahan, pola gejala, serta kebutuhan masing-masing pasien.

Kapan Dermatitis Atopik pada Orang Dewasa Sebaiknya Diperiksa Dokter?

Tidak semua kulit gatal atau kering berarti dermatitis atopik. Pemeriksaan dokter perlu dipertimbangkan terutama jika:

  • Gatal dan ruam sering berulang
  • Keluhan tidak kunjung membaik
  • Rasa gatal mengganggu tidur atau aktivitas
  • Area kulit yang mengalami peradangan semakin luas
  • Kulit terasa nyeri, terluka, mengeluarkan cairan, atau menunjukkan tanda infeksi
  • Anda tidak yakin mengenai penyebab ruam
  • Keluhan terus muncul meskipun sudah mencoba perawatan kulit tertentu

Dokter akan menilai kondisi kulit, pola serta lokasi ruam, riwayat keluhan, dan faktor lain yang mungkin berperan. Dari evaluasi tersebut, dokter bisa menentukan apakah keluhan sesuai dengan dermatitis atopik atau berasal dari kondisi kulit lainnya.

Konsultasikan Keluhan Dermatitis Atopik di DVX Medical Jakarta

Jika kulit kering, gatal, dan peradangan terus berulang, sebaiknya hindari mencoba berbagai obat atau produk secara bergantian tanpa mengetahui penyebab keluhan terlebih dahulu.

DVX Medical Jakarta menyediakan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK/Sp.DVE) untuk mengevaluasi berbagai masalah kulit, termasuk keluhan yang mengarah pada dermatitis atopik.

Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit dan mempertimbangkan pilihan perawatan berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien. Jadwalkan konsultasi di DVX Medical Jakarta jika dermatitis atau keluhan kulit berulang mulai mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

1. Apakah dermatitis atopik bisa baru muncul saat dewasa?

Ya. Walaupun sering dimulai sejak masa kanak-kanak, dermatitis atopik juga bisa mulai muncul pada usia dewasa.

2. Apakah dermatitis atopik pada orang dewasa menular?

Tidak. Dermatitis atopik bukan penyakit menular dan tidak berpindah melalui sentuhan atau kontak sehari-hari.

3. Apa yang paling sering memicu dermatitis atopik kambuh?

Pemicu berbeda pada setiap individu. Beberapa faktor yang sering dilaporkan meliputi produk yang mengiritasi kulit, deterjen keras, pewangi, perubahan cuaca, keringat, bahan pakaian tertentu, dan stres.

4. Apakah stres bisa menyebabkan dermatitis atopik?

Stres bukan satu-satunya penyebab dermatitis atopik, tetapi pada sebagian orang stres bisa memperburuk atau memicu kekambuhan gejala.

5. Apakah makanan tertentu harus dihindari oleh penderita dermatitis atopik?

Tidak semua penderita dermatitis atopik memiliki alergi makanan sebagai pemicu. Karena itu, hindari melakukan diet eliminasi sendiri tanpa evaluasi dari dokter, terutama bila belum ada bukti bahwa makanan tertentu berkaitan dengan gejala.

Referensi

  • American Academy of Dermatology (AAD). Atopic dermatitis overview, symptoms, causes, triggers, dan adult eczema. 2026
  • NHS. Atopic eczema: gejala, sifat tidak menular, dan faktor yang dapat memperburuk kondisi. 2024
  • Mayo Clinic. Atopic dermatitis: symptoms and causes. 2024
  • NCBI Bookshelf. Atopic Dermatitis. 2026

Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun konsultasi medis profesional. Jika mengalami keluhan kulit yang memburuk atau mengganggu aktivitas, konsultasikan langsung dengan dokter.

Hubungi Klinik DVX Medical Jakarta Sekarang untuk Lakukan Pemeriksaan Oleh Dokter Spesialis Profesional!

Kunjungi DVX Medical Jakarta dan dapatkan Pemeriksaan yang tepat dan aman bersama dokter spesialis profesional. Jangan tunda pemeriksaan Anda, segera konsultasi sekarang agar penyakit terdeteksi lebih dini dan cepat ditangani!

Related Article

Luka di Kelamin dan Gejala yang Harus Diwaspadai

Kesehatan kelamin adalah salah satu aspek penting dalam menj...

Tanda dan Gejala Kanker Penis yang Harus Diwaspadai

Kanker penis merupakan jenis kanker yang jarang terjadi, tet...

Dermatitis Kontak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Dermatitis kontak merupakan salah satu masalah kulit yang cu...

Tacrolimus untuk Eksim (Dermatitis Atopik): Manfaat dan Risiko

Tacrolimus topikal (misalnya Protopic®) adalah obat golongan...

Dermatitis Atopik vs Psoriasis: Apa Bedanya?

Dua kondisi kulit yang berbeda, dengan penanganan yang berbe...