Dermatitis atopik biasanya bukan disebabkan oleh satu pemicu tunggal. Faktor yang memperburuk kondisi juga bisa berbeda pada setiap orang.
AAD menyebut beberapa pemicu yang sering dijumpai, antara lain produk perawatan kulit tertentu, cuaca panas atau dingin, pakaian berbahan wol, stres, pewangi, dan deterjen keras.
Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Sabun, deterjen, dan produk perawatan kulit
Sabun yang keras, deterjen, parfum, atau produk perawatan tubuh dengan bahan yang mengiritasi kulit bisa memperberat keluhan pada sebagian penderita.
Karena kulit dengan dermatitis atopik cenderung sensitif, pemilihan produk perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Cuaca dan perubahan suhu
Udara terlalu panas, dingin, atau kering bisa memengaruhi kondisi kulit. NHS juga mencantumkan panas dan perubahan temperatur sebagai faktor yang dapat memperburuk eksim atopik pada sebagian orang.
Keringat
Keringat akibat cuaca panas atau aktivitas fisik dapat memicu rasa perih, gatal, atau iritasi pada sebagian orang dengan dermatitis atopik.
Ini bukan berarti penderita harus menghindari olahraga. Namun, mengenali hubungan antara aktivitas, keringat, dan kondisi kulit membantu pasien menentukan langkah perawatan yang lebih sesuai.
Bahan pakaian tertentu
Bahan yang kasar atau menimbulkan gesekan, seperti wol pada sebagian orang, bisa memicu iritasi dan memperburuk rasa gatal.
Stres
Stres bukan penyebab tunggal dermatitis atopik. Namun, stres bisa berkaitan dengan memburuknya gejala pada sebagian pasien. Kondisi kulit yang terus gatal juga bisa menambah stres sehingga terbentuk siklus gatal, garukan, dan peradangan.
Alergen dan iritan tertentu
Debu, tungau, serbuk sari, hewan peliharaan, atau zat tertentu bisa berperan sebagai pemicu pada sebagian orang. Meski demikian, dermatitis atopik tidak selalu disebabkan oleh alergi tertentu. AAD menegaskan bahwa pada sebagian besar kasus, kondisi ini bukan sekadar akibat satu alergi spesifik.
Karena itu, sebaiknya jangan langsung melakukan pantangan makanan atau diet eliminasi tanpa evaluasi medis yang jelas.